Sehari sebelum hari sabtu, Seokjin menyempatkan diri untuk memastikan semua persiapan berjalan dengan sempurna.
Seokjin mengunjungi taman kecil yang telah ia pesan secara khusus untuk hari istimewa itu. Taman itu terletak di pinggiran kota—tenang, rindang, dan dipenuhi bunga-bunga musim semi yang sedang mekar.
Dengan dibantu tim dekorasi yang telah ia sewa, Seokjin meninjau satu per satu rincian yang telah ia rancang sendiri. Meja kayu bundar di bawah pohon sakura yang bermekaran, dihiasi taplak putih bersih dan vas bunga mawar merah muda—warna kesukaan Yn. Di tengah meja itu, akan diletakkan kotak cincin berbalut beludru biru tua, kecil namun berharga.
"Pastikan lampu-lampu gantung ini menyala hangat saat matahari mulai terbenam." Ujar Seokjin sambil menunjuk deretan lampu yang tergantung di dahan pohon.
Tim dekorasi mengangguk, mencatat instruksi dengan cermat.
.
Malamnya, sepulang dari taman, Seokjin menyendiri di ruang kerjanya. Ia membuka kembali kotak cincin yang telah ia beli, memandangi kilauan berlian kecil di dalamnya dengan senyum gugup namun bahagia. Tangannya sempat gemetar saat menyentuh cincin itu—bukan karena ragu, melainkan karena harapan besar yang ia sematkan di dalamnya.
.
Keesokan harinya, di sore hari yang nampak hangat. Seokjin berdiri di depan cermin besar, merapikan kerah kemeja putihnya. Ia terlihat tenang di luar, namun di balik sikapnya yang tenang, jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.
Tak lama kemudian, ia mengajak Seojun bersiap, lalu menyetir sendiri menuju rumah keluarga Yn. Sesampainya di sana, ia keluar dari mobil dan mengetuk pintu dengan senyum hangat.
Saat pintu terbuka dan menampakkan sosok gadis yang telah mengisi harinya, Seokjin menyapanya lembut. "Kau sudah siap, Yn?"
Yn tersenyum, meski sedikit bingung melihat penampilan Seokjin yang tampak lebih rapi dan formal dari biasanya. Ia mengenakan blus putih sederhana dan rok pastel yang manis, tak menyangka bahwa hari itu akan menjadi hari yang tak terlupakan dalam hidupnya.
“Siap." Jawabnya pelan, lalu mengikuti Seokjin menuju mobil.
Di kursi belakang, Seojun sudah duduk tenang dengan wajah ceria.
.
Perjalanan mereka tidak panjang, namun cukup membuat Yn bertanya-tanya. Seokjin tidak menjelaskan ke mana mereka akan pergi, hanya berkata, "Ada tempat yang ingin aku tunjukkan padamu."
Sesampainya di taman, Seokjin turun lebih dulu, lalu membukakan pintu mobil untuk Yn. Begitu langkah kaki gadis itu menapak tanah, matanya membelalak pelan.
Di hadapannya terbentang pemandangan yang indah—taman yang didekorasi secara elegan namun hangat. Lampu-lampu kecil tergantung di dahan pohon sakura yang mekar, meja kayu bundar berdiri di tengah-tengah, dihiasi bunga segar dan lilin kecil yang belum dinyalakan. Angin semilir membawa harum bunga musim semi, menyatu dengan suara lembut dedaunan yang bergoyang.
Seokjin berdiri di sampingnya, memperhatikan setiap reaksi gadis itu.
"Ini — untuk apa semua ini?" Tanya Yn lirih, tak percaya dengan apa yang dilihatnya
Seokjin menatapnya lekat, lalu meraih tangannya dengan lembut. "Ikut aku."
Seokjin menuntun Yn menuju meja itu. Sedangkan Seojun yang mengikuti dari belakang, diam-diam tersenyum, seolah tahu apa yang akan terjadi.
Begitu mereka sampai di samping meja, Seokjin berlutut perlahan di hadapan Yn. Mengambil kotak kecil dari atas meja, lalu membukanya. Di dalamnya, sebuah cincin berlian kecil bersinar di bawah sinar matahari sore yang hangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
Fiksi PenggemarIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
