"kau tidak ke sekolah?" Tanya Ny. Jung pada Hoseok, semasuknya ia di rumahnya dan mendapati sang anak sulung tengah duduk santai di ruang santai depan TV
Hoseok menoleh sembari menggeleng. "Tidak. Minggu lalu kan hari terakhirku ikut ujian nasional, bu. Jadi sekarang tak perlu ke sekolah lagi. Aku hanya perlu menunggu pengumuman kelulusanku lalu mengikuti acara perpisahan sekolah."
"Maaf, ibu lupa. Kalau begitu, ibu ke dapur dulu. Jika perlu apa-apa, panggil ibu saja." Sahut Ny. Jung, kemudian berlalu ke dapur untuk mencuci piring yang mereka gunakan saat sarapan tadi
.
"Sudah sampai." Ucap Seokjin, menghentikan mobilnya di depan pagar sekolah Yn yang terbuka lebar
Yn mengangguk sembari menoleh ke arah Seokjin yang tengah memegang setir mobilnya-menghadap dirinya. "Terima kasih atas tumpangannya." Sahutnya lalu membuka pintu mobil pria itu dan turun dari sana dengan cepat
Yn melangkahkan kakinya memasuki pekarangan sekolahnya.
1 langkah
2 langkah
3 langkah
4 langkah
5 langkah hingga gadis itu berhenti sejenak, berbalik untuk melihat kepergi Seokjin dari sekolahnya. Namun bukannya pergi, Seokjin malah mengendarai mobilnya, masuk ke dalam pekarangan sekolah.
Sontak saja, Yn pun membelalak, terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan. "Jangan-jangan." Gumamnya lalu menggeleng, mengusir pikiran aneh tentang Seokjin yang memasuki pekarangan sekolahnya
.
Benar saja. Seokjin benar-benar bekerja di sekolah Yn, sebagai guru ekonomi. Buktinya, pria itu tengah mengenalkan dirinya di hadapan Yn dan teman-temannya yang lain, di kelas mereka.
"Tampan ya." Bisik teman sebangku Yn, yang bernama Yoo Lini, pada Yn yang terdiam di sampingnya
Lini tak henti-hentinya tersenyum lebar kala Seokjin mulai membuka buku paket yang dibawanya. Menggulung lengah kemejanya sampai siku, lalu mulai menulis materi yang akan ia ajarkan di papan tulis kelas tersebut.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Lini pada Yn, setelah menyadari keterdiaman temannya itu
"Tidak. Aku tidak baik-baik saja." Jawab Yn sembari menggeleng dengan pandangan yang masih mengarah pada Seokjin
Lini mengernyitkan keningnya, bingung dengan maksud perkataan Yn yang tidak baik-baik saja.
"Kau tahu tidak. Pak Seokjin itu tetanggaku sekaligus cinta pertamaku." Akui Yn, hingga berhasil membuat Lini berteriak-terkejut
"APA!!!" Teriak Lini, sembari berdiri dari duduknya, terkejut dengan pengakuan Yn yang tiba-tiba itu
Alhasil, Seokjin dan teman-teman sekelasnya yang lain, melihat ke arah Lini dengan kening yang mengernyit-bingung.
Seokjin berjalan ke arah Lini, sembari melirik ke arah Yn, sesekali. "Ada apa? Apa kau baik-baik saja?" Tanyanya pada Lini, setelah ia sampai di depan meja siswinya itu
Lini mengerjakan matanya, bingung harus menjawab apa pada Seokjin. "I-iya pak. Saya baik-baik saja. Maaf karena sudah mengagetkan bapak dan teman-teman yang lainnya."
"Ya. Tak apa. Kalau begitu, duduklah kembali dan dengarkan penjelasan saya di atas." Sahut Seokjin, kemudian berbalik ke arah papan tulis tempatnya menjelaskan tadi
.
Kini Yn dan Lini sudah berada di kantin sekolah mereka. Duduk berdua sembari menikmati makan siang mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
FanfictionIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
