17. Apartemen

362 34 10
                                        

Dari hari pertama ujian sampai hari terakhir ujian, Yn mengerjakannya dengan baik. Hingga saat hari kelulusannya, gadis itu mendapatkan rangking 10 besar di sekolahnya.

Seokjin yang juga datang ke acara kelulusan Yn bersama Seojun di sampingnya, bertepuk bangga saat gadis itu naik ke panggung untuk mengambil ijazah kelulusannya.

Seturunnya Yn dari panggung, ia lantas menghampiri orang tuanya, Hoseok serta Seokjin dan Seojun yang duduk bersama mereka.

"Selama atas kelulusanmu." Ucap Seokjin sembari memberikan karangan bunga untuk Yn

"Ya. Terima kasih." Sahut Yn dengan malu-malu

Alhasil, Hoseok langsung berucap. "Tak usah malu-malu, biasanya juga kau memalukan."

"Yak!." Kesal Yn hingga membuat Seojun menatapnya dengan polos

"Jangan marah-marah, nanti kakak cepat tua." Seru anak laki-laki itu

Sontak, Yn pun menahan amarahnya lalu menunduk ke arah Seojun dengan senyum simpulnya. "Kakak tidak marah, hanya sedikit kesal." Jelasnya, kemudian melirik sinis ke arah Hoseok yang sejak tadi menertawakannya

.

Malamnya, saat Yn tengah makan malam bersama kedua orang tuanya. Ia tiba-tiba sangat mengatakan keinginannya untuk keluar dari rumah saat kuliah nanti.

Awalnya, Ny. Jung tak membiarkan Yn, namun setelah mendengarkan keinginan sang anak yang hendak belajar hidup mandiri, wanita paruh baya itu pun mau tak mau mengijinkannya. Sedangkan Tn. Jung, sejak awal sudah mengijinkan Yn mengingat anak gadisnya itu memang sudah harus belajar hidup mandiri.

.

Tibalah hari saat Yn benar-benar pindah dari rumahnya. Dimana gadis itu menyewa apartemen studio yang berada tak jauh dari tempat kuliah serta tempat kerja Seokjin.

Yn sengaja menyewa tempat tinggal di daerah strategis seperti itu. Agar ia tak perlu ongkos banyak ke kampusnya, serta ia bisa dengan leluasa menemui Seokjin di tempat kerja pria itu.

Yn menatap apartemen studionya dengan serapi mungkin dan sesuai dengan gayanya. Tak lama, bel pintu apartemennya berbunyi dan dengan langkah kaki yang bersemangat, ia pun membukakan pintu untuk orang yang memencet belnya tadi.

Gadis itu pikir, Seokjin lah yang datang ke apartemennya, mengingat sebelumnya ia memberikan alamat pindahnya pada pria itu. Namun sekarang, di hadapannya bukanlah Seokjin, melainkan sang kakak — Jung Hoseok beserta sahabat baiknya Kim Taehyung, senior yang dulu menolak pernyataan cintanya.

"Selamat atas kelulusanmu dan ini untukmu, anggap saja hadiah pindahan." Ucap Taehyung sembari menyodorkan bingkisan yang di bawanya untuk adik temannya itu

Yn mengangguk, mengambil bingkisan pemberian Taehyung dengan canggung. Kemudian mempersilahkan sang kakak dan Taehyung untuk masuk ke dalam apartemen studionya.

"Aku tak menyangka, kau bisa serapi ini." Ucap Hoseok saat memasuki tempat tinggal baru sang adik

"Maaf, karena tempat tinggalku cukup sempit." Ucap Yn pada Taehyung, saat lelaki itu duduk di sofa kecil yang tersedia di sana

Taehyung mengangguk sembari tersenyum simpul. "Ya, tak masalah. Lagi pula tempat tinggalku juga seperti ini. Lebih tepatnya, hanya berbeda lantai denganmu."

"Apa?" Sahut Yn, terkejut

"Sebenarnya, Taehyung tinggal di gedung yang sama denganmu, karena itu aku mengajaknya kemari, sekalian meminta tolong untuk menjagamu selagi di sini. Jadi, kau jangan macam-macam ya selagi tinggal sendiri di sini. Jika iya, aku akan mengadukanmu pada ibu dan ayah." Jelas Hoseok, lalu mengancam mengancam sang adik di akhir ucapannya

My First Love Is A WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang