Part 18. Bertemu

368 53 56
                                    

Jangan lupa vote dulu sebelum lanjut membaca ya, Guys 🤗😍

Terima kasih karena masih mendukung cerita ini 🙏

Selamat membaca bagi para pecinta "SamYu"

😍

..................................................................

Yu menghampiri Chris yang saat itu sedang berdiri sendirian di balkon kamar hotel, memandang langit malam kota Rio de Janeiro yang penuh taburan bintang. Ia menghampiri Chris dengan membawa dua paper cup berisikan kopi moka.

"Paling enak kalau memandang langit sambil menikmati secangkir kopi," ucap Yu lantas menyodorkan kopi pada Chris.

Sejujurnya Chris cukup terkejut karena Yu datang tanpa ia yang meminta. Walau begitu, ia tidak mau menunjukkan rasa terkejutnya pada Yu. Ia pun mengambil kopi itu--tak ada senyum di wajahnya. "Tumben jam segini belum tidur?!" Chris langsung menyeruput kopinya seakan ingin segera memberi penilaian tentang rasa dari kopi tersebut. Ada anggukan selepas ia meminumnya pertanda ia menyukai.

Yu juga menyeruput kopinya. Kini, ia sudah memandang ke jalanan yang masih tampak ramai. Chris juga melakukan hal yang sama.

"Karena aku ingin mengobrol denganmu. Lagipula, sudah lama kita tidak minum kopi bersama," jawab Yu.

Chris membenarkan. "Aku masih ingat ... terakhir kali kita ke kafe tempat biasa kita minum kopi adalah sekitar setahun lalu." Chris menatap kopinya. "Banyak hal sudah jarang kita lakukan semenjak kau pindah ke Star Entertainment," lanjutnya.

"Kau tau sendiri bagaimana kesibukanku setelah bergabung dengan agensi itu, 'kan? Aku bahkan tidak punya waktu untuk bersantai," tanggap Yu.

"Tapi kau selalu punya waktu untuk berduaan dengan kekasihmu." Sepertinya itu bukanlah kalimat sindiran, melainkan ada rasa cemburu. Entahlah, yang pasti rautnya menunjukkan sebuah ketidaksukaan.

Yu terkekeh seraya menggeleng tidak mau menerima sangka yang diucapkan oleh Chris. "Dia yang lebih dulu datang padaku," ucapnya membela diri.

Chris menghabiskan kopinya. Rahangnya mengeras. "Kalau begitu, aku akan melakukan hal yang sama!" Walau tak menatap Yu, tapi ia tampak serius.

Yu mengerutkan kening. "Terserah kau saja," ucapnya dibarengi tawa kecil karena berpikir kalau temannya itu hanya sedang bercanda. Ia mulai bersandar pada pagar balkon sehingga bisa menatap Chris dengan jelas. "Bagaimana menurutmu tentang Brazil?"

Akhirnya Chris berani menatap wajah manis Yu di malam itu. "Cantik dan aku suka." Lalu ia membatin, "Karena saat ini kau ada di depanku."

Yu menyapu dada lega. "Syukurlah! Aku pikir kau tidak menyukainya. Aku selalu berharap, orang-orang yang aku sayangi menyukai tempat ini ... terutama kau dan Sam."

Chris mengangguk pelan. Sampai detik itu, Chris tak pernah menampilkan senyum di wajahnya.

"Uhuk uhuk ...."

Suara batuk yang disengaja itu berasal dari Sam yang baru saja masuk ke kamar Chris tanpa mengetuk pintu. "Apa obrolannya sudah selesai?" tanya Sam tidak senang.

Yu menaikkan sudut bibir pada Sam. Ia membatin, "Ini belum sampai setengah jam, tapi dia sudah tak sabar menunggu. Seharusnya aku tau kalau si tukang cemburu ini tidak ingin aku berlama-lama dengan Chris."

Yu merapikan depan rambutnya yang tertiup angin sepoi. "Sampai jumpa esok!" Ia menepuk pelan pundak Chris lalu pergi setelah mendapat anggukan pelan dari Chris.

2 Hearts (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang