Perjalanan yang memakan waktu belasan jam sungguh sangat melelahkan bagi Nana begitu juga dengan Jeno. Bentang langit kota Jenewa dan udara segar yang menyapa mata juga indra penciumannya seketika membuat rasa penat itu hilang.
Nana tidak menyangka, impiannya untuk berlibur ke Swiss terwujud. Ia begitu beruntung memiliki suami seperti Jeno yang begitu baik dan perhatian padahal sebelumnya ia selalu bersikap tak baik pada lelaki itu.
"Ayok, sayang, kita masih harus melanjutkan perjalanan kita ke tempat penginapan kita," Suara Jeno membuyarkan lamunan Nana. Ia menoleh lalu tersenyum pada suaminya sebagai jawaban.
Jeno menggiring Nana menuju mobil yang sudah membawa mereka berdua ke hotel yang akan mereka tempati selama di kota Jenewa.
"Kita mau nginep di hotel apa, bang?" Nana bertanya saat mobil yang mereka tumpangi mulai bergerak meninggalkan tempat itu. Nana bergelayut manja di lengan Jeno dan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Nanti kamu pasti tahu!" Sahut Jeno sok misterius.
"Dimana, gak?" Nana tetap memaksa ingin tahu.
Jeno menggelengkan kepalanya.
"No!"
"Ish, kok nyebelin sih?" Protes Nana dengan wajah kesal. Bibirnya mencebik lucu.
Ia menarik kepalanya yang tadi bersandar di bahu Jeno dan berpindah menyandar ke jendela mobil.
"Kamu akan tahu setelah kita sampe di tempatnya, sayang," Jeno berusaha meraih Nana namun Nana menepisnya.
Jeno tidak menyerah, ia kembali menarik tangan Nana dan kali ini berhasil. Ia membawa tubuh Nana ke dalam dekapan hangatnya dan mendaratkan ciuman di puncak kepalanya.
Nana tak menjawab, ia menyusupkan wajahnya di dada bidang Jeno dengan nyaman.
Mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah penginapan yang terlihat sangat mewah dan elegant. Mata Nana melebar dengan mulut menganga. Ia begitu takjub melihat bangunan di hadapannya. Nana tak menduga jika Jeno akan membawanya ke tempat ini.
"Abang, ini kan hotel yang harganya mahal banget! Serius nih kita nginep disini?" Nana bertanya dengan mata yang masih memandang bangunan hotel mewah di hadapannya.
Jeno mengangguk mengiyakan.
"Iya, sayang. Kamu suka?"
"Suka sih, tapi, apa gak terlalu berlebihan. Harga permalamnya di sini kan mahal banget bang,"
Hotel President wilson adalah hotel yang menjadi pilihan Jeno untuk bulan madu mereka. Hotel ini memang terbilang sangat mahal namun untuk fasilitas dan kwalitasnya tidak bisa diragukan lagi. Bahkan satu kamar pun di hargai tidak main-main.
Bayangkan saja, bagi para tamu hotel yang bermalam di kamar ini akan difasilitasi dengan chef pribadi, kepala pelayan serta tim keamanan yang siap menjaga selama 24 jam. Luas kamar yang mencapai 1,680 meter persegi menjadikan ruangan ini sebagai kamar hotel terluas yang ada di Eropa.
Fasilitas lain seperti ruang ganti yang luas, meja biliar, piano Steinway Grand dan jacuzzi juga dihadirkan di kamar yang terletak di lantai delapan Hotel President Wilson.
Tak berhenti sampai disitu, kemewahan lain yang bisa dinikmati dari kamar ini adalah kamar mandi hotel yang terbuat dari material marmer. Bahkan, semua produk yang ada di ruangan ini dibuat langsung oleh desainer top dunia.
Satu ruangan terdiri dari dua kamar tidur yang dilengkapi dengan semua fasilitas tersebut. Menariknya, kamar hotel ini menghadap langsung ke sebuah danau yang indah sehingga setiap tamu hotel bisa menikmati panorama cantik ini setiap harinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married ✔
FanfictionJeno terpaksa menggantikan posisi sang kakak menikahi Nararya Jaemin Arsyanendra. Calon istri sang kakak. Karena sebuah alasan klasik Mark pergi dihari pernikahannya. apakah Jeno dan Jaemin mampu mempertahankan pernikahan mereka atau justru berakhi...
