Yn berlari di sekitar pantai seorang diri, tanpa mengenakan sepatunya - menikmati pasir pantai yang lembut serta angin yang berhembus ke arahnya.
Tak lama, gadis itu berhenti berlari setelah melihat sekelilingnya yang ramai oleh pasangan muda mudi yang tengah memadu kasih.
Perasaan Yn pun berubah buruk. Kesal sekaligus iri karena hanya dirinya sendiri yang ada di sana.
Yn menunduk. Melihat kakinya yang memijak pasir pantai hingga sedetik kemudian, bayangan seseorang terlihat di samping bayangannya.
Sontak, Yn pun berbalik kemudian tersenyum cerah saat mendapati Seokjin telah berdiri di hadapannya dengan senyum simpulnya.
"Bagaimana bisa kau ada di sini? Bukannya kau harus -"
"Meetingnya di batalkan, karena itu aku ada di sini menyusulmu." Sela Seokjin sembari menghalangi terik matahari yang menyilaukan pandangan Yn kala mendongak menatapnya
"Benarkah? Kalau begitu, ayo ke sana." Ajak Yn kemudian, menarik Seokjin untuk ikut bermain air bersamanya
Sesudahnya, Yn bermain air bersamanya Seokjin di tepi pantai. Lalu berlarian, mengejar satu sama lain. Awalnya Yn lah yang mengejar Seokjin, namun setelahnya, pria itu yang balik mengejarnya. Menangkapnya dan membawanya ke dalam gendongannya.
"Hahahaha." Tawa keduanya, penuh kebahagiaan
Yn lantas mendudukkan dirinya di atas pasir pantai setelah Seokjin menurunkannya dari gendongannya tadi.
Begitu juga dengan Seokjin. Ia ikut duduk di samping Yn sembari memandangi sang gadis yang tengah melihat lurus ke lautan yang terbentang luas tanpa ujung.
"Jangan melihatku seperti itu, aku malu." Ucap Yn lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menyadari dirinya tengah dipandang tanpa henti oleh Seokjin
Sontak, Seokjin pun menarik tangan Yn yang menutupi wajahnya, kemudian menatap sang gadis tanpa berkedip sedikitpun. "Kenapa harus malu? Hmmm. Lagi pula yang memandangimu adalah aku, bukan laki-laki."
Yn terdiam, terpana menatap wajah Seokjin dari dekat. Apalagi bibir ranum pria itu tak henti-hentinya menggoda matanya, untuk ia cium.
Cup. Yn mengecup bibir Seokjin dengan cepat, kemudian menatap sang pria yang tampak terkejut dengan perbuatannya tadi.
"Bibirmu membuatku sal-"
Cup. Belum sempat Yn menyelesaikan ucapannya, Seokjin malah membungkam mulutnya dengan bibir pria itu - mengecupnya lama sebelum melepaskannya.
.
Yn berguling-guling di ranjang kamar hotel, sesampainya ia di sana. Senang bukan main mengingat ciuman Seokjin tadi. Walau sebenarnya, mereka sudah pernah berciuman sebelumnya. Tapi tetap saja, ia senang pria itu balas menciumnya.
Tak lama, Yn teringat akan sesuatu. Sontak, gadis itu pun bangkit dari ranjangnya, berlalu menuju kopernya yang berada di dekat lemari.
"Aku baru ingat, aku ternyata bawa ini." Ucap Yn setelah membuka kopernya dan mengeluarkan bikini berwarna merah dari dalam sana
Sesudahnya, Yn pun tertawa cekikikan - membayangkan dirinya menggunakan bikini tersebut di hadapan Seokjin, kemudian menggodanya tanpa ampun. Namun tak berselang lama, bayangannya rusak kala Seokjin di bayangannya, sama sekali tak tergoda dengannya.
"Apa iya, Seokjin tak ada tergoda walau aku pakai bikini ini?"
"Tapi jika dia tergoda, aku harus apa? Masa iya aku dan Seokjin melakukan itu."
Khayalan liar pun mulai memenuhi isi kepala Yn. Membayangkan dirinya dan Seokjin berciuman panas di atas ranjang dengan tubuh yang ditindih oleh pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
FanfictionIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
