Di malam hari, di dalam kamarnya, Yn duduk diam sembari memikirkan, haruskah ia kembali menerima Seokjin atau tidak.
Tok tok tok
"Iya. Masuk saja." Seru Yn hingga sedetik kemudian, pintu kamarnya terbuka dan menampakkan sang ibu yang berdiri di sana dengan senyum simpulnya
"Rupanya kau belum tidur. Kenapa? Ada yang kau pikirkan?" Tanya Ny. Jung, melangkah menghampiri Yn yang duduk di atas ranjangnya
Yn mengangguk sedangkan Ny. Jung hanya tersenyum tipis sembari ikut duduk di sampingnya. "Beritahu ibu. Mungkin ibu bisa bantu."
"Benarkah, ibu bisa membantuku?" Tanya Yn yang lantas di jawab anggukan oleh sang ibu
Yn menunduk sembari menghela napas berat, kemudian menatap sang ibu dengan raut wajah memelas. "Ibu tahukan, kalau dulu aku dan Seokjin pernah berkencan kemudian putus setelah ia pindah ke Jepang? Baru-baru ini Seokjin menyatakan perasaannya kepadaku dan itu membuat perasaanku berkecamuk. Memang benar, aku menunggu saat seperti itu datang, tapi aku juga takut. Aku takut ia kembali menyakitiku. Karena itu bu, sekarang aku bingung. Haruskan aku menerimanya atau tidak?"
"Tapi kamu masih mencintainya kan?" Tanya Ny. Jung yang di jawab anggukan oleh Yn
Ny. Jung lantas tersenyum simpul, lalu mengusap kepala sang anak dengan lembut. "Bukankah kalian saling mencintai?. Jika memang benar, berikanlah dia kesempatan untuk menunjukkan keseriusannya padamu. Dan jika nantinya dia menyakitimu lagi, saat itu kamu boleh berhenti untuk mencintainya. Jadi, segera lah beritahu dia soal perasaanmu yang sebenarnya, sebelum terlambat."
.
Esoknya, saat Yn tengah pamit kepada orang tuanya sebelum berangkat bekerja, Seokjin tiba-tiba saja muncul dan mengajak Yn untuk berangkat bersamanya.
"Ikutlah bersama Seokjin." Suruh Ny. Jung sembari mendorong punggung sang anak untuk ikut dengan pria itu
"Tapi Bu - " Sahut Yn, menoleh ke arah sang ibu yang masih mendorongnya untuk mengikuti Seokjin
"Sudah. Ikuti saja dia. Sekalian, beritahu dia tentang jawabanmu semalam." Bisik Ny. Jung
Seketika itu juga, Yn pun membulatkan matanya - terkejut sekaligus tak terima ibunya mengungkit hal sensitif seperti itu. Namun pada akhirnya, ia mengalah juga dan ikut masuk ke dalam mobil Seokjin dengan terpaksa.
"Kim Seokjin." Panggil Yn saat Seokjin tengah menyalakan mesin mobilnya
"Ya. Kenapa Jung Yn?" Sahut Seokjin, menoleh ke arah Yn yang duduk di sampingnya
Yn tak langsung menjawab, sebaliknya ia melirik sebentar ke arah Seokjin lalu melihat keluar sana. "Aku menerimamu."
"Terima kasih Jung Yn." Ucap Seokjin sembari memeluk Yn dengan tiba-tiba, hingga membuat gadis itu terkejut akan perbuatannya itu
"Ya. Sama-sama. Tapi bisakah kita segera pergi dari sini. Orang tuaku masih ada di luar." Sahut Yn, melirik dengan was-was keluar sana, dimana kedua orang tuanya masih berdiri di depan kediaman mereka dan memandangi mobil Seokjin yang tak kunjung pergi juga
.
"Kim Seokjin, tolong turunkan aku di depan sana." Pinta Yn, menunjuk halte bus dekat tempat kerjanya
Seokjin yang masih menyetir di sampingnya, menoleh sebentar ke arah Yn. "Kenapa? Apa kau lapar?" Tanyanya, mengira Yn hendak turun dan memesan makanan di restoran dekat halte
Yn menggeleng. "Tidak. Bukan begitu Kim Seokjin. Aku tidak mau orang-orang salah paham dengan kita. Karena itu, turunkan aku di halte itu saja."
"Biarkan saja mereka melihat kita bersama. Dengan begitu mereka akan tahu, bahwa kau milikku dan aku milikmu." Balas Seokjin, menyetir melewati halte bus yang di tunjuk Yn tadi
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
FanfictionIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
