HADIAH ULANG TAHUN

58 10 2
                                        

Hyunsik ditemani Minhyuk masuk ke sebuah toko alat musik. Seorang pramuniaga menyapa mereka dengan ramah.

"Kau yakin membelikannya Keyboard?" Tanya Minhyuk. Hyunsik mengangguk pasti.

"Ia sangat ingin belajar keyboard modern" kata Hyunsik.

Hyunsik berencana memberikan Keyboard itu sebagai kado ulang tahun untuk Jangmi. Jangmi pernah mengatakan padanya sangat ingin belajar piano modern tapi hanya punya piano klasik di rumahnya. Dari penghasilannya sebagai idola, membelikan sebuah Keyboard yang bagus bukan masalah bagi Hyunsik.

Setelah sibuk memilih dan akhirnya menemukan sebuah Keyboard yang diinginkan. Mereka keluar dari toko tersebut. Sebelum keluar Hyunsik melihat sebuah gitar klasik elektrik keluaran baru tertempel di dinding.

"Ada apa?" Tanya Minhyuk.

"Gitar itu ..." Hyunsik memandanginya saja "tidak, ayo" katanya pada Minhyuk.

Mereka bergegas ke parkiran. Hyunsik terdiam sesaat sebelum mengenakan sabuk pengaman.

"Hyung ..." katanya menatap Minhyuk. Minhyuk bingung.

"Apa ada?"

"Aku tak mau menyesalinya. Tunggulah disini sebentar" Hyunsik turun dari mobil dan setengah berlari kembali ke toko alat musik tadi. Ia menyambar gitar yang ia lihat sebelumnya dan segera membayar. Kemudian ia kembali ke mobil Minhyuk.

"Kau membeli gitar baru? Ada-ada saja" katanya Minhyuk berlalu.

***

Hyunsik mempersiapkan segalanya. Ia membawa sebuket bunga mawar merah. Kue ulang tahun yang manis. Boneka beruang besar. Kado dari member BTOB dan tentu saja hadiahnya untuk Jangmi.  Hari itu juga ia berdandan sangat keren.

Hyunsik diantar seorang supir menuju ke rumah Jangmi. Eomma dan Jangmi menyambutnya dengan baik. Disana juga ada kekasih Eomma. Setelah mempersiapkan segalanya. Mereka berdoa bersama. Hari ini Jangmi terlihat sangat cantik dan bahagia. Ia tersenyum dan tertawa sepanjang acara. Setelah meniup lilin dan makan bersama. Eomma dan kekasihny meninggalkan mereka berdua. Eomma memilih pergi dan bermalam di tempat kekasihnya.

"Bangun" kata Hyunsik menggenggam tangan Jangmi dan memintanya untuk berdiri. Jangmi menurut saja. Ia tersenyum sangat bahagia.

"Oppa" katanya menatap Hyunsik dengan ceria.

"Kau cantik sekali hari ini"

"Ah, kau hanya ingin menggombal, kan?"

"Aku serius. Semakin dewasa wanita pasti semakin cantik terutama Jangmiku. Apakah nona Jangmi mau berdansa denganku malam ini?" Hyunsik menyodorkan tangannya.

"Aku tak bisa berdansa" Jangmi merengut.

"Siapa bilang harus bisa? Kau hanya cukup memelukku saja" kata Hyunsik menarik tubuh wanita itu mendekat. Jangmi tak bisa menolaknya.

Hyunsik tak memainkan sebuah lagu. Tapi ia yang bernyanyi sebuah lagu romantis untuk Jangmi. Jangmi memeluk Hyunsik dengan erat dan mereka menggerakkan kaki mereka seirama sampai lagu itu berakhir.

Jangmi menatap lekat-lekat wajah tampan lelaki yang dicintainya itu dan melingkarkan tangannya di leher Hyunsik.

"Selamat ulang tahun, Jangmiku" kata Hyunsik sambil menatapnya dalam.

"Terima kasih oppa" Jangmi menatapnya tak kalah hangat.

Mereka berciuman dengan mesra.

"Aku punya sesuatu untuk oppa" kata Jangmi

"Kau yang ulang tahun, tapi kau yang memberiku hadiah?" Hyunsik terkekeh. Jangmi mengeluarkan sebuah kalung dari kantongnya.

"Aku menemukan ini saat berbelanja ke kota" kalung itu talinya hitam dengan liontin seperti batu berwarna hitam dan bercak putih yang menawan. Jangmi memakaikannya di leher Hyunsik "oppa sangat menyukai langit malam dan luar angkasa. Suatu hari pasti bisa jadi astronot" Jangmi tersenyum ceria. Hyunsik menatap lembut wanita itu dengan penuh cinta.

"Aaaaah, hadiahmu sebuah Keyboard. Kau ingin yang lain?" Tanya Hyunsik. Jangmi menggeleng. "Yakin? Tak mau melihat tubuh seksiku yang menawan?" Hyunsik menggodanya. Jangmi menggeleng dengan gemas sambil mundur dan berlari kecil menuju ruangannya. Hyunsik sudah pasti mengejarnya "yang kali ini sampai pagi" Mereka bergumul dan saling bercanda menghabiskan kebahagiaan mereka di hari ulang tahun Jangmi.

***

Deiji menutup toko agak larut malam ini. Ia pulang dan mampir di sebuah warung tenda penjual tteokbokki dan menyantap beberapa. Ia sangat lapar. Ia meminta penjual membungkus beberapa makanan. Hari ini gajian. Ia ingin makan semua makanan yang ia beli bersama appa.

Sesampainya dirumah, appa sudah menunggunya.

"Kau pulang larut sekali, Jangmi" kata Appa

"Kenapa menungguku? Appa bisa tidur duluan" katanya sambil mengeluarkan makanan yang ia beli.

"Kenapa membeli banyak sekali topoki? Seharusnya kau membeli kue. Kau kan ulang tahun" Appa terbelalak melihat semua makanan yang dibeli Deiji.

"Appa pikir aku anak kecil yang harus meniup lilin? Lebih baik makan topoki sampai kenyang" Deiji mengambil wadah.

"Baiklah, sebelum makan kita berdoa dulu"

Deiji melipat tangannya dan menitikkan air mata. Doa ke 23. Doa yang sama seperti doa sebelumnya. Meminta kebahagiaan.

"Saengil chukkae Kim Deiji" kata Appa. Deiji memeluknya.

"Ayo kita makan, Appa"

***

BETWEENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang