"Untuk apa lagi kau memanggilku kemari? Apa kau ingin -"
"Aku ingin meminta maaf kepadamu. Karena itu, maafkan aku Jung Yn." Sela Seokjin sebelum Yn sempat menyelesaikan ucapannya
Seketika itu juga, Yn pun terdiam - bungkam. Di tambah raut wajah Seokjin yang tampak penuh penyesalan, mulai membuat sirna rasa kesal di hati Yn.
Tak lama, Yn menggeleng dan merubah raut wajahnya yang tadinya sudah mulai luluh, kembali ke setelan awal. "Tidak. Aku tidak akan memaafkan mu."
"Kecuali jika kau kembali mengatakan bahwa kau mencintaiku, Kim Seokjin" Sambung Yn di dalam hatinya sembari menatap Seokjin dengan dalam - berharap pria itu mengetahui isi hati terdalamnya
.
"Ada apa dia memanggilmu? Kau tak dimarahi olehnya kan?" Tanya Jimin sekembalinya Yn di meja kerjanya, yang berada tepat di sampingnya
Yn menggeleng lalu duduk di kursi meja kerjanya. "Tidak. Bukan apa-apa."
"Benarkah? Kalau begitu, baguslah. Aku tadi sangat khawatir saat dia memanggilmu. Oh iya, karena ini hari pertamamu, kau hanya perlu membaca laporan ini saja, lalu merinci hal-hal penting di dalamnya." Sahut Jimin lalu meletakkan dokumen tebal ke atas meja Yn sembari tersenyum simpul padanya
Seokjin yang melihat hal itu dari balik jendela besar di ruang kerjanya, tampak tak suka saat jarak diantara Yn dan Jimin sangat dekat. Apalagi saat Jimin tersenyum pada Yn dan di balas oleh gadis itu, rasa tak suka Seokjin mulai bertambah. Hal tersebut terlihat dari tatapan matanya yang berubah tajam.
Merasa ada yang memperhatikannya sejak tadi dengan tatapan yang tajam, Jimin sontak memegangi tengkuknya yang merasa dingin, kemudian menoleh mencari pasang mata yang memperhatikannya itu.
Sontak karena hal itu, Seokjin pun buru-buru menutup tirai jendela ruang kerjanya lalu kembali duduk di meja kerjanya.
"Ada apa?" Tanya Yn pada Jimin, saat menyadari gelagat aneh lelaki itu
"Aku merasa ada yang memperhatikan kita sejak tadi. Tapi anehnya, sekarang sudah tak ada lagi." Jawab Jimin pada Yn
Alhasil, Yn pun melihat ke arah ruang kerja Seokjin yang jendela ruangannya sudah tertutup tirai.
.
"Sudah waktunya makan siang. Yn, ayo kita makan siang di kantin perusahaan." Ajak Jimin pada Yn, setelah sebelumnya ia melihat waktu di jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12.02
Yn yang tadinya tengah fokus membaca dokumen yang diberikan Jimin padanya, sontak menoleh ke arah lelaki itu. "Tapi aku masih harus -"
"Sudah, simpan saja dulu dokumennya. Sekarang sudah waktunya jam makan siang, jadi ayo ke kantin bersamaku." Suruh Jimin sembari berdiri dari duduknya lalu mendekat di samping Yn dan menutup dokumen yang di baca gadis itu tadi
"Ya sudah, jika kau memaksa." Balas Yn sembari tersenyum canggung pada Jimin, sebab tubuh lelaki itu terlalu dekat dengannya
Seokjin yang lagi-lagi memperhatikan Yn dari sela-sela tirai jendela ruangannya yang tertutup, sontak mengernyit kesal saat melihat hal itu. Di tambah Yn yang tampak tersenyum pada Jimin, malah semakin membuatnya kesal.
"Apa yang mereka lakukan? Ini kantor, bukan tempat kencan." Ucap Seokjin kala Jimin menarik tangan Yn lalu menggenggam tangannya untuk ikut bersamanya
.
Jimin tersenyum simpul sembari berdiri cukup dekat di belakang Yn, saat keduanya tengah berdiri dan mengantri makan siang di kantin perusahaan.
Tak berselang lama, tubuh Yn tiba-tiba saja terdorong ke belakang saat orang di depannya tanpa sengaja menabraknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
Fiksi PenggemarIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
