Di malam hari, Yn tengah menghitung pengeluaran selama hidup sendiri dan setelah ia hitung-hitung, pengeluarannya jauh lebih banyak dari pada saat ia tinggal bersama orang tuanya dulu.
"Aku harus bagaimana? Uang segini tidak akan cukup sampai akhir bulan ini." Gumamnya, khawatir setelah uang jajannya sisa setengah, padahal baru seminggu yang lalu ibu nya mengirimkannya uang
"Apa aku harus menelpon ibu untuk meminta kenaikan uang jajan? Tapi jika ku lakukan, aku akan memberatkan ayah. Apalagi sekarang bisnis ayah sedang tidak baik. Jadi aku harus bagaimana?" Sambungnya resah, kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang
Yn lantas memejamkan matanya, memikirkan cara agar bisa menambah uang jajannya tanpa melibatkan orang tuanya. "Haruskah aku mencari pekerjaan paruh waktu?" Pikirnya dalam hati sembari membuka pejaman matanya - memandang langit-langit kamarnya dalam diam
"Sepertinya begitu." Ucapnya kemudian
.
Esoknya, saat Yn tengah makan siang bersama Seokjin di dekat tempat kerja dan kampusnya, ia hendak memberitahu pria itu bahwa ia akan mencoba mencari pekerjaan paruh waktu untuk menambah uang jajannya. Namun saat Yn hendak buka suara, ia menyadari raut wajah Seokjin yang terlihat banyak pikiran.
"Ada apa? Apa sesuatu telah terjadi?" Tanya Yn pada Seokjin
Sontak, Seokjin pun mengangkat wajahnya - menatap Yn sembari menggeleng pelan. "Tidak. Tidak ada yang terjadi Jung Yn, jadi aku baik-baik saja." Jawabnya lalu tersenyum simpul pada gadis itu
"Benarkah? Baguslah kalau begitu. Aku takut sesuatu telah terjadi... Oh iya, sepulang dari kampus hari ini, aku hendak mencari pekerjaan paruh waktu." Beber Yn pada akhirnya
Seketika itu juga, Seokjin mengernyit penasaran. "Pekerjaan paruh waktu. Kenapa? Apa kau kekurangan uang?"
Yn mengangguk lalu menjelaskan pada Seokjin dengan raut wajah sedihnya. "Ya. Aku kekurangan uang. Karena itu aku hendak mencari pekerjaan. Tapi, jangan beritahu orang tua ku ya kalau aku kekurangan uang. Aku tidak ingin membuat mereka khawatir, apalagi bisnis ayahku kurang bagus akhir-akhir ini. Jika mereka tahu, mereka pasti akan merasa bersalah."
"Baiklah. Aku akan merahasiakan ini. Tapi jika kau benar-benar kekurangan uang dan belum menemukan pekerjaan paruh waktu, beritahu aku. Aku akan membantumu walau hanya sedikit." Sahut Seokjin, menggapai kedua tangan Yn sembari menatapnya dengan tatapan lembutnya
.
Sorenya, setelah kelas terakhirnya selesai, Yn lantas mendatangi cafe dekat kampusnya yang tengah mencari karyawan paruh waktu.
Semasuknya Yn di cafe tersebut, ia terkejut kala mendapati dosennya - Min Yoongi tengah berdiri di balik meja kasir.
"Loh, kenapa Pak Yoongi ada di sini? Bapak juga kerja di sini?" Tanyanya, melangkah mendekati dosennya itu
Sontak, Yoongi pun mengalihkan pandangannya ke arah Yn dengan raut wajah dinginnya. "Tidak."
"Lalu kenapa Pak Yoongi ada di sini?" Tanya Yn, heran
"Karena ini cafe milik saya dan saya hanya menggantikan karyawan saya yang tiba-tiba saja keluar dari sini tanpa pemberitahuan terlebih dulu." Jelas Yoongi pada Yn
Alhasil, Yn pun tersenyum lebar pada Yoongi lalu menyodorkan berkas yang di bawanya pada pria itu.
"Apa ini?" Tanya Yoongi yang bingung saat Yn tengah menyodorkan berkasnya, padanya
"CV dan surat lamaran saya pak." Jawab Yn lalu tersenyum lebar pada Yoongi, berharap dosennya itu mau menerimanya bekerja di cafe tersebut
"Oh." Sahut Yoongi dengan singkat, kemudian mengambil berkas milik Yn
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
FanfictionIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
