Setiap tahunnya, para siswi kelas tiga Aliyah akan melaksanakan tugas berupa tadris. Tadris adalah di mana mereka akan mengajari adik-adik kelas mereka. Yeah, bisa dibilang ini KKN, atau semacamnya lah.
Keseluruhan siswi akan di bagi, dan akan dipimpin oleh seseorang diantara mereka. Alexandra telah terpilih menjadi salah satu ketua tim. Emma dan Salma juga termasuk di dalam timnya. Tugasnya adalah mengawasi setiap materi yang dijabarkan oleh anggota timnya.
Kini, Emma telah duduk di kursi guru. Dia tengah menjabarkan tata krama pada tetangga.
"Nah, kita itu harus memuliakan tetangga. Baginda Rasulullah sangat sering mendapatkan wasiat dari Malaikat Jibril, bahwa dia harus memuliakan tetangga. Saking seringnya, Baginda Rasulullah mengira, bahwa seseorang itu bisa menjadi ahli waris tetangganya."
"Mbak, trus kalo tetangga itu dzolim kepada kita, apa kita tidak boleh tidak memuliakan mereka?" tanya seseorang siswi.
Emma tersenyum hangat. "Justru itu, Baginda Rasulullah punya seseorang tetangga. Setiap Baginda Rasulullah melewati rumah tetangganya itu, Baginda Rasulullah selalu mendapat cacian, hinaan, bahkan Baginda Rasulullah juga pernah diludahi oleh tetangga tersebut. Tapi Baginda Rasulullah tidak pernah sekali pun marah. Hingga suatu hari, saat Beliau melewati rumah itu, Beliau tidak mendapati keberadaan tetangganya itu. Beliau pun bertanya, di manakah tetanggaku itu? Shohabat pun menjawab, dia tengah sakit. Trus kalian tahu kelanjutannya?" tanya Emma menciptakan penasaran seluruh siswi.
"Apa, Mbak?"
"Baginda Rasulullah pun datang untuk menjenguk tetangganya itu. Nah, kalau semisal, kalian yang mengalami itu, apa kalian akan melakukan hal demikian?"
Semuanya diam, mereka ragu untuk menjawab.
"Baginda Rasulullah adalah tauladan yang baik untuk kita. Jadi, saya harap pelajaran kali ini bermanfaat. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh."
•♥♥♥•
"Eh, Lex, kamu kenapa? Kok, kayak nggak sehat gitu?" tanya Salma khawatir.
"Mungkin cuma kecapean. Biasa, akhir-akhir ini aku sibuk ngurusi haflah." Alexandra memegangi tengkuknya yang terasa pegal, bahkan rasa pegal itu juga ada di punggungnya.
"Istirahat aja. Kita anter ke ruangannya Pak El, yuk!" Emma sudah bersiap untuk pergi.
"Udah nggak usah, istirahat di rumah aja cukup."
"Yakin?"
"He'em." Alexandra menganggukkan kepalanya lemah.
"Oke, awas kalo kamu kenapa-kenapa!"
"Iya-iya, Ma ...."
Alexandra merasa pusing dan sedikit mual. Rasa sakit ini, terkadang muncul, terkadang juga tidak. Penyakit yang aneh.
"Eh, Sal, Ma."
"Apa?" Mereka berdua menoleh.
"Kok, tiba-tiba pengen kebab, ya?"
"Lah, aneh banget, sih. Beli di mana coba? Daerah sini itu, penjual kebab biasanya bukanya pas malem."
"Huaaa, pengeeen," ucap Alexandra manja.
"Lah, tadi katanya sakit, kok malah girang sekarang?"
"Ini bukan girang, Sayang ... perut lagi kepengen jajan."
"Minta aja sama suami kamu."
"Yah, dia lagi ngajar sekarang, aku nggak mau ganggu."
"Ya udah, tunggu sampek nanti, ya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Gara-Gara Wasiat [END]
RomanceAlexandra Angelina Anderson. Dia seorang santri blasteran. Dia cantik, pintar, kaya raya, seolah dia tidak memiliki nilai minus. Namun, nyatanya tidak. Dia lahir di keluarga broken home. Dia hidup dengan di bawah kendali wasiat dari mendiang ka...
![Gara-Gara Wasiat [END]](https://img.wattpad.com/cover/280980888-64-k701029.jpg)