Yerin
Jamie, pulanglah sebentar
Tante Jes sedang sakit
Beliau kangen sama kamu
Jamie menghela nafas. Dalam hati, jujur, dia juga kangen dengan sang ibu.
Tapi Jamie takut. Takut sang ibu akan berlaku kasar lagi padanya, meski Yerin berkata kalau kondisi ibunya sangat lemah.
Sedang bergalau ria, pintu kamar Jamie diketuk. Kepala Jiwon menyembul dari balik pintu.
"Kak? Ada Kak Youn di depan."
Jamie buru-buru merapikan rambut dan pakaiannya, kemudian menyusul Jiwon ke ruang tengah. Di sana, Jamie melihat Seungyoun dengan pakaian khas kedokteran yang rapi dan wangi. Ada Wooseok juga di sana.
"Hai, Jamie. Eh mukanya kok kayak galau gitu? Kenapa?" tanya Seungyoun.
Jamie menggigit bibirnya, tampak ragu. "A-aku,,,"
Seungyoun dengan sabar menunggu kelanjutan kalimat Jamie.
"Ibuku sakit. Beliau minta aku pulang."
"Ah, gitu... Waduh, sayang banget aku nggak bisa nganterin, soalnya habis ini aku mau ke rumah sakit lagi. Ini aku cuma mampir sebentar sih."
Seungyoun menoleh ke arah Wooseok, yang langsung dimengerti maksudnya oleh Wooseok.
"Oh, aku bisa kok. Jiwon, nggak apa-apa kah kita nganter Kak Jamie?", ucap Wooseok.
Jiwon mengangguk cepat. "Iya! Kak Jamie sama kami aja. Kebetulan kami nggak ada acara kok."
Jamie terlihat ragu-ragu. "Tapi apa kalian nggak mau nge-date? Sayang itu Wooseok udah dandan cakep."
"Kak, kami nge-date udah tiap hari kali ah. Nanti nge-date nya sambil jenguk Tante Jes juga boleh aja. Serius, nggak apa-apa. Tapi itu juga kalo Kak Jamie mau."
Jamie menoleh ke arah Seungyoun, meminta pertimbangan. Dan Seungyoun mengiyakannya.
"Oke, kalian tunggu dulu, ya? Aku ganti baju dulu."
Tak berselang lama, Jamie muncul lagi dengan dress berwarna kuning dengan motif bunga krisan. Dress itu adalah pemberian sang ibu dulu.
"Ayo, kita berangkat."
Setelah memeluk Seungyoun, Jamie pun menyusul Jiwon dan Wooseok yang sudah terlebih dahulu berjalan menuju mobil Wooseok. Tak lupa Jamie berpamitan kepada Pak Jinyoung dan Jinjin. Seungyoun sendiri kembali ke rumah sakit.
**
"Ini rumahku," ucap Jamie lirih. Dilihatnya di teras sudah ada Yerin yang menunggunya.
Jiwon menepuk-nepuk pundak Jamie, berusaha menenangkannya. Jamie sendiri masih merasa takut ibunya nanti akan menyerangnya lagi.
"Akhirnya kamu datang juga, Jamie. Masuklah. Tante Jes belum mau sarapan. Nunggu kamu, katanya," ucap Yerin.
Perlahan, Jamie masuk ke dalam rumahnya. Dilihatnya sang ibu sedang terbaring lemah. Menyadari kehadiran Jamie, sang ibu pun membuka kedua matanya.
"Jimin? Apakah itu kau?"
Jamie menggenggam kedua tangan sang ibu. "Iya, Bu. Ini aku, Park Jimin. Aku datang, Bu."
"Jimin... Akhirnya kamu datang, Nak. Ibu kangen sama kamu. Ibu minta maaf selama ini sudah berlaku kasar sama kamu. Ibu mengaku salah. Ibu benar-benar minta maaf..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, Park J
FanficTentang anak-anak Park J yang mengalami masalah keluarga, sampai suatu hari mendapatkan undangan ke sebuah kos-kosan yang ternyata menyatukan mereka, dan membantu mereka memecahkan masalah masing-masing.
