16. Ciuman

328 32 4
                                        

Seokjin ikut tersenyum kala mendapati Yn tak henti-hentinya memandang foto mereka berdua. Tak tahan, ia pun kembali mengecup pipi Yn, hingga membuat gadis itu terkejut.

Bukannya marah, Yn malah kembali menyodorkan pipi sebelahnya untuk di cium oleh Seokjin.

Tak mau orang lain melihat kemesraan mereka, Seokjin lantas menarik Yn memasuki photobox kembali. Menyudutkannya di tembok lalu mendekatkan wajahnya pada gadis itu.

Yn menatap Seokjin tanpa berkedip sedikitpun saat pria itu mendekatkan wajahnya padanya.

Cup. Seokjin mengecup bibir Yn sekilas. Kemudian menatap sang gadis untuk meminta persetujuan lebih, dari.

Yn pun mengangguk hingga sedetik kemudian, Seokjin kembali menyambar bibirnya. Menciumnya dengan cukup lama. Seokjin baru melepaskan ciuman mereka setelah Yn menepuk dadanya.

"Maaf." Ucap Seokjin saat melihat bibir Yn yang pucat setelah di ciumnya

"Tak apa. Tapi lain kali, saat kita berciuman, tolong pelan sedikit. Karena aku belum seberpengalaman itu." Balas Yn sembari menunduk malu, sebab ia belum pernah berciuman sebelumnya

"Ya." Sahut Seokjin lalu mengusap sudut bibir Yn yang basah karenanya

.

"Terima kasih untuk hari ini." Ucap Yn kala Seokjin  menghentikan mobilnya di depan rumahnya

Seokjin yang duduk di balik kemudi, mengangguk sembari tersenyum simpul pada Yn.

"Kau tidak mau singgah dulu?" Tanya Yn pada Seokjin, saat ia hendak keluar dari mobil pria itu

Seokjin menggeleng sembari menatap Yn dengan penuh kehangatan. Sedangkan Yn, hanya mendengus kesal lalu keluar dari mobil pria itu. Namun sedetik sesudahnya, Yn kembali masuk ke dalam mobil Seokjin, lalu menyambar bibir pria itu.

Seokjin yang terkejut dengan tindakan tiba-tiba Yn, lantas tersenyum simpul kemudian menarik wajah Yn dan menciumnya cukup lama.

.

1 Bulan Kemudian, setelah libur semester telah usai, Yn kembali ke sekolah dengan perasaan yang berdebar-debar. Bagaimana tidak?, tersisa 4 bulan sampai ujian kelulusan di adakan.

Selama 4 bulan tersebut, Yn amat giat belajar. Bahkan hari minggu pun ia gunakan untuk belajar bersama Seokjin di perpustakaan umum.

"Bagaimana? Kau sudah mengerti?" Tanya Seokjin setelah menjelaskan beberapa pelajar yang ditanyakan Yn padanya, sebab sang gadis tak mengerti akan hal tersebut, bahkan setelah di jelaskan oleh gurunya di sekolah

Yn menatap Seokjin dengan tatapan polosnya, kemudian menggeleng — tak mengerti.

"Kalau begitu, aku ulangi sekali lagi ya. Dengarkan baik-baik. Sekalian, catat atau rekam agar kau bisa mendengarkannya di rumah nanti." Ucap Seokjin pada Yn, lalu kembali menjelaskan hal yang tak dimengerti oleh gadis itu

Yn pun dengan seksama, menatap dan mendengarkan penjelasan Seokjin hingga pandangan matanya tertuju pada bibirnya.

Yn lantas menelan air liurnya dalam-dalam kala gerakan bibir Seokjin mulai mengganggu pikirannya.

Ingatan akan ciuman pertamanya dengan pria itu lantas berputar dikepalanya layaknya film hingga tanpa sadar Yn pun menyambar bibir Seokjin dengan tiba-tiba.

Seketika itu juga, Seokjin tertegun setelah Yn mengecup bibir. "Maaf, aku tak sengaja." Ucap gadis itu padanya, namun kini pikirannya sudah tak baik-baik saja

Tanpa berkata sedikitpun, Seokjin lantas  berdiri dari duduknya, kemudian pergi meninggalkan Yn begitu saja.

Takut Seokjin marah padanya, Yn pun mengemas buku, pulpen dan ponselnya ke dalam tas, lalu berlari mengejar Seokjin yang telah keluar dari gedung perpustakaan.

My First Love Is A WidowerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang