Double up lagiiii.... Seneng dong, masa enggak🤣🤣🤣 Mana isi partnya lumayan panjang lagi. So, jangan lupa vote dan komen yang banyak.....
***
Arden terbangun dari tidur lelapnya ketika jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Ia mengelus pipi mulus Liora kemudian mendaratkan kecupan mesra di kening sang kekasih. Sekarang ini Liora memang masih bersamanya dan tengah tertidur sambil memeluknya posesif. Besok pagi barulah ia akan mengantar Liora kembali ke lokasi syuting.
Betapa Arden sangat mencintai wanitanya itu dan tak ingin menyakitinya. Tapi apa yang sudah dirinya perbuat? Diam-diam ia sudah pernah menyentuh Alena walaupun dalam kondisi tak sadar. Bukan hanya menyakiti Liora, tapi ia juga sudah menyakiti sepupunya.
"Maafin aku, Sayang. Maaf. Aku harap kamu bisa maafin aku. Aku beneran nggak sengaja. Aku nggak sadar," batin Arden lirih. Ia tak berani mengucapkannya secara langsung sebab takut Liora bisa mendengar. Ia merasa sangat berdosa pada kekasihnya juga Alena.
Hari sudah kembali malam dan Arden tidak tahu bagaimana kondisi Alena setelah kejadian yang kemarin. Apakah wanita itu baik-baik saja, ia sama sekali tak tahu. Selama bersama Liora, tak ada kesempatan baginya untuk menghubungi Alena karena takut kekasihnya curiga. Sehingga sekarang ini, dengan gerakan hati-hati Arden melepaskan pelukan Liora darinya. Ia turun dari kasur kemudian segera memakai celananya. Setelah itu, Arden meraih ponsel kemudian membawanya menuju balkon.
Arden mencoba menghubungi Alena tanpa tahu waktu yang sudah hampir tengah malam. Ia tidak berpikir jika bisa saja Alena sudah tidur. Hingga beberapa waktu kemudian sambungan mereka terhubung. Namun, Arden dibuat terdiam kala mendengar suara Alena yang tak biasa. Wanita itu mungkin mencoba menutupi, tapi Arden yakin kalau Alena sudah menangis seharian.
"Len, maaf," lirih Arden penuh sesal. Ia tahu, apalah artinya kata maaf. Semuanya sudah terjadi dan tak bisa dihindari. Tapi apa yang bisa dirinya katakan selain maaf? Apa yang bisa ia lakukan untuk menebus kesalahannya pada Alena?
"Lo nggak perlu minta maaf, Ar. Gue nggak apa-apa. Kita lupain aja yang udah terjadi semalam, toh gue juga bukan perawan lagi. Kita juga nggak ada hubungan darah. Anggap aja lo ngelakuinnya sama Liora. Bukan gue. Biar lo nggak ngerasa bersalah terus."
Ucapan Alena terasa menohok Arden hingga ke ulu hati. Ia tanpa sadar telah menyakiti sepupunya itu. Padahal Alena baru saja patah hati karena kekasih brengseknya. Dan sekarang, malah ia yang berlaku brengsek terhadap Alena.
"Lo di mana, Len?"
"Gue di tempat yang aman kok," sahut Alena masih dengan suara lirihnya.
"Di mana? Gue bakal nyamperin."
"Nggak perlu. Lo masih sama Liora, 'kan? Dia bisa curiga kalo lo ngilang. Udahlah, lupain kalo kita pernah tidur bareng, Ar. Lupain kalo lo pernah ngapa-ngapain gue. Setelah pulang dari sini, gue mau kita kayak biasanya. Nggak boleh ada seorang pun yang tau soal ini. Gue capek dan ngantuk, Ar. Gue tutup dulu ya. Lo juga, istirahat. Jangan diforsir buat main mulu," ujar Alena bergurau untuk mencairkan suasana kaku di antara mereka yang mencekam.
Biasanya Arden akan membalas candaan sepupunya itu tanpa rasa canggung. Tapi sekarang, tertawa saja seakan sulit. Bagaimana ia bisa tertawa lepas setelah kejadian ini? Ya Tuhan, Arden benar-benar tak tahu harus bagaimana. Bagaimana caranya ia bisa menebus rasa bersalah terhadap Alena?
"Ya udah. Tapi lo besok balik sama gue, 'kan?"
"Iya."
Arden merasa lega saat mendengarnya. Ia pun memutuskan sambungan mereka dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Ia usap wajahnya cukup kasar karena masalah ini. Tentu saja Arden tak akan bisa melupakan apa telah diperbuatnya pada Alena dengan mudah. Alena sepupunya, walau mereka tak ada hubungan darah. Sehingga bagaimana caranya agar ia bisa lupa kalau sudah pernah tidur bersama sepupunya sendiri?
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Mistake
RomanceSeluruh anggota keluarga dibuat terkejut kala mengetahui Alena mendatangi klinik untuk melakukan aborsi demi menggugurkan janin yang tengah bersemayam di rahimnya. Mereka tak ada yang tahu kalau Alena tengah hamil mengingat gadis itu memang belum me...
