Yn melirik kesal ke arah Seokjin, saat pria itu tengah mengajar dikelasnya. Menyadari hal tersebut, Seokjin pun memalingkan wajahnya dari Yn.
"Apa-apaan dia." Batin Yn dengan kesal, saat Seokjin memalingkan wajah darinya
"Jadi benar yang dikatakan Seojun kemarin, kalau iya. Aku harus meminta kepastian padanya. Enak saja dia membohongiku. Memang dia pikir dia siapa. Cih." Sambungnya dalam hati, kesal memikirkan sikap pria itu padanya
.
Sesudah bel istirahat berbunyi, Yn lantas mengirimkan pesan pada Seokjin dan menyuruh pria itu menemuinya di gedung olahraga, mengingat tempat itu cukup tertutup dan jarang digunakan. Jadinya Yn merasa aman jika Seokjin menemuinya di sana.
Dan sana lah gadis itu kini berada. Berdiri di tengah-tengah gedung olahraga - menunggu Seokjin yang tak kunjung datang.
Tak lama, pintu gedung pun terbuka juga, namun bukan Seokjin yang datang, melainkan Yoora - gurunya.
"Bu Yoora. Kenapa ibu datang kemari?" Tanya Yn, bingung saat gurunya itu berjalan menghampirinya dengan gaya arogannya
"Berhentilah menganggu Pak Seokjin jika kau tak mau ia dikeluarkan dari sekolah ini." Terang Yoora setelah berada di hadapan muridnya itu
Yn menggigit bibir, khawatir. "Maksud Bu Yoora apa. Saya tidak mengerti." Sahutnya, mengelak
Yoora tertawa kecil sembari melipat kedua tangannya didepan dada. "Kau pikir saya bodoh? Saya sudah tahu hubungan kalian, karena itu, menjauhlah darinya jika kau tidak ingin merusak karir Pak Seokjin." Suruhnya, kemudian berbalik pergi dari sana
Tak lama, setelah kepergian Yoora dari sana, barulah Seokjin datang menghampiri Yn dengan tergesa-gesa. "Maaf membuatmu menunggu lama, tadi aku di panggil ke ruang kepala sekolah." Jelasnya namun Yn hanya menunduk diam di depannya
Penasaran akan gadis itu, Seokjin pun merunduk, melihat wajah Yn yang tampak sedih. "Apa kau marah karena aku membuatmu menunggu terlalu lama?"
Yn menggeleng. "Lalu kenapa? Apa kau lapar? Kalau iya, ayo ke kantin, biar ku belikan makanan." Ajak Seokjin padanya, namun gadis itu tetap diam di hadapannya
Khawatir, Seokjin pun menangkupkan wajah Yn menghadapnya. "Katakan padaku, apa yang membuatmu bersedih." Suruhnya saat gadis itu sudah menatapnya
"Tadi Bu Yoora datang kemari, dan dia menyuruhku untuk menjauhimu. Dia mengancamku, jika aku tidak menjauhimu, ia bilang kau akan dikeluarkan dari sekolah ini. Hiks hiks." Jelas Yn, kemudian menangis di hadapan Seokjin - merasa bersalah karena sudah menghadapkan pria itu pada masalah
Seokjin menghembuskan napasnya, kasar. Kemudian menarik Yn dalam pelukannya. "Tak apa. Jika nantinya aku benar-benar dikeluarkan dari sekolah ini, aku bisa mencari pekerjaan di tempat lain. Jadi tak usah merasa bersalah kepadaku. Kau mengertikan." Terangnya, mencoba menenangkan Yn yang masih menangis dalam pelukannya
"Iya. Aku mengerti. Tapi kan, mencari pekerjaan tak semudah itu. Bagaimana jika sekolah lain tak menerima mu lagi? Kau akan bekerja dimana? Hiks hiks." Sahut Yn dengan khawatir, sembari balas memeluk Seokjin
Tanpa keduanya sadari, Jungkook tengah melihat mereka dari kejauhan. Dan dengan sedih, lelaki itu pun menjauh dari sana. "Pantas saja kau tak pernah melihatku sedikitpun. Ternyata ada seseorang yang lebih baik dari pada aku." Lirihnya sedih
.
Sepulangnya dari sekolah, Seokjin mengajak Yn serta Seojun ke taman hiburan. Dan di taman hiburan tersebut, ketiganya asik tertawa sembari menaiki komedi putar layaknya keluarga kecil yang bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
FanfictionIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
