AKU HARUS BAGAIMANA?

56 9 19
                                        

Hyunsik menatap Jangmi dengan sorot mata tegas. Ia menggeleng.

"Aku tak menemuinya" katanya dingin.

"Kau tau sedang berbohong karena takut melukai perasaanku, kan, oppa?" Jangmi menatapnya tajam. Hyunsik memeluknya.

"Untuk apa aku berbohong?" Katanya.

Jangmi diam saja, ia memejamkan matanya sambil menyesap aroma tubuh laki-laki yang ia cintai itu. Hyunsik mendekapnya semakin erat.

"Aku mencintaimu, Jangmi" katanya lirih.

"Nado" Jangmi balik memeluknya.

Ada rasa sakit yang sebetulnya harus ia keluarkan. Tapi karena rasa cintanya pada Hyunsik yang begitu besar. Ia memilih untuk menahannya dan berpikiran sepositif mungkin. Ia tau cinta Hyunsik untuknya begitu tulus dan ia tak mau merusak atau kelihalangan itu semua disaat mereka baru memulainya. Ia tak akan menyerah pada Deiji.

Jangmi menciumi leher Hyunsik dalam pelukannya.

"Ya! Kau jangan nakal, ini masih pagi" Hyunsik melepaskan pelukannya.

"Ah, tak asik, padahal sepertinya kita sempat melakukannya lagi sebelum oppa pulang" Jangmi mengerlingkan mata. Hyunsik menggelengkan kepala dan berdoa.

"Tuhan ampuni aku, anak perempuan Eomma menjadi ketagihan karena kau menciptakan ketampanan dan tubuh indah ini. Ijinkan aku menjamahnya sampai aku bisa pulang dengan tenang. Amin"

Hyunsik menariknya dan seluruh isi rumah di pagi hari menjadi saksi bisu pertempuran itu kembali terjadi.

***

"Oppa, aku mau memberimu kabar bahagia" kata Deiji pada Hyunsik ketika Hyunsik datang berkunjung untuk memandikan Sami.

"Apa itu?" Hyunsik penasaran. Seperti biasa, Ilhoon ingin ikut serta.

"Aku diterima kerja, sebuah toserba kecil memintaku menjadi kasir, hari ini aku mulai masuk. Aku bagian jaga siang sampai toko itu tutup. Mereka menggajiku setiap minggu" Deiji kelihatan ceria saat menceritakan pekerjaan barunya.

"Itu keren. Selamat Deiji" kata Hyunsik menyemangatinya.

"Oppa, kalau kau ada waktu, datanglah ke tokoku minggu depan jam 8 malam, aku akan membelikanmu bir kaleng dari uang gajiku. Anggap saja itu rasa terima kasihku karena kau sudah banyak membantuku" Deiji tak kehilangan senyuman dari wajahnya. Hyunsik ikut tertawa karena gemas. Baru kali itu rasanya ia melihat Deiji yang urakan menjadi sosok yang menyenangkan untuknya.

***

Hyunsik berjanji untuk datang dan menerima traktir sekaleng bir dari Deiji. Ilhoon diam saja dalam perjalanan. Memperhatikan Hyungnya yang tak melepaskan senyum bahkan saat mereka sampai di dorm.

***

Hari yang dinantikan itu tiba, Hyunsik sangat bersemangat karena ada seseorang yang akan mentraktirnya minum bir nanti malam. Siang itu cuaca sedikit mendung. Semua member BTOB kecuali Minhyuk ada di dorm.

Bel berbunyi. Sungjae membukakan pintu.

"Lihat siapa yang kutemukan di bawah?" Minhyuk muncul membawa Jangmi masuk.

"Deiji?" Kata Peniel. Minhyuk mengangguk. Eunkwang keluar dari kamarnya.

"Jangmiah?" Kata Eunkwang ceria. Minhyuk dan Peniel bertatapan.

"Jangmi? Kenapa ada disini? Aaaah, mereka bingung. Hyung, Peniel ... ini Jangmi. Pacarku" kata Hyunsik merengkuh Jangmi. Jangmi menundukkan kepalanya dengan sopan.

"Kenapa kau tak bilang?" Tanya Minhyuk "tadi aku memanggilnya Deiji dan kubawa menemuimu, Hyunsik"

"Sepertinya kalian semua sudah mengenal Deiji dengan baik?" Kata Jangmi tersenyum kecut.

"Aku ..." Hyunsik diam. Wajah Hyung dan Dongsaengnya menegang "menceritakan soal Deiji pada mereka, Jangmi" katanya tenang. Changsub bangkit dari duduknya.

"Kalian bersantailah, aku tak akan mengganggu" Changsub dan semua member tau Hyunsik berbohong. Bahkan sebetulnya Jangmipun tau kekasihnya menyembunyikan sesuatu. Tapi ia berpura-pura tak mengetahui apa-apa. Semua member masuk ke ruangan masing-masing meninggalkan Hyunsik dan Jangmi.

"Kenapa kekasihku ada di kota hari ini?" Hyunsik menatap Jangmi penuh cinta.

"Aku bosan dirumah sendirian, Eomma menginap dirumah pacarnya. Jadi aku nekat pergi ke kota sendirian. Oppa kau sibuk hari ini?" Jangmi melingkarkan tangannya pada lengan Hyunsik dan menyandarkan kepalanya di bahu Hyunsik.

"Tidak" kata Hyunsik pelan. Ia teringat janjinya pada Deiji nanti malam.

"Kalau begitu temani aku jalan-jalan hari ini ya?" Kata Jangmi.

"Baiklah, tapi kau harus kuantar pulang sebelum gelap" kata Hyunsik. Jangmi mengangguk senang.

Mereka memulainya dengan pergi makan siang dan menonton pertunjukan musik dari musisi jalanan lalu duduk menikmati cake disore hari dan mengakhirinya di sungai han.

Hyunsik meminta ijin Eunkwang untuk mengantar Jangmi pulang dan akan kembali sebelum malam. Eunkwang mengijinkannya.

Sesampainya di rumah, Eomma belum juga pulang. Kondisi rumah gelap. Jangmi memilih untuk menyalakan beberapa lampu saja. Hyunsik memeluknya.

"Istirahatlah" Hyunsik mencium puncak kepala Jangmi.

"Tak bisakah Oppa tinggal disini malam ini? Aku kesepian lagi" kata Jangmi sambil mengeratkan pelukannya.

Hyunsik tidak bisa, ia sudah punya janji dengan Deiji malam ini dan waktunya tak banyak untuk sampai disana jam 8 malam.

"Maafkan aku" kata Hyunsik melepaskan pelukannya dan mengecup Jangmi. Jangmi menghela nafas panjang dan terlihat murung. Hyunsik berpamitan dan pulang. Ia harus bertemu Deiji.

***

Deiji duduk sendirian di depan toserba kecil itu. Sudah tak banyak tamu yang berkunjung. Sudah lewat dari jam 8 malam dan Hyunsik belum datang. Entah kenapa ia tak tenang. Sejam berlalu, Hyunsik tak juga datang. Bir dingin itu sudah mulai berembun dan kehilangan suhu dinginnya.

Seseorang menghampirinya. Deiji menatapnya lekat-lekat.

***

Jangmi duduk menyendiri sendirian menyantap mie cup yang ia punya. Eomma masih belum akan pulang hari ini. Ia benar-benar kesepian. Pintu rumahnya diketuk.

"Aaah, akhirnya Eomma pulang" Jangmi berjingkat membuka pintu "kupikir Eomma tak pulang malam in ... i" ia tercekat. Bukan Eomma yang berdiri disana. "Kau ..."

***

BETWEENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang