3. Tak Bisa Tidur

586 68 32
                                        

Malamnya, Yn tak bisa tidur setelah ucapan Seokjin kembali terlintas dibenaknya. Bagaimana tidak? Ucapannya sukses membuat hati gadis itu kembali berdebar-debar seperti dulu.

"Jika nantinya dia berubah dan menyakiti perasaanmu, datanglah kepadaku, aku akan melindungimu darinya."

Yn menggeleng, demi menghilangkan ucapan Seokjin yang lagi-lagi terngiang di otaknya—layaknya kaset rusak yang terus mengulang lirik yang sama tiap detiknya.

"Sialan." Makinya kesal, mengubah posisi tidurnya menjadi terduduk

Yn lantas turun dari ranjangnya, berjalan gontai menuju jendela kamarnya yang tertutup rapat. Sesampainya di sana, gadis itu menyibakkan tirai yang menutupi jendelanya — membuka jendela tersebut dan berdiri diam di sana sembari memandangi bintang-bintang yang ada di langit.

.

Di sisi lain, Seokjin tengah tersenyum simpul setelah memastikan buah hatinya sudah tertidur lelap. Dikecupnya kening sang anak lalu beranjak turun dari ranjangnya dengan hati-hati.

Sesudahnya, pria itu berjalan ke arah jendela kamar sang anak yang masih terbuka lebar. Niatnya ingin menutup jendela itu, namun setelah sampai di sana, ia malah berdiam diri sembari memperhatikan Yn yang tengah memandangi bintang dari jendela kamarnya juga.

Tak berselang lama, Yn pun menyadari kehadirannya di sana. Gadis itu tampak terkejut saat pandangan mereka bertemu hingga setelahnya, gadis itu pun menutup jendela dan tirai kamarnya dengan terburu-buru.

"Dia benar-benar masih sama seperti dulu." Gumam Seokjin, kemudian menutup jendela dan tirai kamar anaknya juga

Flashback

Seokjin tersenyum simpul bersama Hana di sampingnya dengan memegang buket bunga yang sama—bersiap-siap melemparkan buket bunga tersebut ke arah belakang, dimana para tamu undangan yang hadir di pernikahan mereka juga bersiap menangkap buket bunga tersebut.

1

2

3

Buket bunga pun di lempar hingga beberapa detik sesudahnya, seorang gadis muda lah yang menangkapnya—yaitu Jung Yn.

Bukannya senang, Gadis Itu tampak kesal, membuang buketnya ke lantai lalu berlari pergi ke sana.

"Sepertinya dia kesal pada kita, makanya dia membuang buket bunga itu." Sahut Hana, pada Seokjin

"Biarkan saja. Lagi pula dia masih muda. Masih terlalu lama untuknya menyadari perasaannya yang sesungguhnya." Sahut Seokjin, acuh

Hana tersenyum lalu menusuk pipi Seokjin dengan jari telunjuknya. "Benarkah? Sepertinya kau salah. Sebagai sesama perempuan, aku tahu akan perasaan gadis itu. Dia benar-benar menyukaimu sampai kesal melihat kita bersama."

Flashback End

.

Seusai menutup jendela kamarnya, Yn bersandar di dinding kamarnya sembari menempatkan telapak tangannya di dadanya—merasakan degup jantungnya yang berbeda semakin cepat kala pandanganya bertemu dengan Seokjin tadi.

"Apa dia masih melihat kemari?" Tanyanya, penasaran

Yn pun memberanikan dirinya mengintip di sela-sela tirai jendela kamarnya yang tertutup, memastikan apakah Seokjin masih berada di seberang sana atau tidak.

Raut wajah Yn sontak berubah murung saat melihat jendela kamar di seberang sana telah tertutup rapat dengan tirai yang menutupinya juga.

Setelahnya, Yn pun kembali ke ranjangnya, berbaring di sana dengan selimut yang ia tarik hingga sedadanya, kemudian mencoba terlelap tidur seperti sebelumnya.

My First Love Is A WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang