Pemilihan Pangeran Mahkota.
Apa ini mirip dengan pemilihan calon Presiden? Secara tidak langsung kan pemilihan Pangeran Mahkota ini, menentukan Raja masa depan. Walau, memang belum tentu yang menjadi Raja adalah Pangeran Mahkota, sebab mungkin ada kudeta atau kejadian-kejadian yang membuat Pangeran Mahkota ini turun dari tahtanya, tapi tetap saja, menjadi Pangeran Mahkota adalah salah satu jalan paling mudah untuk menjadi Raja.
"Bagaimana menurut Anda, Your Grace? Apa kita harus memperkuat dukungan pada Pangeran Alois?"
Ho. Jika ini diibaratkan dengan pemilihan Presiden, maka para keluarga bangsawan ini adalah partai politik. Dengan pangkat Grand Duke yang dipegang, berarti keluarga mereka adalah partai paling berpengaruh. Ke mana mereka mendukung, maka akan banyak partai lain yang lebih kecil mengikuti. Dan para Pangeran yang ingin menjadi Raja, harus mengembangkan relasinya dengan baik kepada keluarga bangsawan yang kuat.
Inikah alasan yang sesungguhnya mengapa Elnathan berteman dengan salah satu Pangeran?
Siapa tadi namanya?
Pangeran Alois?
"Pihak Gereja juga belum menunjukkan tanda-tanda siapa yang akan mereka dukung. Para Pastor bergerak dengan hati-hati. Bahkan Paus tidak terlihat akhir-akhir ini."
Edeth sebisa mungkin menahan sudut bibirnya agar tak tersenyum sinis. Benar-benar mirip dengan di dunia sana. Agama pun masuk ke dalam dunia perpolitikan. Sebutannya pun juga mirip. Pastor dan Paus. Jangan bilang di sini juga ada The Saint atau The Saintess? Mungkin Holy Maiden? Ah, atau jangan-jangan para Naga yang menjadi The Saint?
"Tapi, ada kabar burung yang mengatakan bahwa mereka akan mendukung Pangeran Asgar."
Satu-satunya bocah di ruangan itu bisa merasakan, ketika tangan kanan Uriel bergerak. Lalu, mendengar suara ketukan pelan dari telunjuk yang mengetuk-ngetuk meja.
"Asgar masih muda dan belum ada pendirian," gumam pria tersebut.
"Anda benar. Tapi, Pangeran Asgar memiliki elemen Cahaya. Dari ketiga Pangeran, kriteria yang diinginkan oleh pihak Gereja ada di Pangeran Asgar."
"Apalagi dengan fakta bahwa Pangeran itu sudah tinggal di Gereja selama tiga tahun."
"Dan juga, saya dengar Pangeran Asgar berencana untuk mengembangkan kemampuannya agar bisa menyentuh elemen yang lain."
Dari pergerakan yang ia rasakan di punggung, Uriel kembali bersandar nyaman. Tampak memikirkan perkataan-perkataan dari orang-orang tadi.
"Bagaimana dengan Albern?" tanya Uriel.
"Pangeran Albern tidak menunjukkan pergerakan apa-apa. Sepertinya dia sungguh-sungguh tidak ingin menjadi Pangeran Mahkota."
Hmm .... jadi, ada tiga Pangeran. Satu adalah teman Elnathan, yang mungkin juga adalah Pangeran dukungan keluarga mereka. Satu lagi Pangeran sempurna untuk pihak Gereja. Yang terakhir, Pangeran yang tidak mau tahta Raja.
Cukup menarik.
"Apa kita harus mengawasi pergerakan Pangeran Asgar lebih saksama?"
Uriel tak langsung menjawab.
"Ngomong-ngomong tentang hal itu, bukankah Pangeran Asgar bisa menjadi teman untuk Tuan Muda Edeth?"
Mendengar namanya disebut, sontak Edeth yang sedari tadi terpejam, membuka kedua mata dengan lebar.
Apa?
Suasana ruangan tersebut langsung berubah. Satu tangan Uriel melingkar di perut anak bungsunya. Menahan, seolah bocah itu akan ditarik pergi. Menatap tajam ke arah orang yang mengusulkan tadi. Tampak sangat tidak setuju dengan hal itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
NEW LIFE
FantasyAku lahir kembali. Di dunia yang benar-benar berbeda dari dunia sebelumnya. Menerima nama baru. Keluarga baru. Takdir baru. Namun, dengan semua ingatan yang masih terekam jelas di kepala, tidakkah Mereka yang menghidupkan aku kembali melakukan kesal...