28. Perjuangan Abi (2)

1.1K 46 6
                                        

Saat ini Abi sedang ada dihadapan rumah orangtua Anin, berniat untuk kembali memperjuangkan Anin.

"Anin lagi di lapangan belakang rumah bi, lagi ngajarin anak anak kecil karate. Ada Bagas juga disana. Kamu mau nungguin selesai, atau nyamperin kesana?" Ujar Mamah

"Ohh gitu ya. Abi samperin aja mah."

"Mau mamah anter?"

"Gausah mah Abi sendiri aja"

Mamah menganggukkan kepala. Abi pun pergi menuju lapangan belakang rumah, untuk melihat Anin.

Saat Abi kesana ternyata Anin dan Bagas sedang bertarung dan di saksikan oleh anak anak kecil. Abi pun memilih, duduk dibawah pohon melihat aksi mereka, yang tentunya tidak menyadari kedatangan Abi.

Setelah selesai, Abi pun menghampiri Anin. Memberikan sebotol minuman yang ia beli di warung tadi.

"Nih minum pasti haus" Abi duduk disamping Anin yang sedang mengelap keringat.

Anin terkejut, lalu menoleh, "Ka Abi? Ngapain kesini?" Menerima botol di tangan Abi, karena Anin lupa membawa minum

Bagas yang kembali berlatih hanya melihat sekilas, acuh.

"Tadi kerumah cariin kamu. Kata mamah kamu disini, jadi mas samperin" Abi menatap Bagas yang sedang berlatih

Anin hanya ber'ohh' ria.

Abi menoleh, "Mas mau jadi samsak kamu boleh? Tapi setelah itu kasih mas kesempatan" Abi memberi penawaran

Anin mengernyitkan dahi, "Samsak?"

Abi mengangguk, "Iyah. Kamu boleh pukul mas sepuas kamu, lampiasin semua rasa benci kamu dengan pukulin mas. Tapi setelah itu rujuk sama mas"

Anin terkekeh, kenapa manusia ini begitu keras kepala mengajaknya rujuk?

"Yakin? Saya ga main main loh kalo pukul orang. Tadi aja aku battle sama Bagas serius pukul-pukulan meskipun dia adik saya."

Abi mengangguk lagi, "Iyah mas yakin. Pukul mas sepuas kamu, jangan ragu!"

Anin menimang, oke juga tawarannya, paling baru dua kali pukulan nyerah.

"Okeh, tapi kalo ga kuat, nyerah aja ya"

"Mas ga akan nyerah"

Akhirnya Abi berdiri dihadapan Anin yang tengah mengambil ancang-ancang.

"Pukul mas! Jangan ragu!" Ujar Abi

Bugh
Satu pukulan mengenal pipinya

Bugh
Satu pukulan mengenai pipi yang lainnya

Bugh

Bugh

Bugh

Bugh

Bugh

Lima pukulan telah Anin layangkan baik di pipi, rahang, baju, maupun perutnya.

Abi bersimpuh menekuk kakinya, menahan rasa sakit yang menjalar. Bahkan darah mengalir dari hidungnya.

"Ka udah, ka Abi udah babak belur jangan dilanjutin" Bagas segera memapah Abi.

Namun Abi melepas tangan Bagas, "Ngga papa, ka Abi masih kuat. Ayo lanjutin nin" Abi menyeka darah yang keluar

Anin tersenyum miring, cih sok kuat!

Anin pun melanjutkan pukulan nya

Bugh

Bugh

JodohKu Milyader (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang