Anindita Maharani
Seorang gadis SMA kelas 3 yang memiliki sifat ceria, jujur, dan ceroboh. Sebagai mantan ketua OSIS di sekolah SMA Bina Bangsa, Anin dikenal sebagai perempuan tegas. Meskipun memilik kulit coklat terang, tak membuat kecantikan nya s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Akhirnya selesai juga ujiannya" Ujar Rina meregangkan tubuh setelah ujian terakhir semester ini.
Sudah 4 bulan berlalu Anin berada di Jogja, selama disini Anin melakukan beberapa kali perjalanan untuk mengobati hatinya, menghilangkan penat. Selain itu selama berkuliah di UGM, Rina dan Anin mendapatkan teman banyak, bahkan ada yang dari satu Universitas.
"Iyah alhamdulillah selesai, mau balik ke Tangerang kapan Rin?" Tanya Anin sembari berjalan menuju rumah singgah yang kami tempati selama di Jogja.
"Gw mah ngikut istri Sultan aja, kan yang punya kendali elu" Rina memamerkan giginya.
"CK Mantan mbak mantan!" Anin memutar bola matanya, "Besok aja ya? Malem ini mau jalan jalan ke Malioboro."
"Mau beli oleh-oleh dulu?"
"Yaaa bisa dibilang begitu, sebel gw diomelin Ayah gara-gara liat pengeluaran gw yang dikit." Anin mendengus sebal, sudah biasa hidup seperlunya apa adanya, begitu menikah dengan sultan dipaksa hidup boros. Pusing ga tuh.
Rina tertawa terbahak-bahak, "Hahaha emang the best banget sahabat gw satu ini. Dapet mertua Sultan, malah pusing."
"Ck, udah ah ayo pulang."
Rina dan Anin pun sampai dirumah.
Saat malam tiba Anin dan Rina bergegas menuju Malioboro. Kali ini tidak menggunakan mobil, melainkan menaiki becak. Agar lebih menikmati suasana malam terakhir di Jogja.
"Alhamdulillah ya, gw dikasih kesempatan sama Allah buat nikmatin keindahan Jogja, tanpa perlu mikir biaya pula. Berasa kaya mimpi, setelah cobaan yang begitu berat gw hadapin" Ujar Naomi saat becak mulai bergerak.
"Iyah Alhamdulillah, gw juga seneng ikut kecipratan" Rina tertawa, "Gw bersyukur bisa ada disamping lu, saat lu dalam keadaan terpuruk. Gw tau ngga mudah untuk menikah muda. Tapi mental lu kuat, jadi gw belajar banyak dari lu" Ujar Rina merangkul bahu Anin.
"Iyah Rin, makasih ya udah mau jadi sahabat gw yang absurd gini tingkahnya. Hahaha" Anin terkekeh sembari memandangi lampu yang menerangi jalanan.
"Mmm terus gimana hubungan lu?"
"Gimana apanya? Ya gitu gw udah tandatangani surat cerai itu, gw mau kita berpisah secara resmi. Cuma kata Ayah mas Abi gamau tandatangani surat itu" Anin menengok ke samping, "Gw ga paham mau dia apa"
Rina mengernyit kan dahi, "Ko gamau? Bukannya dia ya yang udah talak?"
"Kata Ayah, mas Abi udah tau semua kelakuan buruk Naomi, bisa dibilang menyesal gitu deh. Jadinya gamau tandatangani surat itu" Anin kembali menghadap depan.