MENOLONG DEIJI (LAGI?)

71 10 8
                                        

"Itu ... sakit?" Tanya Hyunsik mendekap Jangmi dengan Hangat.

"Hmmm yeah" Jangmi meringis

"Mianhae" Hyunsik mengecup puncak kepala Jangmi "mau kuberi tau sesuatu?" Jangmi mendongakkan wajahnya menatap Hyunsik.

"Apa itu?"

"Ada cctv di ruangan ini" kata Hyunsik pelan. Jangmi terbelalak dan mengambil semua pakaiannya. Wajahnya berubah geram. Hyunsik tertawa gemas. Ia meraih lengan Jangmi dan kembali memeluknya.

"Kau mengerjaiku?" Jangmi mencubit pelan perut Hyunsik.

"Ini ruang kerja pribadiku, tak boleh ada cctv disini" katanya menatap Jangmi. Ia mengusap lembut wajah wanita itu "aku jatuh cinta padamu dengan cepat" katanya. Jangmi menatap Hyunsik dan mengecupnya mesra.

"Oppa, jauhi Deiji"

"Wae? Aku kan memang tak dekat dengannya"

"Aku bisa terus menerus salah paham padanya" kata Jangmi bangkit dan memakai semua pakaiannya.

"Jangmi, orang pertama yang kutemui dan kulihat adalah Jangmi. Mana mungkin aku terpikat pada Deiji. Walau kalian tampak sama. Bukankah Jangmiku yang terbaik?" Kata Hyunsik.

"Maka dari itu, jauhi dia untukku. Aku khawatir" Jangmi merapikan rambutnya. Hyunsik meraih lengannya lagi dan memeluknya.

"Baiklah, apapun akan kulakukan untuk Jangmi" ia tersenyum

"Berpakaianlah oppa, pemandangan itu menggangguku" Jangmi tersipu.

"Bukankah kau menyukainya?" Hyunsik sengaja memamerkan tubuh seksinya "Kau tak tersipu tadi ..."

"Ya!" Jangmi malu, ia bangkit keluar dari ruangan sambil melempar pakaian Hyunsik. Hyunsik tertawa gemas.

***

Setelah kembali ke rumah appa dan pamit untuk pulang. Hyunsik mengantar Jangmi pulang dan kembali ke dorm sebelum tengah malam. Ia duduk di ruang tengah yang remang. Sami menghampirinya.

"Kemari, kau belum tidur?" Sami naik ke atas tubuh Hyunsik dan merebahkan tubuhnya disana. Hyunsik mengelus kepala kucing itu pelan "kau mau tidur dengan oppa?" Sami hanya menggerakkan telinganya pelan. "Sami, aku punya pacar sekarang. Tentu saja aku juga menyayangimu. Tapi aku harus setia padanya. Aku tak boleh menyukai perempuan lain. Jangan sampai aku menyukai perempuan lain. Bukankah begitu?" Sami diam saja, ia hanya kucing. Sami tertidur pulas di pelukan Hyunsik oppa.

***

Sejak hari itu, hubungan Hyunsik dan Jangmi tak mengalami gangguan. Hyunsik masih punya banyak waktu luang karena perusahaan masih belum memberikan waktu kepada mereka untuk comeback. Hubungan mereka berjalan baik. Rasa cinta itu tumbuh mengakar direlung hati Hyunsik dan Jangmi.

Malam itu Hyunsik mengantar Jangmi pulang seperti biasa. Sepulang dari desa, ia mampir di sebuah minimarket dekat dorm untuk membeli camilan titipan Eunkwang.

Ia mengambil beberapa barang dan menuju kasir. Ia melihat seseorang tertidur di kursi luar minimarket. Entah kenapa perasaannya tak enak. Ia mendekati wanita itu dan benar saja. Itu Deiji. Ia tertidur dengan banyak luka lebam dan darah basah dari sudut bibirnya.

"Deiji" panggil Hyunsik. Deiji terbangun dan meringis memincingkan matanya menatap Hyunsik.

"Ah, oppa" katanya.

"Kenapa kau ada disini?. Itu ..." Hyunsik sedikit khawatir melihat luka di wajah Deiji. Deiji membuang muka.

"Aku tak bisa pulang dengan wajah begini" katanya.

Hyunsik masuk lagi ke dalam minimarket membeli beberapa obat-obatan.

"Ikut aku" katanya menarik Deiji.

***

"Jangmiah?" Eunkwang berseru ceria melihat Deiji datang dibawa Hyunsik untuk pertama kalinya ke dorm. Tapi Deiji hanya menunduk sopan dan diam saja. Hyunsik menatap Eunkwang dan menggeleng "dia bukan Jangmi?" Tanya Eunkwang mempersilahkan mereka masuk.

Changsub bangkit dari duduknya.

"Deiji? Kenapa dia babak belur lagi?" Tanya Changsub. Hyunsik menggeleng. Ilhoon keluar dari kamarnya.

"Jangmi?" Katanya heran.

"O? Kau??" Deiji bangkit menatap Ilhoon "ah, si bodoh yang kutabrak di supermarket. Maapkan aku" katanya datar

"Ya!! Jangmiah?" Kata Ilhoon heran

"Dia saudarinya, Deiji namanya" kata Hyunsik menjelaskan singkat.

"Mereka ada dua?" Tanya Ilhoon.

"Aku akan mengambilkanmu pakaian, lalu kita obati lukamu. Kau akan tidur disini malam ini" kata Hyunsik

"Dia tidur di dorm kita? Dia wanita!" Pekik Eunkwang mengingat bahkan Lily dan Noona tak pernah tidur disana. Hyunsik mendekik tajam. "Baiklah, terserah tuan muda saja" Eunkwang tak berani melawannya.

***

BETWEENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang