25. Amat Sulit

229 30 26
                                        

Akhir pekan akhir tiba juga. Dengan senyum cerahnya, Yn berdiri menunggu Seokjin yang hendak menjemputnya di depan tempat tinggalnya.

Tak berselang lama, yang ditunggu akhirnya datang juga. Seokjin keluar dari mobilnya yang berhenti di depan Yn, kemudian membukakan pintu mobilnya untuk gadis itu.

"Masuklah." Suruh Seokjin pada Yn

"Ya, Kim Seokjin." Sahut Yn, mengangguk pada Seokjin, lalu masuk ke dalam mobil pria itu dan duduk di samping kursi pengemudi

"Jadi, kita mau kemana?" Tanya Yn setelah Seokjin ikut masuk ke dalam mobilnya dan duduk di sampingnya

Seokjin diam sebentar sebelum menoleh ke arah Yn dengan senyum simpulnya. "Kemana pun yang kau mau."

"Kemana pun yang aku mau?" Ulang Yn, memikirkan tempat yang ingin ia datangi bersama Seokjin

Sesudahnya, Yn pun tersenyum simpul lalu menatap Seokjin dengan tatapan matanya yang berbinar.

.

Beberapa saat kemudian, setelah menempuh perjalanan yang tidak jauh, keduanya telah sampai di tempat yang Yn usulkan pada Seokjin tadi.

"Kau serius, hanya ingin kemari?" Tanya Seokjin seusai memarkirkan mobilnya di parkiran dekat Sungai Han

Yn yang duduk di sampingnya, mengangguk lalu membuka pintu mobil Seokjin dan keluar dari sana.

Melihat Yn yang sudah keluar dari mobilnya, Seokjin pun ikut keluar dari sana. Menyusul Yn yang tengah berlari ke arah Sungai Han.

"Jung Yn, jangan lari. Nanti kau ja-"

"Aduh..."

Belum selesai Seokjin berteriak - memperingati Yn, gadis itu sudah terjatuh lebih dulu.

Khawatir, Seokjin pun berlari mendekati Yn yang tengah duduk sembari mengaduh kesakitan.

"Apa kau terluka?" Tanya Seokjin pada Yn yang membelakanginya

Yn mengangguk lalu memperlihatkan lututnya yang terluka pada Seokjin.

"Tunggu di sini, biar aku ambilkan obat dan plaster luka di mobilku." Pinta Seokjin, kemudian berbalik pergi menuju mobilnya

Tak lama setelahnya, Seokjin kembali dengan membawa obat merah dan plester luka untuk Yn.

Dengan sigap, Seokjin berjongkok di samping Yn, kemudian mengobati dan menutup luka di lutut Yn dengan plester luka yang di ambilnya tadi.

"Aku seperti anak kecil ya?" Tanya Yn pada Seokjin, seusai pria itu mengobatinya

Seokjin menoleh ke arah Yn lalu mengangguk kecil. "Iya. Kau masih seperti anak-anak. Ceroboh dan tak mau mendengar ucapan ku. Jika nantinya aku tidak ada, siapa yang akan mengobati mu jika kau terluka lagi."

"Maksudmu apa?" Tanya Yn, setelah Seokjin tanpa sadar berucap seperti itu pada dirinya

Seketika itu juga, Seokjin pun terdiam dan mengalihkan pandangannya dari Yn.

"Kim Seokjin, kau menyembunyikan sesuatu dariku ya? Jika iya. Beritahu aku sekarang juga. Aku tak akan marah jika kau memberitahuku." Pinta Yn, penuh harap

Sedetik kemudian, Seokjin pun mengangguk. Menoleh ke arah Yn dengan raut wajah bersalahnya. "Besok, aku harus ke Jepang untuk menjalankan bisnis ayahku di sana."

"Benarkah? Berapa lama?" Tanya Yn dengan mata yang mulai berkaca-kaca

Seokjin lantas terdiam. Menunduk sembari menghela napas berat, kemudian kembali menatap Yn yang tengah menunggu jawaban darinya. "Entah. Mungkin sampai ayahku menyuruhku untuk kembali."

My First Love Is A WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang