Yn mendengus kesal. Dipikirannya, saat ia ikut perjalanan bisnis Seokjin, mereka bisa melakukan banyak hal romantis bersama-sama. Namun nyata, sampai mereka pulang dari Jeju, hal romantis yang ia bayangkan tak pernah terjadi.
"Aaaaaaaa." Teriaknya kesal, semasuknya Yn di apartemen studionya
.
Esoknya, Yn hanya diam di apartemen studionya. Diam tanpa melakukan apa-apa sembari menunggu Seokjin menghubunginya. Namun saat pria itu menghubunginya, ia lantas mematikan ponselnya dengan wajah yang tersenyum miring.
Sore menjelang malam, akhir yang ditunggu-tunggu oleh Yn datang juga. Seokjin datang ke tempatnya sembari membawa makanan untuknya.
"Apa kau marah?" Tanya Seokjin saat ia sudah duduk berhadapan dengan Yn, di apartemen studio gadis itu
Yn menatap Seokjin dalam diam, kemudian menggeleng. "Lalu kenapa tadi siang kau mengabaikan telpon ku?" Sambung pria itu padanya
Sontak, Yn pun memasang raut wajah polosnya tanpa merasa bersalah sedikitpun. "Aku sibuk karena itu aku tak sempat mengangkat telpon mu."
Seokjin lantas menghela napas berat dan menatap Yn dengan tatapan tak percaya. "Jung Yn, jika kau berniat mengujiku hanya karena aku tak melakukan sesuatu yang kau harapkan padamu, ku harap kau berhenti. Karena aku tak punya waktu meladeni sikap kekanak-kanakan mu ini."
"Apa?" Sahut Yn, terkejut mendengar ucapan Seokjin yang diluar ekspektasinya
Yn pun sontak menggeleng dan mencoba menjelaskan pada Seokjin, walau pada akhirnya ia menyesal juga. "Bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin - maaf kalau begitu. Tak akan aku ulangi lagi."
"Habiskan makananmu." Suruh Seokjin sembari berdiri dari duduknya
"Kau mau kemana?" Tanya Yn, menahan tangan Seokjin untuk tak pergi meninggalkannya
Seokjin melepaskan pegangan Yn yang menahan tangannya, sembari balas menatap sang gadis yang menatapnya dengan tatapan memelas. "Aku mau pulang. Seojun sudah menungguku sekarang."
Yn menggeleng, berdiri dari duduknya dan kemudian memeluk Seokjin. "Jangan pulang, temani aku di sini saja... Sejujurnya, aku memang sengaja tidak mengangkat telpon mu sebab aku mau tahu, apa yang akan kau lakukan padaku jika aku tak mengangkatnya. Aku juga ingin mengetahui seberapa seriusnya kau dengan hubungan kita. Karena itu, temani aku di sini ya." Pintanya, mendongak menatap Seokjin tanpa melepaskan pelukannya
Seokjin diam. Tak berucap maupun membalas tatapan Yn padanya. Sebaliknya, ia menghela napas berat dan melepaskan pelukan Yn padanya.
"Kau sungguh marah padaku?" Tanya Yn dengan mata yang berkaca-kaca, menatap Seokjin di hadapannya
Seokjin menggeleng. Tak tega melihat Yn yang tengah menahan tangis. "Aku tak marah. Aku hanya sedikit kesal dengan sikapmu tadi." Jawabnya lalu menarik Yn ke dalam pelukan hangatnya
"Karena itu, jangan di ulangi lagi ya." Sambungnya penuh harap, yang lantas di jawab anggukan paham oleh Yn
"Ya. Tak akan aku ulangi lagi." Sahut Yn, tak lama setelahnya
.
Hari libur Yn telah usai, dan sekarang gadis itu kembali bersiap-siap untuk ke kampusnya. Menghadapi mata kuliah baru serta dosen baru.
"Selamat pagi semua. Perkenalkan saya Min Yoongi, dosen yang akan mengajar di mata kuliah ilmu administrasi." Sapa seorang pria yang baru saja masuk ke dalam kelas yang di tempati oleh Yn dan teman-teman sejurusannya yang lain
Gadis di samping Yn yang bernama Yoo Reseul, lantas menyikutnya, dan berbisik. "Pak Yoongi, tampan ya."
"Tidak juga. Lebih tampan Kim Seokjin dari pada dia." Sahut Yn, ikut berbisik ke sampingnya
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
Fiksi PenggemarIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
