Dalam perjalanan Elina dan Amanda sedang berbicara dan Amanda meminta maaf atas apa yanh telah dia lakukan.
"Elina aku minta maaf.."
"minta maaf soal apa kak?"
"soal semuanya.."
"sudahlah kak, lagian juga kak Amanda gak pernah ada salah sama aku"
"kamu mungkin gak sadar, aku pernah membuat kalian berdua berjauhan dan merasa cemburu karna aku hanya memikirkan perasaan aku saja dan kejadian malam itu juga"
"sudahlah kak, itu adalah hal wajar"
"tapi Elina, aku sangat jahat sama kamu tapi kamu masih mau menerima aku"
"kak Amanda jangan berkata seperti itu, bagi aku kak Amanda adalah teman yang baik dan sahabat yang baik"
"kamu sangat baik Elina, Erik pasti sangat beruntung karna dapat memiliki pacar sebaik kamu"
"kak Elina pasti juga akan mendapatkan seseorang yang mencintai kak Amanda dengan tulus"
"kamu tau Elina..dari mata Erik terlihat dia sangat mencintai kamu dan aku tidak pernah melihat Erik sebahagia saat bersama dengan kamu dan juga pandangan Erik terhadap kamu penuh cinta, dan mungkin aku tidak akan pernah mendapatkan pandangan seperti"
"mungkin kak Amanda tidak memperhatikan ya, ada seseorang yang begitu mencintai kak Amanda dan akan menatap kak Amanda penuh dengan cinta dan orang itu mungkin ada disekitar kak Amanda tapi kak Amanda tidak menyadarinya"
"apasih Elina...gak mungkin lah"
"tidak ada yang tidak mungkin, hanya saja kak Amanda tidak menyadarinya"
Amanda pun terdiam mendengar perkataan Elina. Kemudian mereka pun sampai dipintu masuk rumah sakit dan Amanda pun pamit ke Elina.
"Elina makasih ya sudah mengantarku"
"iya kak, dan jangan lupa bahwa ada seseorang didekat kak Amanda yang begitu mencintai kak Amanda"
"apasih Elina dari tadi kamu bilang itu loh"
"aku cuma sekedar mengingatkan..." tersenyum
"baiklah Elina aku pergi dulu ya.."
"iya kak, hati-hati ya"
Amanda pun pergi dan Elina pun masuk dan menemui Erik. Elina pun bercerita tentang apa yang Amanda dan Elina bicarakan.
***
Keesokan harinya Elina masih merewat Erik dan kemudian Rehan masuk dan menyapa Elina dan Erik.
"hai Elina..Erik"
"eh kak Rehan.."
Erik dan Elina terlihat senang melihat kedatang Rehan. Mereka mulai bercanda gurau sambil tertawa. Kemudian seorang perawat masuk dan membawakan makanan untuk Erik.
"ini waktunya untuk pasiean makan, saya taruh disini ya" menaruh makanan diatas meja kemudian pergi
Tapi sepertinya Elina juga kelaparan karna dia belum makan sejak tadi hingga perut Elina pun berbunyi dan terdengar oleh Erik dan Rehan.
"suara apa itu..." ucap Rehan mengejek
"sepertinya suaranya dari peru Elina" ucap Erik
"kayaknya aku lapar deh" ucap Elina malu
"iya kan kamu belum makan apa-apa dari tadi" ucap Erik
"iya aku kelupaan" ucap Elina
"yaudah kamu makan bareng aku aja ya, kita makan makanan ini berdua" ucap Elina
KAMU SEDANG MEMBACA
KISAH CINTA SEKOLAH
Fiksi RemajaElina harus ikut pindah sekolah karena mengikuti orang tuanya, apa yang akan terjadi kepada Elina di sekolah barunya?
