Hansa terdiam sejenak untuk mencerna segalanya dengan satu jawaban singkat dari nonanya.
"Benar, itu seperti yang anda pikirkan."
Hansa membuka mulutnya, tercengang dengan konfirmasi dari nonanya. Hansa tidak percaya untuk sementara waktu tapi kenyataannya sekarang ada di depan matanya, bagaimana dia bisa berkilah?
"Gunakan logika anda sekarang, organisasi dunia bawah adalah yang paling di cari oleh dunia luar. Jika tidak seperti ini bagaimana mereka bisa bersembunyi sampai sekarang?"
Inilah salah satu alasan kenapa Zea masih ingin berkutat dengan dunia gelap, karena teknologi yang mereka miliki lebih canggih dan maju dari dunia luar.
Dia juga baru mengetahui beberapa hari yang lalu dan untuk menemukan pintu masuk itu lumayan sulit, karena hasil proyeksi dari hologram dan yang asli sangat mirip. Sedikit informasi, semua organisasi bawah menggunakan hologram untuk menyembunyikan markas inti mereka.
"Lalu apa yang akan kita lakukan di sini?" Tanya Hansa.
Zea tidak menjawab dan melajukan kembali mobilnya ke tempat parkir, sekarang senja hampir lewat dan dia harus cepat masuk sebelum malam tiba.
Zea mengambil jaket dan masker yang dia letakkan di kursi belakang, memberikan satu untuk Hansa pakai dan berkata. "Cepat pakai dan saya akan menjelaskannya di dalam."
Hansa langsung memakai jaket bewarna navy dan masker hitam yang disodorkan di hadapannya sedangkan Zea memakai hoodie dan masker hitam, menaikkan tudung ke atas kepalanya sehingga wajahnya tidak terlihat sama sekali.
Zea memberikan isyarat kepada Hansa untuk keluar dari mobil dan diikuti dirinya. Mereka berjalan berdampingan menuju pintu masuk yang dijaga oleh beberapa orang.
"Berhenti." suara khas lelaki dewasa menghentikan langkah mereka dan Zea melirik datar ke arah lelaki yang bertugas sebagai keamanan.
"Saya tidak pernah melihat kalian berdua, dari mana kalian mengetahui tempat ini?" Mata lelaki tersebut penuh dengan rasa waspada dan antisipasi terhadap Hansa dan Zea.
Zea memutar matanya malas, terlihat jelas bahwa yang diwaspadai oleh lelaki ini hanya Hansa yang ada di sebelahnya dan bukan dirinya. Apakah ini karena dia bertubuh kecil? Atau karena dia mengeluarkan aura orang biasa? merogoh saku hoodienya dan mengambil ponsel kemudian menunjukkan kode yang berfungsi sebagai tanda masuk sementara.
Lelaki itu mengangguk singkat setelah melihat ponsel Zea dan melanjutkan. "Silahkan menuju lobby A untuk membuat tanda masuk tetap dan lobby B untuk mengambil misi."
Hansa melihat nonanya tidak berniat menjawab dan menggantikannya. "Terima kasih."
Zea melenggang masuk diikuti Hansa, dia ingin menyelesaikan semuanya sebelum malam karena waktu malam adalah waktu teramai atau dengan kata lain banyak orang yang datang untuk mengambil poin kontribusi dan dia tidak ingin berada di tengah-tengah keramaian.
Saat mereka sampai di lobby A, Zea menatap sekitar dan melihat tempat ini lumayan sepi hanya sekitar 2-3 orang yang sedang mengambil tanda masuk.
Mata Hansa melihat sekitar dan menurunkan suaranya. "Nona, dari mana anda mendapatkan kode masuk kemari?"
"Dari situs mereka." Jawab Zea singkat.
"Hah?" Tunggu sebentar, situs? Kalau begitu apakah semua orang termasuk orang biasa bisa mendapatkan akses masuk?
Zea menggelengkan kepalanya melihat kebingungan Hansa, dari raut ekspresinya sudah tertulis jelas apa yang sedang dipikirkan oleh tangan kanannya. Tangan kanan? Ya, dia sudah menganggap Hansa sebagai tangan kanannya sendiri.
Zea menjelaskan. "Memang benar saya mengambil kode masuk dari situs mereka tapi tidak semua orang bisa mengaksesnya, umumnya untuk orang lain mendapat kode masuk harus memiliki kenalan anggota organisasi yang bisa menjadi jaminan sebagai ganti agar tidak terjadi informasi bocor."
Sebenarnya untuk mendapatkan akses masuk ke situs tidak harus mempunyai kenalan anggota organisasi. Contohnya dirinya sendiri, retas situs kemudian ambil kode masuk sementara lalu tinggalkan setelah menghapus jejak.
Zea mendapatkan giliran dan meninggalkan Hansa untuk mengganti tanda masuk yang dia miliki menjadi tetap. ASedangkan Hansa berpikir bahwa nonanya sangat hebat, dia dengan cepat menyimpulkan bahwa koneksi yang dimiliki nonanya sangat luas sehingga mereka bisa masuk kesini.
Beberapa saat kemudian Zea kembali dan mengajak Hansa untuk melihat-lihat misi yang sudah dikeluarkan oleh tempat ini.
Saat sampai lobby B, itu sudah mulai ramai karena tempat penukaran poin kontribusi dan tempat pengeluaran misi disatukan di satu tempat, tapi ruangan ini sangat luas hampir seperti aula.
Zea melihat papan misi yang terpampang jelas di dinding dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Ada tiga tingkatan yang sudah di atur untuk berbagai orang yang memiliki kesenjangan dalam kekuatan.
Misi level T, dengan kesulitan terendah. Misi level B, dengan kesulitan yang masih di batas rata-rata atau menengah. Misi level S, misi ini memiliki kesulitan tertinggi dan sangat jarang orang mengambil misi level S di karenakan resikonya adalah kematian.
Ada beberapa orang yang berhasil menjalan misi level S tapi tidak pernah ada yang kembali dengan tubuh bersih tanpa luka.
Hansa melihat deretan misi level T, mengira nonanya akan mengambil misi bagian ini apalagi dia juga belum pernah berpartisipasi dalam hal seperti ini, jika dipikir harusnya begitu.
"Nona, mana yang akan anda ambil untuk kita berdua? Bagaimana dengan ini?" Hansa dengan polosnya menunjuk misi dengan kesulitan serta resiko yang sangat minim.
Zea melirik misi yang ditunjuk oleh Hansa dan melebarkan matanya. "Apakah anda ingin bermain-main dengan saya? Saya tidak pernah menyelesaikan misi tingkat terendah dalam hidup saya."
Dalam sejarah hidupnya, seorang Zea tidak pernah dan tidak akan pernah mengambil misi tingkat rendah.
"Kalau begitu yang ini?" Hansa kembali menunjuk misi level B, dia pikir nonanya memang tidak pernah mengambil misi tingkat rendah jadi dia menaikkan ke tingkat menengah.
Zea melirik datar Hansa, menekan kata-kata miliknya. "Tentu saja, misi level S."
To be continued
Jangan lupa tinggalkan jejak, terima kasih.
See you next time
11 Juni 21
REVISI: 18 Juli 22
KAMU SEDANG MEMBACA
WHY AM I HERE [TERBIT]
RomanceDia adalah seseorang yang di latih menjadi mesin pembunuh yang handal. Kematian adalah awal dari semua cerita ini. Setelah mati dia akan pergi ke neraka dan menebus segala dosa-dosanya selama di dunia, seharusnya. Tetapi, berkebalikan dengan hal yan...
![WHY AM I HERE [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/231881818-64-k813207.jpg)