Cuma sepenggal kisah sederhana si 4 Jejaka yang entah kebetulan lahir di bulan dan tahun yang sama hanya tanggal yang berbeda.....
Cuma sepenggal kisah keseruan si 4 Jejaka yang menjuluki diri mereka sebagai "September Boy" berjuang sebagai anak ran...
Lonceng pintu cafe berbunyi, tanda pengunjung datang memasuki ruangan yang dipenuhi aroma kopi.
Sore ini cafe bernama "Hakuna Matata" itu kondisinya ngga terlalu ramai. Hanya ada beberapa orang asyik berkutat di depan laptop yang menyala. Emang cafe itu tempat asyik buat nugas, beda sama angkringan si tempat asyik buat ghibah.
Seorang gadis bernama Ayudia Jenari tengah duduk tak jauh dari pintu cafe. Gadis itu sedang menunggu kedatangan seseorang. Buktinya tiap lonceng cafe bunyi gadis itu selalu mendongakkan kepalanya.
Sampai akhirnya yang ditunggu Ayu datang. Bukan Atta Halilintar, bukan Baim Wong, bukan Mas Aldebaran, bukan juga Mas Abimana Sudirdja yang datang menghampirinya. Melainkan sosok pemuda yang mengenakan kemeja semi denim berwarna navy dan celana ripped jeans berwarna hitam dengan tatanan rambut kece membahana menguarkan aura ketampanan bikin para ukthi minta dinikahi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ayu segera melambaikan tangan. Mengisyaratkan supaya pemuda bernama Tubagus Rahagi Maheswara itu menghampirinya.
"Maaf telat, Bang Firman nutup rapatnya lama banget. Udah nunggu lama ya?" ucap Agi sambil duduk di depan gadis itu.
"Ngga kok, gue juga baru dateng." balas gadis Jenari itu sambil tersenyum lebar ke arah Agi sampe matanya tinggal segaris.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Agi terkekeh sambil mendorong pelan kening Ayu ketika gadis itu menunjukkan senyum lebar dihadapannya. "Biasa aja senyumnya, iya gue tau gue ganteng."
Ayu yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Agi hanya bisa berdecak dan mempoutkan bibirnya. Memang dari luar Ayu keliatan garang, judes, pengen nyaplok orang. Tapi aslinya manja, gemesin, suka manyun, suka cengar-cengir, apalagi di depan Rahagi.
Ayu terdiam setelah mendengar ucapan Agi. Gadis itu sadar kalo dia sering alasan tiap Agi ngajak ketemuan. Ditambah lagi dia perginya sama Yoga.
Nah mumpung sore ini Agi bilang ada yang mau diomongin, Ayu pun mengajaknya ketemuan langsung sekalian dia mau bahas masalah ini. Takutnya kalo ngga buruan di jelasin Agi makin salah paham ke dia. Ayu tau Agi keliatan oke-oke aja di depannya, tapi dalam hatinya? Who knows, siapa tau dia overthinking berlebihan -----gitu pikir Ayu.