Mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan fokusnya setelah terbangun oleh seberkas cahaya yang masuk melalui jendela.
"Bangun?"
Zea berdehem untuk menjawab dan menggeliat menjauh dari pelukan Emilio, tampilan bangun tidur dirinya tidak pernah berubah selalu seperti singa.
"Sini." Emilio kembali menarik Zea kembali ke pelukannya, menghirup aroma harum dari rambut kusut gadisnya.
Zea mendongak kan kepalanya menatap mata Emilio dan bertanya. "Bagaimana telingamu? Apakah masih sakit?"
Emilio menggeleng, "Tidak sakit."
Meletakkan dagunya di atas kepala Zea, Emilio berkata dengan suara pelan. "Aku akan pergi hari ini untuk urusan pekerjaan,"
"Kemana? Berapa lama?"
"Negara A, untuk berapa lama aku kurang tau tapi aku usahakan kembali dengan cepat."
Emilio kemarin mendengar dari tangan kanannya, Ettan. Bisnis gelapnya mengalami kendala masalah yang cukup serius.
Sedangkan orang bawahannya yang memegang kendali di negara A tidak bisa mengontrol masalah ini lagi, mengharuskan dia untuk turun tangan ke lapangan langsung.
Ekspresi terkejut terlihat di wajah Zea, Emilio melihat kesedihan di mata gadisnya dan dia merasa tertekan.
Dia ingin meninggalkan semua pekerjaannya hanya untuk menemani gadisnya tapi itu tidak mungkin, pekerjaan ini tanggung jawabnya.
"Kalau begitu luangkan waktu untuk pekerjaanmu, jangan pikirkan tentang aku."
Kegembiraan di hatinya menyeruak cepat, akhirnya dia kembali bebas.
Dia tidak bisa melakukan dengan bebas hal yang harus dia lakukan karena keberadaan Emilio yang selalu ada di sekitarnya.
Dia berharap pekerjaan yang akan dikerjakan oleh Emilio sekarang bisa menahannya untuk waktu yang cukup lama.
"Aku akan membawakan mu sesuatu nanti, jangan sedih oke?" Emilio membelai pipi Zea dengan lembut berusaha menghiburnya.
Keterampilan aktingnya bagus, tetap memiliki ekspresi sedih walaupun tubuhnya sedikit gemetar karena menahan tawa melihat Emilio yang berusaha keras untuk menenangkannya.
Tapi saat masuk ke mata Emilio, ini punya arti yang berbeda. Tubuh gadisnya gemetar karena menahan tangis!
"Atau kamu ikut denganku?"
Seketika gemetar tubuhnya berhenti, ekspresi sedihnya menguap hilang.
"Tidak, tidak. Aku tidak bisa ikut karena kamu tahu aku masih mempunyai tanggung jawab sebagai mahasiswa -ya itu dia."
Zea memutar otaknya dengan cepat mencari alasan yang paling logis untuk menolak.
Emilio menatap matanya lebih lama saat mendengar balasan seperti ini, Zea tidak melarikan diri dan menatap balik dengan berani.
"Baiklah, kamu baik-baik di rumah." Emilio memutus tatapan mereka terlebih dahulu.
Beberapa jam kemudian Zea secara pribadi mengantar Emilio pergi ke bandara.
"Aku pergi, jangan membuat masalah yang membahayakan dirimu ketika aku tidak ada," Mengusap rambutnya dengan pelan.
"Ya aku tahu, pergilah."
Melihat punggung tegap Emilio semakin jauh, sudut bibirnya naik tersirat sedikit kelicikan samar dan cahaya nakal melintasi mata Zea.
Mana mungkin dia tidak memanfaatkan waktu saat Emilio tidak ada!
KAMU SEDANG MEMBACA
WHY AM I HERE [TERBIT]
RomanceDia adalah seseorang yang di latih menjadi mesin pembunuh yang handal. Kematian adalah awal dari semua cerita ini. Setelah mati dia akan pergi ke neraka dan menebus segala dosa-dosanya selama di dunia, seharusnya. Tetapi, berkebalikan dengan hal yan...
![WHY AM I HERE [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/231881818-64-k813207.jpg)