Simulacrum 18 : Harga Sebuah Rasa

237 42 5
                                        

'Kakak bertanya berapa harga sebuah kebahagian ?? Kata Tuhan,bahagia itu setara dengan separah dan sebesar apa rasa sakit kita sebelumnya'
-Zenia Adriana-

###

Zenia menatap handphone digenggaman nya,jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Namun sampai saat itu Jef sama sekali tidak memberikan kabar. Sepatu dan tas selempang yang sedari tadi dia kenakan mulai tanggal,sudah tergeletak di sofa ruang tamu Keluarga Rey.

Untuk kesekian kalinya,Zenia menekan tombol dial pada satu nomor yang sudah sedari tadi dia tunggu tanggapannya namun sama seperti sebelumnya semuanya sia-sia,dia tidak menemukan apapun kecuali keheningan dan nada panjang operator yang mengatakan bahwa nomor tersebut tidak mengangkat panggilannya.

Kesal. Dia melemparkan ponsel keluaran terbaru itu ke sofa bergabung dengan tas slempangnya.

"Mungkin Tuan Jef sedang terjebak macet nona,saya melihat berita bahwa Jakarta dilanda macet total sampai kemungkinan nanti pukul 12 malam...." Balas sopir Zenia.

Zenia menggeleng tegas. Bersamaan dengan itu Rey baru saja kembali dari rumah Abadi yang kebetulannya adalah sahabat Jef.

"Kamu masih dirumah ?? Kakak pikir udah jalan sama Jef. Nggak jadi ??" Balas Rey dan menanggalkan jaket juga sarung tangannya.

"Dari tadi Kak Jef nggak bisa dihubungi kak. Dia tidak menjawab satu pun panggilan yang Zenia layangkan sama dia. Apa jangan-jangan dia lupa ?? Tapi kenapa nggak bales telefon Zeze ?? Apa jangan-jangan terjadi sesuatu sama dia kak ??" Ujar Zenia gusar.

Rey mengelus pelan pundak Zenia dan meminta Zenia untuk duduk dan menyuruh pembantu rumah tangga mereka untuk mengambilkan segelas air.

"Kakak akan mencoba mengontak Jef dari telefon rumah ya..." Balas Rey menenangkan.

Rey mulai berjalan menjauh dari Zenia dan akan men-dial nomor rumah Jef sebelum satu panggilan dari nomor tidak dikenal masuk kedalam panggilan ponselnya.

"Dengan Rey ini siapa ya ??" Balas Rey.

Ada Hela nafas kasar diujung sana. Apakah ini telefon teror ??

'Ini gue Angel....'

Rey mengangkat sebelah alisnya. Ada jeda panjang disana dengan nafas terputus-putus.

"Ngel ?? Lho nggak papa ??" Balas Rey setelah dia mendengar suara ramai.

'Gue ada di persimpangan jalan 30 menit menunju ke rumah lho. Gue yakin Jef akan kesana. Dia....'

Nafas Angel nampak sangat berat.

'Tolong selamatkan dia pak...'

Nafas Rey tercekat saat itu juga kala samar dikedua rungunya dia mendengar suara sirine ambulance. Apakah Jef kenapa-kenapa ??

"Halo Ngel ?? Kenapa ?? Jef kenapa ?? Dia baik-baik aja ??" Ujar Rey cepat.

Angel nampaknya mulai kembali fokus pada panggilannya dengan Rey. Kembali Rey mendengar wanita diujung sana menghela nafas kembali. Masih sama beratnya dengan sebelumnya.

'Jef kecelakaan Rey. Gue udah telefon ambulance dan sekarang gue sama Jef ke rumah sakit. Lho nyusul ya,dia terluka cukup parah Rey. Kepalanya terluka,darahnya banyak banget gue....hiks.....'

Simulacrum (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang