Tak terasa pernikahan Anin dan Abi sudah hampir 1 tahun. Saat ini Anin sedang libur semester 2
Sekarang Anin dan Abi sedang berada di kediaman Bunda. Bunda meminta Abi dan Anin menemani Intan dirumah, karena selama sebulan Bunda dan Ayah harus pergi keluar kota untuk urusan bisnis.
"Harusnya kan aku yang jalan jalan sama Anin bund, rayain aniversary" Keluh Abi sembari mencium tangan kedua orangtua nya yang akan berangkat.
"Maafin ayah sama Bunda ya, ini juga urgent banget soalnya gabisa digantiin" Bunda merasa bersalah.
Anin pun menepuk lengan suaminya, dan mencium tangan bunda dan ayah, "Gapapa bun, kami bisa jalan jalan kapan aja ko. Gausah dengerin mas Abi, resek emang kaya anak kecil ambekan" Kekeh Anin
Abi yang mendengar semakin mengerutkan wajah, sedangkan yang lain terkekeh.
"Hati-hati bun, yah, kabarin ya kalo udah sampe"
"Iyah nin, titip intan ya. Kalo nakal jewer aja kuping nya"
"Ihh bunda emang nya aku anak kecil"
"Siap bunda" Hormat Anin.
Setelah berangkat, Abi dan Intan pun menyusul untuk ke sekolah dan kantor. Jadilah Anin sendirian di rumah besar ini, meskipun tidak benar-benar sendirian. Ada pembantu dan juga satpam yang berjaga.
Anin pun karena bingung mau melakukan apa, jadilah Anin menyusuri setiap ruangan. Meskipun sudah 1 tahun mengenal keluarga Abi, Anin belum tau sama sekali seluk beluk rumah mertuanya ini, maklum saking besarnya.
Tak terasa Anin berhenti di sebuah pintu yang bertuliskan 'Gudang Abi'. Anin pun yang penasaran membuka pintu tersebut namun terkunci rapat.
Anin pun memanggil salah satu pembantu, untuk menanyakan dimana kunci ruangan ini berada.
"Aduh non saya gabisa ngasih, sejak saya bekerja disini saya dilarang memberikan kunci ke sembarang orang"
Anin terkekeh, "kan saya istrinya mas Abi, bukan orang lain."
"Eh iyah ya, berarti udah bagian dari keluarga ini. Yaudah bentar ya non saya ambil dulu"
Pembantu tersebut segera memberi kuncinya, dan Anin langsung masuk ke gudang tersebut.
Dibenak Anin melihat tulisan gudang, pasti kotor dan berdebu, namun pemikiran nya ternyata salah. Justru melihat ruangan rapih bersih dan harum. Ada beberapa buku dan juga album foto, Anin pun lantas mengecek album tersebut.
Loh? Ini kan mas Abi, terus siapa perempuan yang mencium dan memeluk suaminya dari samping? Anin bertanya-tanya dalam hati.
Karena rasa penasaran yang terus menjalar Anin pun menggeledah semua isi gudang tersebut dan menemukan buku seperti buku harian. Dan menemukan fakta bahwa perempuan tersebut adalah bagian dari masa lalu suaminya.
Namun ada satu hal yang membuat Anin duduk terlemas dilantai dan menitikkan air mata, suaminya masih berusaha mencari perempuan tersebut, yang tidak Anin ketahui mengapa perempuan itu pergi. Fakta tersebut tertulis pada satu minggu sebelum Anin dan Abi saling mengenal.
Anin pun mulai memikirkan hal hal negatif dalam benaknya
Apakah suaminya masih mencari perempuan itu?
Apakah Abi masih belum bisa melupakan perempuan itu?
Ataukah selama ini Abi hanya berpura-pura mencintai Anin?
Dan masih banyak lagi pikiran pikiran negatif lainnya. Namun Anin segera beristighfar, memohon ampun kepada Allah karena sudah suudzon terhadap suaminya sendiri. Daripada pusing memikirkan nya, lebih baik Anin tanya langsung pada suaminya nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
JodohKu Milyader (COMPLETED)
RomanceAnindita Maharani Seorang gadis SMA kelas 3 yang memiliki sifat ceria, jujur, dan ceroboh. Sebagai mantan ketua OSIS di sekolah SMA Bina Bangsa, Anin dikenal sebagai perempuan tegas. Meskipun memilik kulit coklat terang, tak membuat kecantikan nya s...
