2. Malu

731 73 26
                                        

Setelah mengingat masa lalunya yang sudah Yn kubur dalam-dalam itu, ia lantas membalikkan tubuhnya, berlari pergi dari sana-tak sanggup melihat wajah tampan Seokjin yang tak banyak berubah sejak 7 tahun lalu pria itu menikah dengan gadis yang disukainya.

Sesampai di dapur, Yn langsung membuka kulkas dan mengambil botol air dingin dari dalam sana, kemudian meminumnya hingga setengah botol.

Sesudahnya, wajah Yn masih memanas karena pertemuan yang tiba-tiba tadi. Apalagi keadaan serta penampilannya sekarang sungguh mengenaskan-menggembelkan.

"Cinta monyet mu ada di luar, kau tak menyapanya?." Tanya Hoseok yang tiba-tiba saja masuk ke dapur dan mengagetkannya

"Sialan kau." Ucap Yn kesal sembari berbalik menghadap Hoseok

Yn lantas menatap tajam pada sang kaka yang kini tengah duduk di kursi meja makan. "Jangan ingat-ingat yang sudah berlalu." Ucapnya, kemudian dengan wajah kesalnya

"Bagaimana aku tak mengingatnya, bahkan 7 tahun yang lalu kau menangis tersedu-sedu di pesta pernikahannya karena impian masa kecilmu telah pupus. Hahahahaha" Sahut Hoseok lalu tertawa keras, mengabaikan Yn yang semakin menahan kesal padanya

"Aish, benar-benar menyebalkan." Batin Yn, frustasi ketika dirinya lagi-lagi teringat dengan masa lalu yang ingin ia kubur dan lupakan itu.

Saat itu, 7 tahun yang lalu, Yn dikejutkan dengan undangan pernikahan yang ia temukan di meja rias ibunya. Yn yang terlalu penasaran dengan orang yang akan menikah itu, lantas membuka undangan tersebut hingga tak lama kemudian, gadis muda itu merasakan panas di kantung mata serta hatinya.

Ya, Yn melihat nama Kim Seokjin dan seorang gadis bernama Lee Hana di undangan itu. Sontak saja, Yn pun langsung menangis dengan histeris hingga membuat orang tuanya serta Hoseok menjadi khawatir dan mengira ia tengah kesurupan.

Bahkan ketika Yn menghadiri pesta pernikahan mereka berdua dengan terpaksa. Gadis itu tanpa sengaja menangkap buket bunga yang mereka lemparkan ke arahnya.

Alhasil, Yn pun langsung membuang buket bunga itu ke lantai, lalu berlari pergi dari sana, hingga hari itu menjadi hari terakhir ia benar-benar bertemu dengan Seokjin, cinta monyetnya dulu.

"Yn, tolong buatkan minuman untuk Seokjin." Suruh sang ibu yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Yn, yang tengah melamun dalam diam

"Ibu saja yang buatkan, aku malas." Sahut Yn, setelah tersadar dari nostalgia masa lalunya

Yn pun beranjak pergi dari dapur, meninggalkan sang ibu dan Hoseok yang masih ada di dalam sana.

Saat Yn hendak naik ke lantai 2 menuju kamarnya, gadis itu sontak dikejutkan dengan kehadiran Seokjin yang tiba-tiba saja berdiri di hadapannya, hingga menghadang langkahnya yang hendak menaiki anak tangga di depannya.

"Bagaimana kabarmu?" Tanyanya yang berhasil membuat jantung Yn berdebar-debar, seperti pertama kali ia melihatnya dulu

"Ku mohon, jangan buat aku menyukaimu lagi." Batin Yn, berteriak memohon

"Seperti yang kau lihat, aku tak baik-baik saja." Jawab Yn dengan asal, kemudian berlalu pergi meninggalkan Seokjin di sana

.

Sesampainya Yn di kamar, gadis itu langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya agar tak seorang pun bisa masuk ke dalam sana. Sesudahnya, Yn pun berlari ke ranjangnya lalu memukul bantalku dengan keras, demi meluapkan kekesalan hatinya itu.

"Menyebalkan. Ku pikir setelah waktu berlalu, perasaanku padanya akan hilang, tapi setelah bertatap muka dengannya tadi, perasaan itu kembali datang." Batin Yn, menenggelamkan wajahnya di bantal

My First Love Is A WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang