Ini adalah kisah Algan Darrelio Dimitri yang super possessive dengan Aira Putri Alexandra.
"Aku boleh minta sesuatu gak? "Ucap Aira.
"Boleh dong sayang"ucap Algan dengan lembut
Damn... Aira blushing saat Algan memanggil sebutan sayang. Ya walaupun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan susah payah Aira berusaha untuk membuka matanya, terasa sangat berat jika ia membuka matanya. Ia masih menyesuaikan cahayanya.
Algan yang memperhatikan tangan gadisnya bergerak langsung menoleh ke wajah cantik gadisnya. Orangtua gadisnya dan orangtuanya memilih menunggu di luar. Takut menggangu Aira. Sedangkan Algan tetep disamping gadisnya, ia ingin ketika gadisnya sadar dialah orang yang pertama kali melihatnya.
Karena tadi Dokter berkata kemungkin besar Nona akan sadar dari masa komanya. Entahlah Algan tidak tau apa sebabnya. Yang terpentingnya gadisnya segera kembali.
"Sayang" panggil Algan. Gadisnya masih belum membukakan matanya namun tangannya masih bergerak sedikit.
Perlahan mata Aira terbuka sedikit demi sedikit dan menatap bingung. Algan bangkit dari duduknya ketika melihat gadisnya membuka matanya. Jika ditanya bagaimana perasaannya, jawabannya sangat senang! Pake banget.
"Al?" ucap Aira. Kepalanya sedikit pusing.
"Iya ini aku sayang" Algan mengusap rambut gadisnya dan ia tak berhenti untuk tersenyum. Aira yang masih dibuat bingung hanya menatap tunangannya saja. Masih bingung dengan keadaannya.
Setelah sudah sedikit sadar namun masih belum ingat apa yang sudah di alaminya. Aira tersenyum manis kearah tunangannya. Mata Algan tidak berpaling dari aira, ia masih menatap gadisnya tanpa berkedip.
Benarkah ini gadisnya? Bukan mimpikan?
Aira berniat ingin memeluk Algan namun ketika mengangkat tangan merasa nyeri dibagian perutnya.
"Akhh" pekik Aira. Algan langsung panik banget!
"Sayang kamu kenapa?" kalo boleh jujur Algan sangatlah panik. Gadisnya saja baru sadar tapi langsung merasa kesakitan.
"Ssss sakit" rasa sakitnya masih terasa sehingga Aira tidak kuat dan akhirnya menangis. Algan yang melihatpun langsung memencet tombol untuk memanggil Dokter.
Para orangtua yang berada di luar dibuat bingun dan khawatir ketika melihat Dokter beserta 1 perawat masuk ke ruangan Aira.
"Ada apa ya Dok?" tanya Anindita.
"Say... "
"DOKTER CEPATTT!!!" ucap Algan di dalam sana. Mereka yang diluar terkejut dengan teriakan Algan. Tanpa menunggu, Dokter tersebut langsung bergegas memasuki ruangan Nona Aira dan disusul oleh keluarga Dimitri maupun Alexandra.
"Aira!!" teriak Anindita antusias namun raut wajahnya berubah khawatir melihat putrinya menangis kesakitan.
Setelah Dokter memeriksanya, Dokter itu langsung berhadapan dengan Nyonya dan Tuanya. Dokter itu menarik nafas sebentar "untungnya jahitannya tidak terbuka, jangan terlalu banyak bergerak ya Nona. karena peluru mengenai bagian paru-paru sehingga mendapatkan jahitan, lalu di bagian usus juga terkena peluru sehingga perlu memotong 4cm. Untuk saat ini luka jahitan di perut belum boleh dibuka" jelas sang Dokter.