33. Hadiah

225 30 12
                                        

"Ayo pulang." Ajak Yn pada Jimin yang lantas dibalas anggukan dari lelaki itu

Tak lama sesudah itu, Jimin menghentikan langkahnya sembari berucap pada Yn. "Boleh aku titip ini sebentar? Sepertinya aku melupakan sesuatu." Jelasnya, mencoba menitipkan kado untuk ibunya tadi pada Yn

"Ya, tentu." Sahut Yn, tak keberatan Jimin menitipkan kado itu padanya

Jimin pun tersenyum simpul pada Yn, kemudian berbalik meninggalkan gadis itu di tengah pusat perbelanjaan, seorang diri.

.

"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya wanita pegawai toko pada Jimin, saat melihat lelaki itu kembali memasuki toko tersebut setelah beberapa saat meninggalkan tempat itu

Jimin mengangguk lalu mengedarkan pandangannya ke arah tas yang Yn pandangi di toko itu. Namun setelah ia cari-cari, tas itu sudah tak berada di sana lagi. "Kemana tas yang berada di tempat itu?"

"Seseorang baru saja membelinya sesaat setelah anda keluar dari sini." Jawab pegawai toko tersebut

"Benarkah? Lalu apa kalian masih memiliki model tas yang sama? Aku ingin membelinya juga." Tanya Jimin yang lantas di jawab gelengan oleh pegawai itu

.

"Kemana dia? Kenapa dia membiarkan Yn berdiri seorang diri di sana?" Ucap Seokjin kala melihat Yn berdiri di tengah-tengah pusat perbelanjaan seorang diri dengan menenteng belanjaan milik Jimin

Tak kuasa melihat Yn berdiri seorang diri di sana, Seokjin pun melangkahkan kakinya mendekati Yn, namun belum sempat ia sampai di dekat gadis itu, Jimin sudah berlari menghampiri sembari tersenyum lebar.

"Maaf membuatmu menunggu lama." Ucap Jimin sesampainya di hadapan Yn, kemudian mengambil alih belanjaannya dari gadis itu

Yn mengangguk sembari tersenyum simpul pada Jimin. "Ya, tak apa. Kalau begitu, ayo kita pulang."

"Ya. Ayo pulang." Sahut Jimin lalu berjalan di sebelah Yn dengan menentang belanjaannya

Seokjin yang tadinya hendak menghampiri Yn, sekarang hanya bisa menghela napas berat sembari ikut berjalan - keluar dari pusat perbelanjaan itu.

.

Seokjin meletakkan bingkisan berupa tas yang ia dibeli di pusat perbelanjaan tadi di atas ranjangnya, sepulangnya ia dari mengikuti Yn dan Jimin.

Flashback

Sekeluarnya Yn dan Jimin dari toko tempatnya membeli tas, Seokjin pun masuk ke toko tersebut.

"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah satu pegawai di toko tersebut pada Seokjin

"Ya. Bisa ambilkan tas yang di lirik oleh gadis yang saja baru keluar dari sini? Aku ingin membelinya." Pinta Seokjin pada pegawai toko itu

"Ya. Akan saya ambilkan." Sahutnya, kemudian berlalu mengambil tas yang Yn inginkan

Flashback End

Tok tok tok

"Ya. Masuklah." Sahut Seokjin setelah pintu kamarnya di ketuk dari luar

Tak berselang lama, Seojun pun masuk ke dalam kamar sang ayah dengan raut wajah masamnya.

"Ada apa?" Tanya Seokjin yang menyadari raut wajah sang anak yang terlihat tak baik-baik saja

"Bagaimana jika sekarang saja kita ke rumah keluarga Jung? Aku sudah sangat merindukan mereka, ayah." Pinta Seojun, memelas

Sontak karena hal itu, Seokjin pun terdiam sembari menoleh ke arah tas yang di belinya tadi. "Ya sudah kalau begitu. Bersiaplah, kita akan ke rumah mereka sekarang juga." Sahutnya, tersenyum simpul pada Seojun

My First Love Is A WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang