Emilio merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya dan pamit keluar kepada koleganya dengan alasan urusan mendesak. Awalnya mereka mengadakan pertemuan rahasia di salah satu ruangan private di sebuah klub, dia pikir semuanya akan berjalan dengan lancar.
Ini adalah pertemuan rahasia, otomatis tidak ada yang tahu dia ada dimana sekarang.
Tapi, apa ini?!
Dia lengah, seluruh tubuhnya memanas dan pikirannya mulai berantakan. Yang ada di dalam hatinya sekarang ingin menyalurkan semua hasrat yang tidak pernah dia salurkan selama hidupnya. Dia tidak ingin, tapi ini harus diselesaikan.
Tatapan mata Emilio jatuh pada seorang perempuan yang sedang duduk di meja bar, dia kenal perempuan itu.
"Ikut aku!" Emilio menarik perempuan tersebut menuju salah satu kamar yang disediakan oleh pihak klub. Perempuan itu linglung karena pengaruh alkohol tapi dia masih mengenali pria yang sedang menariknya.
"Kak Lio?"
Emilio diam dan membuka pintu ruangan. "Ran, masuk."
Kiran mulai sadar akan situasinya dan mencoba melepaskan genggaman Emilio dari tangannya. "Kakak mau apa? Aku tidak mau masuk."
Emilio menggeram rendah ketika merasakan tubuhnya semakin sensitif dengan pemberontakan yang dilakukan Kiran. Emilio menarik paksa Kiran dan mengunci pintu lalu membanting tubuh Kiran ke atas ranjang, dia membuka dasi yang mencekik lehernya seharian ini.
Kiran menangis sepanjang malam dan kehilangan kesadaran karena perbuatan Emilio terhadap dirinya. Malam itu, Kiran kehilangan mahkota yang dia jaga karena Emilio.
__-__-__-__-__
Seorang perempuan terbangun dari tidurnya dengan raut ekspresi marah dan benci, suasana hatinya sangat berantakan.
Apa ini?!
Kenapa dia tiba-tiba memimpikan insiden yang terjadi di plot novel, ini adalah hal yang menjadi duri di hatinya. Karena insiden itu, semua plot dalam novel di mulai. Sebelumnya dia hanya membaca insiden itu di atas kertas dan tidak memiliki emosi apapun untuk itu.
Tetapi mimpi barusan terlihat nyata seperti terjadi tepat di depan matanya, tapi dia tidak bisa berbuat apapun untuk menghentikannya.
Tidak bisa menahan, Zea mengumpat dan berteriak. "Damn fucking shit!"
"Sayang? Kamu kenapa?" Emilio berjalan masuk dari balkon dengan ponsel yang masih berada di genggaman tangannya.
Zea menatap mata Emilio dengan mata merah dilingkupi oleh kemarahan yang tiba-tiba muncul dan tidak bisa dia kendalikan dalam sekejap.
Emilio menyimpan ponsel di sakunya dan menarik Zea ke dalam pelukannya. "Mimpi buruk?"
Napasnya masih memburu, membuat dadanya naik turun dengan cepat. Zea menenangkan pikirannya dan mencoba menormalkan kembali pernapasannya.
Zea mengangkat lengannya melingkari perut Emilio untuk membalas pelukannya, adegan itu masih tertanam di pikirannya dengan sangat jelas dan rasa yang sangat tidak nyaman masih hinggap di hatinya.
"Ya, mimpi yang benar-benar memuakkan." Emilio mendengar nada jijik dalam kalimat yang dikatakan oleh pacarnya.
Emilio menundukkan kepalanya saat merasakan tatapan yang diarahkan padanya, dan menaikkan satu alis sebagai isyarat bertanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
WHY AM I HERE [TERBIT]
Roman d'amourDia adalah seseorang yang di latih menjadi mesin pembunuh yang handal. Kematian adalah awal dari semua cerita ini. Setelah mati dia akan pergi ke neraka dan menebus segala dosa-dosanya selama di dunia, seharusnya. Tetapi, berkebalikan dengan hal yan...
![WHY AM I HERE [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/231881818-64-k813207.jpg)