Sori sori, hehe. Aku lupa kalau malam senin harusnya update lanjutannya, bukannya ngegalau 🤧
Oke lah, cuss!
.
.
.
Suasana hening menyelimuti sebuah kafe yang berada di pinggir laut Pulau Vimo yang indah. Lebih tepatnya, hanya di salah satu bangku yang berada di pojokan kafe yang kini tengah ditempati oleh empat pria berwajah rupawan. Dua pria pertama terlihat sudah cukup berumur, tetapi aura pria matang kaya raya begitu menguar dari style mereka. Sedangkan dua pria sisanya terlihat lebih muda dengan style yang lebih trendi. Ketampanan mereka semua sukses menjadi pembicaraan seisi kafe.
Oke, sudahi pujian singkat ini. Mereka berempat hanyalah seorang juragan geprek, seekor kecoa tampan, sipaling maniak seni kawat, dan tukang MUA patung belaka.
"Jadi, dia anggota baru perkumpulan villain kita?" tanya Taegu. Matanya melirik intens sosok pria muda yang duduk di hadapannya. Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum manis.
"Yep. Namanya Dongbang Min, dia salah satu perias teater yang terkenal. Gini-gini dia juga punya mata seniman yang sangat bagus, hoho," jelas Kaneki, lengkap dengan tawa kebapakannya.
"Salam kenal, namaku Dongbang Min. Kalau kalian mau jalan-jalan di Pulau Vimo, aku bisa antar sampai kalian mabuk," salam Min dengan senyuman yang bisa melelehkan patung sekalipun—kecuali tiga makhluk di depannya.
"Ide bagus! Aku udah lama pengen lihat museum seni di sini. Ah, harusnya aku ajak Yukiko, huhu~"
"Jadi, namamu Bangmin, huh?" tanya Taegu.
"Namaku bukan Bangmin, tapi Min. Dongbang. Min."
"Min Dong Bang Min?"
"... Margaku Dongbang, mas. Panggil Min aja plis," balas Min lemas, pasrah akan kelakuan sang penggeprek sejati yang entah kupingnya dipenuhi conge atau mrmang dungu.
Atau apakah orang yang duduk di depannya ini pernah kena timpuk kettlebell hingga mengalami kemunduran kognitif?
"Dongbang? Marga yang langka," celetuk Jesoo sembari meneguk americano-nya. "Bukankah itu marga salah seorang tetua di pulau ini? Buset, pantes masih muda kok bau uang banget."
"Ya iyalah, emang kek lu yang bau kecoa?"
Tanpa memedulikan Jesoo dan Kaneki yang bergelut dengan penuh kasih sayang, Taegu melipat lengannya di meja dan mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arah Min. "Kau suka senjata apa?"
"Aku punya kapak khusus, tapi aku lebih suka ada lampu-lampu yang bersinar. Meskipun begitu, apapun nggak masalah, sih."
Tubuh Taegu semakin condong ke depan. "Kesukaanmu?"
Kedua mata Min mendadak berkilauan. "Tentu saja Kwonjoo-nuna! Udah sifatnya super baik, ramah, penyayang, pekerja keras, pandai—"
Butuh sekitar lima menit bagi Min menyelesaikan ocehan riangnya. Ocehan bak kereta api itu sukses membuat pertengkaran antara Kaneki dan Jesoo seketika berhenti dan memandang Min dengan tatapan aneh. Mereka berdua saling menatap satu sama lain, otak mereka membatinkan satu hal yang sama.
Pebucin Kwonjoo nambah satu, nih.
"Oke, kau lulus! Kau sekarang jadi anggota terbaru geng villain kita!" Taegu langsung berdiri sembari menyodorkan tangannya, yang langsung dijabat dengan penuh semangat oleh Min.
"Ayo kita temui kesayangan kit—maksudku, ke Kepolisian Vimo untuk bertemu aya—Tim Golden Time!"
"Aku siap kapanpun!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Moksori - voice
FanfictionTim Golden Time adalah sebuah tim khusus yang pertama kali berdiri di Kepolisian Wilayah Sungwun, dan semakin berkembang di Kepolisian Wilayah Poongsan dan Pulau Vimo. Dikenal sebagai tim yang selalu sukses dalam memecahkan kasus code zero dan berh...
