Part 17. Christ the Redeemer

403 51 143
                                    

Hai hai ... Adakah yang masih mengingatku? Atau udah lupa karena hampir sebulan cerita ini gak di-up? 😔

Terima kasih pada kalian yang masih mau meluangkan waktu untuk membaca, vote, dan mengomentari ceritaku ini 🤗

Selamat membaca bagi para pecinta "SamYu"

😍

..................................................................

"Bagaimana kalau aku membantumu?"

Untuk ke dua kalinya Sam menanyakan pertanyaan yang sama pada Yu. Ia masih duduk diam di tepi ranjang sambil melihat Yu memasukkan pakaian ke dalam koper. Niat ingin membantu memang ada dalam benaknya, tapi Yu sudah lebih dulu melarang sehingga ia tidak bisa melanggarnya.

"Aku bisa sendiri," jawab Yu sembari tersenyum. "Oh iya, aku tidak memasukkan banyak pakaianmu. Hanya beberapa pakaian yang penting-penting saja. Sisanya, kita akan membeli setelah sampai di sana. Dan ... di sana sudah memasuki musim panas jadi aku hanya memasukkan satu jaket untukmu berjaga-jaga, mungkin kau akan keluar malam." Yu menarik resleting koper sampai tertutup sempurna. "Semuanya sudah siap, Tuan Lin!"

Sam berdiri, menarik tangan Yu, dan memeluk kekasihnya itu. "Terima kasih sudah mengepak pakaianku, tapi bolehkah kau menginap malam ini?"

Dalam sikap masih memeluk Sam, Yu menatap Sam. "Aku tidak bisa karena masih harus mengepak sisa pakaianku."

"Ya sudah." Sam mengecup kening Yu lalu melihat jam di tangannya. "Ini sudah larut. Jadi, aku akan mengantarmu pulang."

Yu menggeleng. "Daripada kau harus bolak-balik, lebih baik aku pulang sendiri saja! Aku kan bawa mobil."

Sam menarik napas berat. "Terserah kau saja, tapi kau harus menyetir dengan hati-hati, okay? Sampai jumpa esok di bandara."

"Emm ...!"

Yu mengangguk pelan.

Liburan yang dijanjikan oleh sang produser telah dijadwalkan yaitu esok pagi.

Para aktor dan crew series Two Hearts sudah menantikan hari tersebut. Setelah melalui banyak kesibukan mulai dari acara promosi, fans meeting, pemotretan, juga interview pada stasiun tv dan radio akhirnya mereka sudah memiliki kesempatan untuk bisa berlibur.

Di mana mereka akan berlibur?

Dua minggu lalu, produser mengadakan game tarik undi. Semua orang yang namanya sudah terdaftar dalam rombongan berlibur wajib menulis nama kota atau negara yang ingin mereka tuju. Kertas itu dimasukkan ke dalam bola kecil berwarna biru yang berada pada box kaca. Setelah itu, produser mengaduk lalu mengambil satu bola. Cukup adil.

Kala itu, Dewi Fortuna telah berpihak pada Yu sehingga bola yang diambil adalah bola berisikan kertas miliknya yang bertuliskan "Rio de Janeiro, Brazil".

Dan, hanya tinggal beberapa jam lagi Yu akan melihat kota yang sudah ia impi-impikan sejak masih kecil. Jangan tanyakan seberapa besar kebahagiaan yang menyelimuti hatinya karena itu sudah tak terukur lagi.

.
.
.
.
.
.
.
.

Suasana di bandara sudah sangat ramai, bukan hanya karena kehadiran para penumpang atau pengantar, melainkan juga karena kehadiran reporter dari berbagai media dan para fans. Beruntungnya, reporter dan fans sudah diatur oleh pihak artis yang bekerjasama dengan pihak bandara sehingga kehadiran mereka tidak mengganggu kedatangan penumpang lain. Para fans hanya diperbolehkan berdiri di luar pagar, sedangkan reporter berada di dalam pagar karena harus meliput berita tentang artis secara langsung.

2 Hearts (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang