Yn terkejut mendengar ucapan Jimin. "A-apa?" Ucapnya gugup sambil menggeleng cepat. "Bukan begitu, Park Jimin."
Namun Jimin tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya membuka galeri ponselnya dan menunjukkan satu foto pada Yn. Foto dirinya sendiri yang sedang keluar dari mobil Seokjin pagi tadi, wajahnya jelas terlihat, begitu juga dengan plat nomor mobil Seokjin.
"Seseorang tidak sengaja memotret ini tadi pagi, lalu mengirimkannya kepadaku." Jelas Jimin tenang, namun tatapannya penuh makna
Yn terdiam beberapa saat, lalu menghela napas dan menatap Jimin lekat-lekat. "Baiklah. Aku tidak bisa membohongimu lebih lama lagi. Ya, aku dan Seokjin memang sudah mulai berkencan kembali." Akunya jujur.
Jimin masih diam, menunggu penjelasan lebih lanjut dari Yn.
"Aku mengenalnya sejak lama, bahkan sebelum dia pindah ke Jepang. Kami pernah bersama, dan sekarang... dia kembali, mengungkapkan perasaannya. Awalnya aku ragu, tapi... aku memutuskan untuk memberinya satu kesempatan lagi." Jelas Yn
Jimin mengangguk pelan, ekspresinya sulit ditebak. "Kenapa kau tak bilang dari awal?"
"Karena ini rahasia. Aku tidak ingin orang-orang kantor tahu. Aku tidak ingin gosip menyebar dan mencampuri hubungan kami," Jawab Yn dengan nada memohon. "Jadi kumohon, rahasiakan ini, Park Jimin. Aku percaya padamu."
Jimin menatapnya dalam-dalam, lalu akhirnya menghela napas dan tersenyum simpul. "Baiklah. Aku tidak akan bilang pada siapa-siapa. Jadi tak perlu khawatir. Rahasiamu aman padaku."
Yn pun langsung tersenyum kecil, lega mendengarnya. "Ya, terima kasih, Park Jimin."
.
Jam makan siang. Kantin kantor tampak ramai dengan Yn duduk di salah satu meja bersama Jimin, Soyoon, dan dua rekan kerja lainnya.
Tawa ringan sesekali terdengar dari meja mereka, namun mata Yn sesekali melirik ke sekeliling, mencari-cari sosok Seokjin yang tak terlihat di antara orang-orang yang berada di sana.
"Dia tidak makan di kantin hari ini?" Gumam Yn dalam hati, namun ia menahannya agar tidak terlihat mencurigakan oleh yang lain.
.
Sementara itu, jauh dari keramaian kantor, Seokjin berada di pusat perbelanjaan yang mewah.
Seokjin berjalan masuk ke salah satu toko perhiasan berkelas yang memajang beragam cincin berlian di etalasenya. Matanya tertuju pada beberapa cincin yang tampak elegan dan anggun, cocok untuk seseorang yang begitu berarti baginya.
Tak lama kemudian, seorang pegawai toko menghampirinya dengan ramah. "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu, Tuan?"
"Saya sedang mencari cincin yang cocok untuk melamar seseorang. Apa ada?" Balas Seokjin tegas, namun raut wajahnya menyiratkan kesungguhan yang dalam
Senyum pegawai itu langsung mengembang. Ia mengangguk dan menunjukkan satu kotak kecil yang berisi cincin berlian mungil, dengan desain sederhana namun elegan.
"Cincin ini cukup populer di kalangan pasangan muda. Klasik dan anggun." Jelas sang pegawai
Seokjin memandangi cincin itu sejenak, lalu mengangguk mantap. "Saya ambil ini."
"Apakah Anda ingin melihat harga—"
"Tidak perlu." Sela Seokjin sembari mengeluarkan kartu kreditnya. Ia tahu pasti, nilai gadis yang ingin ia lamar tak bisa ditakar dengan uang
Setelah transaksi selesai dan cincin dikemas rapi dalam kotak beludru hitam kecil, Seokjin kembali ke kantor.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love Is A Widower
Fan-FictionIni terdengar gila dan aneh tapi aku masih menyukainya, pria tampan berstatus duda satu anak yang sekarang tinggal di samping rumahku... Cast : Jung Yn, Kim Seokjin, Jeon Jungkook, Kim Taehyung, Min Yoongi, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Seojun, Yoo L...
