PLASTER LUKA

898 11 0
                                        

Dihari berikutnya Elina menjalani harinya sama seperti hari-hari biasa disekolah, berangkat sekolah, belajar dan bercanda dengan kedua temannya. Hari ini Elina bertugas untuk mengembalikan buku ke perpustakaan. Elina mulai mengumpulkan buku siswa dan membawa nya ke perpustakaan.

"Elina butuh bantuan" ucap Amel

"gak usah Mel aku bisa kok"

"tapi kan ini kali pertama kamu, emang kamu tau dimana perpustakaan"

"udah tau kok, dekat ruang guru kan?"

"yaudah deh, tapi kamu emang bisa sendiri?"

"bisa kok Amel, tenang aja"

Elina mulai meninggalkan kelas dan berjalan menuju perpustakaan sambil membawa buku ditangannya. Ketika Elina sedang berjalan melewati tangga dia melihat Erik dan teman-temannya sedang berbincang-bincang dan seketika Erik memandangi Elina dan mata mereka pun bertemu, tapi Elina langsung memalingkan perhatiannya dan meneruskan perjalanannya menuju perpustakaan, tapi Erik terus melihat kearah Elina.

Elina akhirnya sudah menyelesaikan tugasnya dan segera kembali ke kelas, tapi dalam perjalanan Elina bertabrakan dengan seseorang, dia juga ingin mengembalikan buku ke perpustakaan tapi semua buku yang di tangannya jatuh karna bertabrakan dengan Elina.

"maaf....maaf" sambil membereskan buku yang berserakan dilantai

"gak apa-apa"

Elina tidak mengenal orang itu dan baru pertama kali melihatnya disekolah

"aku baru melihat kamu, apa kamu siswa pindahan sama sepertiku?" tanya Elina

"aku bukan murid pindahan atau murid baru, aku murid sekolah ini, kamu mungkin baru melihatku karna aku memang baru datang dari New York untuk pertukaran pelajar"

"wah...jadi kamu yang mewakili untuk pertukaran pelajar sampai ke New York, wah kamu keren banget"

"iya dan ini aku baru mulai masuk sekolah, oh ya nama kamu siapa?"

"nama aku Elina kelas 2 MIPA 3"

"kamu baru kelas 2 ya, berarti kamu panggil aku kak Rehan oke"

Elina tersenyum sambil mengangguk, tidak lama kemudian Elina tersadar kalau dia harus kembali ke kelas

"kak, aku duluan dulu ya"

Elina berlari sambil melambaikan tangan kepada Rehan dan tidak sengaja menabrak Erik.

"maaf kak"

Elina langsung berlari setelah meminta maaf. Disisi lain nampak Erik dan Rehan saling bertatapan dengan tatapan sinis, keduanya hanya diam dan kemudian pergi begitu saja.

***

Waktu istirahat pun tiba. Elina dan kedua temannya duduk di taman sambil menikmati cemilan sambil bergurau bersama. Tapi tiba-tiba Elina tampak kebingungan.

"cari apa Lin?"

"kayaknya aku lupa ambil minum deh, aku kesana dulu ya beli minuman" berdiri dan mulai berjalan meninggalkan Amel dan Jesica

Elina akhirnya mendapatkan minumannya dan mulai berjalan ketempat Amel dan Jesica. Ditengah perjalanan, Elina melihat Erik memegang minuman yang tidak sepatutnya ada di sekolah, Elina lalu menghampiri Erik dan mengambil minuman yang ada ditangan Erik dan membuangnya ke tempat sampah.

"apa-apaan ini, kok kamu buang"

"itu gak baik buat kak Erik"

Kemudian Elina menarik tangan Erik dan memberikan minuman yang dibeli Elina kepada Erik

"ini lebih baik buat kak Erik, kak Erik minum ini aja gak"

setelah memberikam minuman itu Elina mulai berjalan meninggalkan Erik. Baru beberapa langkah Elina berjalan dia kemudian berbalik dan menghampiri Erik lagi, Erik nampak kebingungan dengan tingkah Elina. Elina mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, benda itu adalah sebuah plaster luka. Erik makin bingung dengan apa yang akan dilakukan Elina. Dengan tangannya Elina menyuruh Erik untuk menunduk sedikit, Erik pun mengikuti apa yang di suruh Elina. Kemudian Elina membuka plaster luka dan menempelkan pada luka Erik. Setelah plaster sudah menempel Erik langsung menegakkan badannya dan hanya terdiam sambil menatap Elina.

"aku memberikan kak Erik plaster tapi kenapa kak Erik tidak memakainya" mengomel kepada Erik

Erik hanya terdiam dan hanya menatap Elina. Elina menghembuskan napasnya dan kemudian berjalan meninggalkan Erik. Erik melihat Elina pergi sambil memegangi plaster yang menempel didahinya dan kemudian mengeluarkan palster yang ada di kantong Erik yang diberikan oleh Elina.

Rehan melihat kejadian itu dari kejauhan dan mulai menghampiri Erik. Melihat Rehan datang Erik langsung berjalan pergidan melewati Rehan.

***

Elina berjalan menuju Amel san Jesica yang sudah menunggu Elina. Melihat Amel dan Jesica, Elina melambaikan tangan kepada mereka dan mulai mendekati mereka. Elina langsung duduk didekat Amel dan menikmati cemilan yang ada didepannya.

"loh Lina, minumannya mana"

"oh tadi jatuh dijalan" sambil memasukkan makanan ke mulutnya

"lah kan bisa diambil lagi"

"pas aku mau ambil eh tiba-tiba minumannya hilang" sambil tersenyum

"ah...maksudnya gimana aku gak ngerti"

"ya hilang, minumannya hilang"

Elina kemudian berdiri

"udah ayo kita masuk kelas, pelajaran udah mau mulai" mengambil minuman Amel dari tangannya sambil tersenyum

Amel dan Jesica masih bingung dengan perkataan Elina dan meranjak dari meja dan mengikuti Elina ke kelas.

Bel istirahat kedua pun berbunyi. Elina dan kedua temannya segera pergi ke ruang makan untuk makan, disana sudah banyak siswa mengantri untuk mengambil makanan. Tidak lama kemudian piring Elina sudah terisi dengan berbagai lauk dan mulai mencari tempat duduk. Elina, Amel dan Jesica menyantap makanan yang ada dipiring mereka sambil berbincang-bincang, tiba-tiba Amel menepuk pundak kedua temannya dan menunjuk seseorang yang ada diruangan itu.

"eh..eh..itu, lihat itu" menepuk pundak Jesica dan Elina

"apaansih Amel, lagi makan juga" ucap Jesica

"itu loh makanya liat dulu" menunjuk seseorang yang sedang mengantri makanan

Seketika Jesica dan Elina menengok dan melihat orang itu.

"eh.. itu kan kak Rehan kan?" ucap Elina

Sontak Amel dan Jesica melihat Elina yang membuat Elina terkejut

"kamu tau kak Rehan?" tanya Jesica

"hhmm... tadi aku ketemu didepan perpustakaan"

"kak Rehan itu siswa pertukaran pelajar"

"tau kok, dia dikirim ke New York kan?"

"wah kamu tau?"

"iya, tadi dia bilang kok dan aku sempat bicara sama kak Rehan"

"wah daebak, lihat itu kak Rehan ganteng banget" ucap Amel

Kemudian Erik masuk ruang makan dan membuat suasana menjadi berubah. Erik dan Rehan bertatapan tidak lama mengalihkan pandangan mereka dan mulai dengan kegiatan mereka sendiri. Melihat itu Elina penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada Erik dan Rehan.

"mereka nampak gak akur ya" tanya Elina ke Amel dan Jesica

"yang kamu liat itu cuma gak seberapa, mereka itu musuh bebuyutan, kadang mereka bisa bertengkar hebat" jawab Amel

"disini cuma kak Rehan yang berani melawan kak Erik, gak tau juga kenapa mereka bisa jadi musuh, tapi dulu katanya mereka itu dekat banget dan sahabatan, tidak ada yang tau sebabnya kenapa mereka bisa bermusuhan seperti sekarang" tambah Jesica

Elina kemudian mengangguk setelah mendengar perkataan Jesica dan Amel. Elina makin penasaran dengan hubungan antara Erik dan Rehan. Tapi Elina menyadarkan dirinya untuk tidak mengurus urusan mereka.

KISAH CINTA SEKOLAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang