"Pak Seokjin." Panggil Bu Yoora, setelah selesai mengajar di kelas Yn, dan ketika ia hendak kembali ke ruang guru, ia mendapati yang dipanggil sudah mau pulang
Seketika itu juga, Seokjin menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap Yoora yang tengah mengejarnya. "Ya. Ada apa Bu Yoora?"
"Saya mau mengembalikan ini pada Pak Seokjin." Jelas Yoora, menyodorkan kotak bekal milik pria itu, setelah tadinya ia memintanya pada Yn
Seokjin mengernyit bingung, sebab tadi ia memberikan kotak bekal itu pada Yn, tapi sekarang malah berada di tangan Yoora. "Bagaimana Bu Yoora bisa memiliki kotak bekal ini?" Tanyanya, mengambil kotak bekalnya pada wanita itu
Yoora yang tadinya tersenyum ramah pada Seokjin, lantas mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedih. "Tadi saya tak sengaja menemukannya di tempat sampah setelah seorang siswi membuangnya."
"Apa?"
.
Malamnya, saat Seokjin tengah mencuci piring bekas makan malamnya dengan Seojun tadi, ia kembali teringat dengan penjelasan Yoora terkait kotak bekal makan siangnya yang wanita itu temukan di tempat sampah.
"Apa benar Yn membuat bekal pemberianku?" Gumamnya bertanya-tanya hingga kedatangan Seojun menyadarkannya
"Ayah sedang memikirkan apa?" Tanya Seojun, berdiri di samping ayahnya dengan penasaran setelah melihat raut wajah sang ayah yang tampak memikirkan sesuatu
Seokjin menggeleng sembari tersenyum simpul pada putranya. "Tidak memikirkan apa-apa Seojun." Bohongnya, berjongkok di hadapan putranya itu
Seojun diam, menatap mata sang ayah. "Apa ayah memikirkan ibu? Kalau iya. Aku sudah tidak merindukannya lagi. Jadi ayah tak perlu khawatir. Aku sudah baik-baik saja, bahkan dengan ayah satu-satunya dihidupku."
"Benarkah?" Tanya Seokjin, yang lantas dijawab anggukan oleh Seojun
"Jadi, Seojun sudah tak mau ibu baru?" Tanya Seokjin lagi, namun kali ini Seojun tak mengangguk, anak laki-laki itu kembali menatap mata sang ayah dalam keterdiaman
"Apa ayah sudah menemukan ibu baru buat Seojun?" Tanya Seojun, dan kali ini Seokjin lah yang terdiam karenanya
.
Di sisi lain, Yn tengah belajar dengan giatnya, di meja belajarnya. Tak berselang lama, buku tulisnya tiba-tiba saja terkena noda darah dari lubang hidungnya yang menetes.
"Astaga. Aku mimisan." Ucapnya kemudian buru-buru menyumbat lubang hidungnya dengan tisu, agar darah mimisannya tak keluar dan mengenai bukunya lagi
"Sepertinya aku terlalu banyak belajar sampai kepalaku sesakit ini. Mungkin dengan menghirup udara segar bisa membuat sakit kepalaku mereda." Sambungnya, berdiri dari duduknya lalu melangkah ke arah jendela kamarnya yang tertutup rapat
Yn pun menarik tirai jendela kamar, kemudian membuka jendela tersebut. Tak lama, yang ingin dilihatnya pun muncul juga - sosok Kim Seokjin yang hendak menidurkan anak laki-laki.
Yn lantas tersenyum simpul melihat pria itu yang tampak sabar membacakan buku dongeng untuk Seojun. "Tampannya calon suamiku." Gumamnya tak tahu malu, di susul tawa kecil dari mulutnya sendiri
"Haaa~ Kapan semuanya berakhir? Aku sudah tak sabar berkencan dengannya." Sambungnya risau, sebab menunggu dirinya lulus dari sekolah masih terlalu lama.
Apalagi masuk kuliah dan sebagainya, masih lama untuk dirinya bisa bersanding di samping Seokjin. Kalau impiannya itu sungguh terjadi. Jika tidak, semua akan kembali seperti angan-angannya yang lalu.
Sedetik sesudahnya, Yn kembali teringat dengan bekal makan siang yang ditemukannya di perpustakaan tadi. "Kira-kira, siapa ya yang memberiku bekal makan siang tadi? Apa aku punya pengagum rahasia? Tapi siapa? Lalu kenapa Bu Yoora meminta kotak bekal makan siang itu, apa dia tahu siapa pemiliknya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
FanfictionIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
