10. Penasaran

343 33 2
                                        

Yn benar-benar menuruti perintah Seokjin. Dimana beberapa hari kebelakang dan kedepannya, gadis itu menahan perasaan sukanya pada Seokjin dengan memilih fokus pada studinya.

Terbukti, saat Seokjin kembali mengajar di kelasnya, gadis itu tampak biasa-biasa saja ketika pria itu menjelaskan di depan sana, dan bahkan berjalan melewati bangkunya saat menjelaskan.

Saat melewati bangku Yn, Seokjin diam-diam tersenyum tipis sembari melirik sang gadis yang fokus dengan buku catatannya. Mencatat hal-hal penting yang ia jelaskan padanya.

"Dia benar-benar melakukannya." Batin Seokjin saat kembali melewati bangku Yn, lalu berdiri di depan kelas - di depan murid-muridnya yang lainnya

"Ada yang ingin bertanya, kalau ada. Silahkan angkat tangan kalian." Tanya Seokjin pada murid-murid di kelas tersebut

Hening. Tak ada yang berani mengangkat tangannya hingga Seokjin pun mau tak mau menyudahi pembelajarannya, sebab waktu mengajarnya sisa semenit lagi.

Triiiiiiiiiiiing...

Seokjin pun berbalik ke meja guru, merapikan buku dan laptopnya, kemudian berlalu pergi dari sana setelah mendengar bel istirahat berbunyi.

.

Saat teman-teman sekelasnya yang lain tengah berlarian menuju kantin sekolah untuk mengisi perut mereka yang keroncongan. Yn malah berjalan ke arah sebaliknya.

Gadis itu berjalan ke arah perpustakaan dengan membawa buku catatan dan juga alat tulisnya.

Tak lama, Yn pun sudah sampai di perpustakaan. Ia meletakkan alat tulisnya di salah satu meja yang kosong, kemudian mencari buku latihan yang bisa ia gunakan untuk mengetes kemampuan belajarnya.

Saat Yn tengah fokus memilih buku latihan, diam-diam Seokjin meletakkan kotak bekal di samping alat tulis Yn, kemudian pergi dari sana tanpa sepengetahuannya.

Sedetik setelahnya, Yn akhirnya menemukan buku latihan yang ia cari-cari sejak tadi. Dan dengan penuh semangat, gadis itu pun kembali ke meja tempatnya menaruh alas tulisnya tadi.

"Loh! Ini kotak bekal siapa?" Tanya Yn, bingung saat menemukan kotak bekal tersebut di samping bukunya

Penasaran dengan pemilik bekal itu, Yn menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencari seseorang yang mungkin saja pemilik dari kotak bekal tersebut.

"Sepertinya Itu memang untukmu." Ucap Jungkook, yang tiba-tiba saja masuk ke dalam perpus dan menghampiri Yn yang kebingungan

"Untukku? Dari siapa?" Tanya Yn dengan bingung, sedangkan Jungkook hanya diam saja

Flashback

"Dia mau kemana?" Gumam Jungkook saat melihat Yn berbelok arah, saat yang lainnya tengah berlarian ke kantin

Penasaran, Jungkook pun mengikuti Yn, hingga sebelum melewati ruang guru, lelaki itu berhenti sembari mengerutkan keningnya bingung ketika melihat pak Seokjin keluar dari ruang guru sembari membawa kotak bekal.

Rasa penasaran Jungkook pun semakin menjadi-jadi tak kala menyadari bahwa pak Seokjin mengikuti Yn ke perpustakaan. Dimana pria itu meletakkan kotak bekal yang di bawanya di samping buku milih Yn.

Menyaksikan hal itu, Jungkook pun pura-pura tak menyadarinya saat pak Seokjin keluar dari perpustakaan dan berjalan melewatinya.

"Pantas saja dia tersenyum seperti itu saat melewati bangku Yn tadi." Batin Jungkook, sembari mengingat saat tak sengaja melihat gurunya tersenyum di samping bangku gadis yang masih disukainya

"Haah. Sainganku sungguh berat." Ucap Jungkook lalu melangkahkan kakinya, memasuki perpustakaan tempat Yn berada

Flashback End

My First Love Is A WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang