29. Sekian Lama

225 21 17
                                        

4 tahun kemudian. Dengan langkah percaya dirinya, Yn memasuki perusahaan milik keluarga Seokjin sembari memakai pakaian formalnya.

"Jung Yn, kau pasti bisa. Semangat." Ucapnya pada dirinya sendiri, sebelum memasuki ruangan wawancara

.

"Ayah!" Panggil Seojun dengan suara kerasnya

Seokjin yang tengah menarik koper besarnya - keluar dari bandara, sontak tersenyum cerah dan merentangkan kedua lengannya kala melihat Seojun berlari ke arahnya dengan senyum sumringannya.

"Aku merindukan ayah." Akui Seojun saat sampai di pelukan Seokjin

"Yah, ayah juga merindukanmu." Sahut Seokjin sembari mengeratkan pelukannya pada sang anak yang kini sudah bertambah tinggi

Tak berselang lama, Seojun melepaskan dirinya dari sang ayah, kemudian menatapnya dengan kesal. "Ayah jahat sekali. Selama 4 tahun ini tidak pernah pulang."

"Maaf. Ayah terlalu sibuk dengan pekerjaan ayah, sampai tak sempat pulang. Tapi walau begitu, ayah selalu menghubungimu kan." Balas Seokjin, mengingatkan

Seojun yang diingatkan oleh Seokjin, lantas tersenyum lebar lalu mengambil alih koper ayahnya itu. "Ayah bawa apa saja sampai koper ayah sebesar ini? Apa ayah bawa mainan untukku?"

"Iya. Ayah bawa mainan untukmu, jadi ayo pulang, biar ayah tunjukkan mainannya." Jawab Seokjin lalu memegang tangan Seojun untuk pulang bersamanya

.

"Bagaimana? Wawancara mu lancarkan?" Tanya Reseul pada Yn, saat keduanya tengah makan malam di kedai pinggir jalan

Yn diam, meneguk gelas yang telah ia isi dengan soju lalu meletakkan gelas kosongnya dengan kesal. "Aku tidak tahu, tapi sepertinya wawancaraku kacau." Jawabnya pesimis

"Kan sudah ku bilang, terima saja tawaran kerja di perusahaan tempat Jungkook bekerja juga. Bukannya melamar pekerjaan di perusahaan sebesar itu tanpa memiliki pengalaman dulu. Kan jadinya wawancara kacau." Sahut Reseul yang juga telah mengenal Jungkook, setelah 3 tahun lalu di kenalkan oleh Yn

Yn menggeleng lalu mengisi gelas kosongnya dengan Soju. "Tidak bisa. Aku harus bekerja di perusahaan itu, bagaimana pun juga. Dengan begitu, aku bisa balas dendam dengan Kim Seokjin."

"Kau masih belum bisa melupakannya ya...? Padahal Jungkook sampai sekarang masih mendekatimu, kenapa kau tidak menerimanya saja. Alih-alih menunggu pria jahat itu." Usul Reseul yang lantas di balas gelengan oleh Yn

"Anehnya, sekuat apapun aku berusaha untuk membencinya, hatiku tetap saja tak bisa. Mungkin karena dia cinta pertamaku, jadi dia memiliki kedudukan yang tinggi dan kokoh di hatiku." Jelas Yn dengan raut wajah sedihnya

Sontak, Reseul pun menggeleng tak habis pikir, lalu merebut gelas soju milik Yn dan meneguknya sampai habis. "Cinta itu memang rumit ya. Karena itu, aku tak mau bodoh sepertimu." Ucapnya, meletakkan gelas soju yang telah kosong di atas meja

.

"Sial. Berat sekali." Umpat Reseul sembari membopong Yn yang tengah mabuk dan tak sadarkan diri ke halte bus

Beberapa saat setelahnya, sebuah mobil berhenti di depan mereka.

"Cepat, ambil Yn dariku." Suruh Reseul pada Jungkook yang baru saja keluar dari mobil tersebut

Dengan patuh, Jungkook mengangguk - menarik Yn dari Reseul, kemudian memasukkannya ke dalam mobilnya. "Kau mau ikut? Biar sekalian aku antar."

"Tak perlu, lagi pula arah rumahku berbeda denganmu." Jawab Reseul yang lantas dibalas anggukan kepala oleh Jungkook

My First Love Is A WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang