Selamat membaca bagi para pencinta "SamYu"
😍
..................................................................
Sudah pukul sepuluh malam, tapi Helena belum juga tidur. Ia masih menikmati segelas wine di kamar. Sang suami yang biasanya akan menemani minum masih berada dalam perjalanan bisnis di luar kota sehingga malam itu Helena minum sendirian.
Balutan piyama putih sebetis, rambut yang dikuncir berantakan, dan wajah polos tanpa make-up tak mengurangi kecantikan Helena sama sekali. Wanita empat puluh satu tahun itu memang patut dipuji perihal kecantikannya.
Helena duduk di tepi ranjang, memangku kaki, lalu menatap kosong pada wine yang tersisa setengah. Pikirannya masih saja terganggu pada hubungan Sam dan Yu, meninggalkan sesak di dada.
"Kesalahan apa yang sudah aku perbuat di kehidupan sebelumnya sehingga anakku bisa jatuh cinta dan berpacaran dengan seorang pria? Aku malu pada diriku sendiri karena telah gagal menjadi seorang ibu."
Helena menggeleng kala membayangkan apa yang akan terjadi jika semua orang tahu kalau Sam adalah pria penyuka sesama jenis.
"Aku tidak ingin malu di depan keluarga besar Lin. Aku tidak ingin mereka mencemooh diriku dan juga suamiku. Tidak .... Yu .... Anak itu .... Harus dengan cara apa lagi, aku bisa membuatnya pergi dari hidup Sam?"
Helena menenggak wine hingga tak tersisa.
.
.
.
.
.
.Malam tak selalu menampilkan keindahan. Terkadang bisa berhiaskan bulan dan bintang, terkadang tak berhiaskan keduanya. Dan kali ini, malam ada pada posisi tak berhiaskan bulan dan bintang. Kenapa? Apa karena mengerti kalau ada hati yang sedang gundah?
Yu masih menatap langit Taiwan dari balkon apartemen. Sepertinya tempat itu sudah menjadi tempat favoritnya untuk menghilangkan jenuh dan sedih.
Yu sendirian, tak ada Sam di sisinya. Sepulangnya dari kantor agensi tadi sore, ia belum menghubungi Sam. Hpnya memang sengaja dinonaktifkan agar tak ada yang mengganggu. Namun, ia sangat berharap Sam akan datang untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi.
Terdengar bunyi pintu terbuka. Finally, Sam datang juga setelah Yu sudah menunggu selama 5 jam, 28 menit, 12 detik.
Sam langsung menuju balkon seakan tahu kalau Yu ada di sana. Ia kelelahan, bisa dilihat dari raut wajahnya. Ia duduk di sebelah kanan Yu. "Tadi siang setelah aku bertemu ibuku, aku ke studio, tapi kau tidak ada di sana. Kata Xie, kau pergi tanpa pamit darinya. Aku terus menelfonmu, tapi nomormu tidak aktif. Sebenarnya aku ingin segera ke sini untuk menanyakan apa yang sudah terjadi, tapi aku harus menjalani pemotretan. Yu, apa ada masalah?"
Yu akhirnya mengerti kalau Sam tidak tahu tentang kejadian di ruang produser. "Seharusnya aku sadar ... jika Sam tau tentang pembicaraan ibunya denganku, tanpa harus membuatku menunggu lama, dia akan segera menemuiku untuk menjelaskan. Aku terlalu banyak berpikir sehingga tidak menyadari hal itu sama sekali," batinnya.
Sam bisa menebak kalau Yu sedang memikirkan sesuatu. Ia pun mengelus lembut pipi Yu."Bukankah tidak boleh ada rahasia di antara kita? Jika ada masalah, katakan padaku agar kita bisa menyelesaikannya bersama-sama!"
Yu menurunkan tangan Sam, menggenggamnya erat. "Tadi aku sangat kelelahan sehingga memutuskan untuk pulang lebih dulu. Dan, aku juga sengaja menonaktifkan Hp agar tidak ada yang menggangguku dengan pekerjaan. Aku hanya ingin rehat sejenak saja. Maafkan aku!" Yu terpaksa berbohong. Ia membatin, "Maafkan aku karena sudah berbohong padamu, Sam."

KAMU SEDANG MEMBACA
2 Hearts (TAMAT)
FanficSam dan Yu berada dalam masalah ketika mereka melanggar perjanjian kontrak kerja yang melarang artis dalam satu agensi menjalin hubungan percintaan. Apa yang akan dilakukan oleh Sam dan Yu? Apa mereka tetap mempertahankan cinta dan mengorbankan kari...