"Assalamu'alaikum ...."
Seseorang wanita masuk ke dalam ruangan itu. Dia tak tautkan kedua alisnya. Mengapa tidak ada orang? Di mana suaminya? Setahunya suaminya sudah tidak ada jadwal mengajar hari ini. Lebih baik dia duduk di sofa. Mungkin saja suaminya sedang ada urusan.
"Lex ... Lex ... Lex, bangun ...."
Alexandra merasa tubuhnya yang tergoncang. Alexandra pun membuka matanya dengan sangat susah payah. Matanya kembali menyipit saat ada cahaya yang menerobos masuk lewat celah kelopak matanya. Ada bayangan seseorang, ahh, itu pasti suaminya. Dia pun segera bangun.
"Mas," lirihnya sembari menggosok kelopak matanya untuk memulihkan penglihatannya.
"Lexa, kami Salma sama Emma."
Alexandra terkejut dan langsung membuka matanya lebar-lebar. Dia tatap kedua manusia berhijab itu. Ternyata itu benar-benar mereka. Dia melihat ke sekelilingnya. Dia masih berada di ruangan suaminya ternyata. Jadi, apa dia baru saja terdidur di sini? Ahh, rasanya sangat dingin.
"Kamu kok masih di sini, sih?" tanya Salma.
"Emang kenapa?" tanya Alexandra dengan suara serak.
"Ini udah malem, Lex ... kok kamu tidur di sini, sih? Kenapa nggak pulang aja?" cecar mereka saling bersautan bahkan hampir tidak bisa didengar oleh telinga Alexandra.
Alexandra terkejut. "Beneran? Jam berapa emang?"
"Ini udah jam sebelas waktu istiwak," ucap Salma lembut.
Mata Alexandra membola seketika. "B ... beneran?"
Salma dan Emma serempak mengangguk. "Kenapa nggak pulang aja, sih? Suami kamu udah pulang dari pelajaran jam kedua," jelas Emma memberi tahu.
Alexandra merasa tidak percaya. Apa maksudnya suaminya itu telah pergi meninggalkannya? Haha, itu tidak mungkin,'kan? Pikiran Alexandra tiba-tiba blank. Tatapan matanya kosong.
Perlahan dia mendongak menatap kedua sahabatnya dengan raut khawatir dan kesal karena kecerobohannya. Bisa saja dia jatuh dari sofa bukan? "Tidak mungkin. Yah, masak dia ninggalin aku?" tanyanya dengan penuh ketidak percayaan. Dia percaya suaminya tidak akan melakukan hal tersebut
Salma menoleh ke arah Emma sahabatnya. Seolah meminta informasi yang lebih jelas. "Tadi pagi kami nanya suami kamu izin langsung pulang, katanya ada urusan mendadak. Jadi, kalau ada yang nyari dia, suruh kerumahnya aja," ucap Emma selaku TU.
Alexandra tertegun. Dia bingung. Ada apa dengan suaminya? Jika memang suaminya pulang, mengapa tidak memberi tahunya?
Alexandra menatap ke arah kedua sahabatnya. "Kalian tahu aku di sini dari mana?" tanyanya dengan suara tertelan.
"Tadi kami lagi momong Ning Hanna. Dia masuk ke sini pas main lari-larian sama kami. Trus dia bilang, kalo di sini ada perempuan perutnya besar banget. Jadi, kami langsung ke sini. Dan ternyata kamu malah ketiduran di sini." Emma menjelaskan kronologi dengan jelas.
Alexandra hanya diam dan menunduk. Pasti terjadi sesuatu pada suaminya, tapi apa? Dia kecewa karena sikap suaminya. Dia sudah menunggu di sini bahkan sampai berjam-jam, namun, ternyata dia sudah pulang ke rumah. Dan bahkan tanpa memberitahukan itu kepada dirinya.
•♥♥♥•
Dia berjalan lesu ke dalam rumah. Sepi, gelap, hanya ada sedikit pencahayaan. Seluruh tubuhnya kesakitan karena harus tidur di sofa. Dia kelaparan, dia haus dan suaminya justru pergi meninggalkannya. Dia kecewa, sangat kecewa karena harus menunggu sangat lama. Namun, yang ditunggu justru meninggalkannya. Sakit rasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gara-Gara Wasiat [END]
RomanceAlexandra Angelina Anderson. Dia seorang santri blasteran. Dia cantik, pintar, kaya raya, seolah dia tidak memiliki nilai minus. Namun, nyatanya tidak. Dia lahir di keluarga broken home. Dia hidup dengan di bawah kendali wasiat dari mendiang ka...
![Gara-Gara Wasiat [END]](https://img.wattpad.com/cover/280980888-64-k701029.jpg)