30. Sekantor

212 25 0
                                        

"Semoga di terima, semoga di terima." Pinta Yn penuh harap dalam hatinya, kala hendak mengecek email pemberitahuan yang baru saja ia terima dari perusahaan milik keluarga Seokjin

Sedetik kemudian, Yn membulatkan matanya - terkejut membaca isi email tersebut.

"Aaaaaaaa." Teriaknya setelah itu

Bagaimana Yn tak berteriak, ia sangat kegirangan mengetahui fakta bahwa dirinya berhasil di terima di perusahaan keluarga Seokjin.

Saking senangnya, Yn berlari mengelilingi kamarnya sebelum melompat ke ranjangnya dan berguling-guling di sana. "Akhirnya aku diterima juga bekerja di sana. Aaaaa." Teriaknya girang - sekali lagi

.

"Yoo Reseul, menurutmu yang mana yang bagus? Yang ini atau yang ini?" Tanya Yn pada Reseul saat keduanya tengah berada di mal - memilih pakaian yang hendak ia gunakan di hari pertamanya masuk bekerja, esok

Reseul diam dengan wajah berpikir. "Menurutku, yang biru muda saja. Yang pink agak terlalu kuno."

"Yah, padahal aku sukanya yang ini." Sahut Yn dengan wajah sedihnya, kala blouse berwarna pink yang ia sukai, di anggap kuno oleh Reseul

Sontak, Reseul pun memutar matanya dengan kesal sembari melihat ke arah lain. "Kalau kau sukanya yang itu, lalu kenapa tanya padaku? Huh."

"Ya karena uangku cuma cukup untuk beli 1 baju saja. Makanya aku bertanya padamu, yang mana yang bagus." Sahut Yn, meletakkan blouse pink tadi ke tempatnya

"Oh iya, katanya kau menelpon dia lagi ya, saat kau mabuk kemarin? Kenapa kau selalu menelponnya? Kau tidak malu melakukan itu?" Tanya Reseul yang kembali mengungkit kejadian kemarin

Alhasil, Yn pun membeku diam. Teringat dengan kebiasaan mabuknya yang selalu menghubungi Seokjin. "Mungkin karena hati terdalam ku tak rela dia memutuskanku begitu saja."

"Kenapa kau tak terima perasaan Jungkook saja? Alih-alih terus berharap pada pria itu. Kalau aku jadi kau, sudah sejak dulu aku mengencani Jungkook yang selalu setia di sampingmu." Sahut Reseul sembari ikut memilik pakaian di samping Yn

"Kalau begitu, berkencan saja dengan Jungkook." Balas Yn yang mulai kesal dengan sikap Reseul yang terus saja menyuruhnya berkencan dengan Jungkook

"Maunya aku juga begitu, tapi masalahnya Jungkook tidak menyukaiku. Dia menyukaimu. Hanya kau seorang." Jelas Reseul yang ikut kesal akan balasan Yn padanya

Seketika itu juga, Yn pun teringat dengan temannya di SMA dulu - Yoo Lini. Ia juga dulu menyukai Jungkook tapi lelaki itu malah menyukainya hingga hubungan persahabatan mereka menjadi renggah hingga saat ini.

"Ya. Kenapa kau diam? Kau marah karena aku mengungkit Jungkook lagi?" Tanya Reseul sembari menepuk bahu Yn

Sontak Yn pun tersadar dari nostalgia masa lalunya, kemudian tersenyum simpul pada Reseul. "Tidak. Aku tak marah. Aku hanya teringat akan masa lalu."

.

Esoknya, dengan langkah kaki yang penuh dengan semangat, Yn memasuki perusahaan milik keluarga Seokjin.

Di saat yang sama, Seokjin juga baru tiba di perusahaan milik ayahnya dengan mengendarai mobilnya.

"Kebetulan sekali kita bertemu di sini, kau karyawan baru itu kan?" Tanya seorang lelaki pada Yn saat ia tengah berdiri dan menunggu lift di depannya terbuka

Bingung, Yn hanya bisa mengangguk ke arah lelaki itu lalu mengalihkan wajahnya.

"Astaga. Aku lupa mengenalkan diriku padamu. Aku Park Jimin, karyawan lama di sini sekaligus mentormu nanti." Ucap pria itu pada Yn

My First Love Is A WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang