Seokjin menggenggam tangan Yn sembari berjalan mengelilingi kampus sang gadis. Dari mulai ke gedung fakultas administrasi bisnis untuk mengumpulkan berkas administrasi masuk kuliah, gedung perpustakaan umum, gedung kantin hingga gedung ekstrakulikuler di kampus tersebut.
Sesudah menemani Yn berkeliling kampus, Seokjin tak langsung mengantarnya pulang. Sebaliknya, ia membawa gadis itu ke supermarket - membeli bahan-bahan makanan dan kebutuhan Yn selama tinggal sendirian di apartemen studionya.
Yn lantas menahan tangan Seokjin kala pria itu hendak mengambil daging dari lemari pendingin di supermarket tersebut.
"Kenapa?" Tanya Seokjin sembari menoleh ke arah Yn, bingung
"Aku tidak tahu cara memasaknya." Jawab Yn, menunduk malu
Alhasil, Seokjin pun terkekeh kecil lalu mengusap rambut Yn dengan lembut. "Biar aku yang masakkan."
"Benarkah?" Tanya Yn, mendongak menatap Seokjin dengan mata yang berbinar senang
Seokjin mengangguk, kemudian mengambil beberapa dari dari lemari pendingin di depannya.
"Apa ada makanan lain yang ingin kau makan hari ini?" Tanya Seokjin, saat keduanya kembali berjalan melewati rak-rak bahan makanan
Yn diam, mencoba memikirkan beberapa makanan enak yang mulai terlihat di kepalanya. Namun, sekeras apapun ia memikirkannya, tak ada yang terlintas satupun.
"Sepertinya tidak ada. Sebaliknya, aku akan senang hati menghabiskan makanan yang kau masakkan padaku nanti. Jadi, terserah kau saja. Aku tak masalah dengan makanan apapun."
"Baiklah. Kalau begitu, serahkan semuanya padaku." Sahut Seokjin, kemudian mengambil bahan-bahan makanan di sampingnya - seperti bihun, sayur, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, daun bawang dan bahan makanan lainnya
Beberapa saat sesudahnya, Yn membulatkan mulutnya, terkejut mengetahui nominal belanjaan mereka. "Bagaimana ini. Uangku tidak cukup." Batinnya sembari memegang erat dompet yang ada di tangannya
Yn pun membuka dompetnya, menghitung uang yang ia miliki untuk membayar belanjaannya. Namun sedetik kemudian, Seokjin sudah menyodorkan kartu kreditnya pada kasir di depannya - membayar semua belanjaan itu.
"Ayo pulang." Ajak Seokjin setelah membayar belanjaan mereka, menyadarkan Yn dari lamunannya
"Oh iya. Ayo pulang." Sahut Yn, lalu mengikuti Seokjin yang berjalan lebih dulu di depannya sembari menenteng 4 kantung besar yang berisikan belanjaan mereka
.
Sesampainya apartemen studio Yn, Seokjin lantas mengeluarkan belanjaannya dari dalam kantung, kemudian memasukkannya ke dalam kulkas dengan rapi hingga tersisa beberapa bahan makanan yang akan ia oleh, di atas meja.
Seokjin tersenyum simpul ke arah Yn sebelum memulai aksi memasaknya.
Tak lama, Yn kembali membulatkan mulutnya, terkejut dengan kemampuan memasak Seokjin yang layaknya chef profesional.
Yn juga mengerjap-ngerjapkan matanya kala melihat Seokjin dengan telatennya, memotong bawang bombai.
"Wah hebat." Ucap Yn sembari bertepuk tangan tanpa sadar
"Wah, harumnya." Sambung Yn lagi, kala Seokjin tengah memanggang daging sapi yang di belinya tadi, di atas teflon anti lengket yang juga ia beli tadi - mengingat di tempat sang kekasih belum tersedia perabotan dapur yang lengkap
Beberapa saat sesudahnya, Seokjin pun menghidangkan dua masakannya di depan Yn - berupa mie pasta dan steik.
"Makanlah." Suruh Seokjin pada Yn, yang tengah menganga - takjub akan masakannya
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
أدب الهواةIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
