"Kenapa diam?" Emilio melembutkan suaranya dan mengubah nada bicaranya seperti semula.
Sebenarnya dia juga gugup di dalam hatinya, takut Zea akan menolak dengan keras. Walaupun dia akan memaksa gadisnya untuk tetap bersamanya tidak dapat dipungkiri hatinya pasti sakit saat menerima penolakan.
"Tidak, aku hanya sedang berpikir apakah aku harus menerima atau tidak."
Zea sudah memiliki jawaban di hatinya. Tapi, tidak tahu setan dari mana yang menghasutnya, dia ingin menjahili pria ini dan melihat reaksinya.
"Sayang, kamu harus menerimanya. Aku akan memperlakukanmu dengan baik, aku akan memanjakanmu, dan apapun yang kamu mau aku akan memberikannya. Oke?" Bujuk pria itu.
Emilio langsung menggenggam tangan gadisnya yang berada di atas meja dengan erat seolah-olah jika Zea menolaknya maka dia akan menguncinya dan tidak membiarkan dia pergi kemanapun.
"Kalau begitu aku akan melihat penampilanmu, jika kamu berani bermain di belakangku maka aku akan membuangmu."
Zea bukanlah tipikal wanita yang tidak bisa melepaskan pria yang di cintainya. Jika Emilio mudah di rebut wanita lain berarti pria itu tidak layak untuk dirinya.
Life is simple, right?
"Baik, aku tidak akan memberimu kesempatan untuk membuangku." Emilio berkata dengan rasa senang yang menyeruak di dalam hatinya.
Zea menganggukkan kepalanya beberapa kali dan kembali makan dengan tenang. Zea memikirkan tidak ada salahnya mencoba memulai hubungan dengan Emilio terlepas dari alur cerita novel.
"Aku sudah selesai, kemarikan kunci mobilku." Zea mengulurkan tangannya sebagai isyarat meminta.
Emilio tidak menanggapi ucapan Zea dan menggandeng tangan gadisnya menuju parkiran. Emilio masuk ke dalam mobil terlebih dahulu dan menunggu gadia itu masuk.
"Kenapa kamu ikut?" Zea membuka pintu dan duduk sambil menolehkan wajahnya ke hadapan Emilio.
Emilio memasangkan seat belt Zea dan berkata. "Tunjukkan arahnya."
Zea hanya memberikan deheman sebagai tanggapan lalu menyenderkan kepala ke belakang.
Emilio sama seperti Zea, suka berkendara di jalanan ramai maupun sepi dengan kecepatan di atas rata-rata. Sepanjang perjalanan Zea terus memberi instruksi menuju apartemennya.
"Aku akan masuk, bagaimana kamu pulang? Jangan membawa mobilku, aku akan memakainya besok."
"Bawahanku ada di dekat sini, kamu masuk. Sampai jumpa lain kali, sayang." Emilio mengulurkan tangan dan mengacak rambut gadisnya hingga berantakan lalu memberikan kunci mobil ke tangan Zea.
Zea mencebikkan bibirnya setelah melihat rambutnya yang sudah tidak tertata rapi kemudian masuk setelah melambaikan tangannya ke arah Emilio.
Zea membuka pintu apartement dan melihat barang yang di belinya tadi sudah ada di ruang tamu. Dia pikir barang tersebut akan sampai besok, siapa sangka efisiensi pasar gelap di dunia ini sangat bagus.
Karena barangnya sudah sampai, dia tidak ingin menundanya sampai besok. ayo mulai sekarang.
__-__-__-__-__
Zea membawa tas ransel hitam dan memasuki kelas dengan langkah gontai. Zea berjalan menuju meja miliknya, dia langsung menjatuhkan kepalanya di atas meja dan tertidur.
Dia pikir mendekor ruangan itu hanya membutuhkan waktu sebentar jadi dia tidak memanggil jasa orang lain seperti yang sering dia lakukan dulu.
Karena asumsi itu dia jadi tidak bisa tidur semalaman hanya demi mendapatkan kepuasan dari hasil yang dia inginkan. Dan sebisa mungkin membuat ruangan komputer yang mirip dengan miliknya di kehidupan sebelumnya.
Lain kali dia tidak ingin melakukan pekerjaan seperti ini lagi, apalagi dengan fisik yang dia pakai sekarang tidak sekuat fisiknya yang dulu. dia harus melatih ulang tubuhnya kembali.
Terhanyut dalam mimpi selama kelas berlangsung, tidak ada yang berniat membangunkan Zea saat kelas telah selesai karena aura yang dikeluarkan Zea sewaktu tidur seperti mengatakan.
Jangan mendekat kalau tidak ingin mati!
Alhasil, Zea Bagun dari tidurnya secara alami dan dia menemukan ruangan kelas sudah kosong. Setidaknya, kantuk berat yang di alaminya sudah hilang.
Zea melihat jam di tangannya, belum terlalu sore, melangkahkan kaki menuju tempat dimana mobilnya di parkir. Sepanjang jalan dia mendengar bisikan tentang dirinya dengan sangat jelas tapi dia hanya bersikap tidak peduli.
Dia mengatakannya kemaren bahwa dia akan mencari orang untuk di latih, dia tidak bermaksud membuat organisasi dunia bawah seperti dulu. Hanya saja di dunia ini dia tidak bisa bekerja sendirian, dia membutuhkan orang yang bisa bekerja untuknya.
Zea memikirkannya dengan cermat keadaan seperti apa yang bisa membuat orang tunduk dan setia padanya tanpa rasa keengganan yang bisa berpotensi memberontak padanya di kemudian hari.
Dia melajukan mobilnya ke tempat yang dia pikir bisa mendapatkan orang seperti yang di harapkannya. Zea memberhentikan mobil di tempat yang lumayan sepi dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.
Sepanjang jalan yang di lewatinya banyak gedung kosong yang sudah tidak layak pakai semakin jauh dia berjalan, banyak tempat-tempat kumuh dan jejak perkelahian.
Berjalan tanpa suara dan menggunakan kemampuannya untuk menghilangkan rasa keberadaan dirinya agar tidak menambah masalah saat ketahuan oleh orang lain.
Dia berjalan mengendap-endap melewati segerombolan orang bertubuh kekar yang barusan keluar dari salah satu ruangan, sepertinya yang dia cari ada disana.
Saat segerombolan orang pergi, dia keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan ke arah ruangan yang sudah terkunci rapat. Mengotak-atik kuncinya sebentar dan terbuka. Hal kecil seperti ini tidak bisa menantangnya sama sekali.
Zea membuka pintunya dan menemukan ruangan gelap tanpa ada penerangan sama sekali, mengandalkan matanya yang terbiasa dengan kegelapan dan menemukan rantai di bawah kakinya.
Mengikuti arah rantai, Zea melihat seseorang tergeletak tak berdaya dengan keadaan yang sangat mengenaskan hampir bisa di bilang tak bernyawa. Dengan keadaan seperti itu, dia tidak bisa tau apakah orang ini perempuan atau laki-laki.
Zea berjalan mendekat ke arah orang itu dan menendang pelan kaki orang tersebut untuk memastikan apakah orang ini masih bisa membuka matanya.
"Siapa?"
To be continued
Jangan lupa tinggalkan jejak, terima kasih
See you next time
06 Juni 21
REVISI: 24 Juni 22
KAMU SEDANG MEMBACA
WHY AM I HERE [TERBIT]
RomanceDia adalah seseorang yang di latih menjadi mesin pembunuh yang handal. Kematian adalah awal dari semua cerita ini. Setelah mati dia akan pergi ke neraka dan menebus segala dosa-dosanya selama di dunia, seharusnya. Tetapi, berkebalikan dengan hal yan...
![WHY AM I HERE [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/231881818-64-k813207.jpg)