Bagian 1. Luka Kehilanganmu

2.4K 178 20
                                        

Tes ombak dulu yuk💃💃

Masih ingat kan sama cerita destiny?

***

Ruangan berukuran 10x10 meter itu tampak tenang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ruangan berukuran 10x10 meter itu tampak tenang. Pewangi ruangan beraroma vanilla membuat siapa saja yang memasuki ruangan itu akan dibuat betah.

Renjun, laki-laki itu membuka jas dokternya lalu menggantung di tempatnya dan berjalan ke arah meja kerjanya.

Ini udah tahun ke sepuluh Renjun menempati ruangan itu dan semuanya tidak ada yang berubah, mungkin hanya ada tambahan beberapa foto yang dia pajang di kabinet belakang meja kerjanya. Foto pernikahannya dengan Jeno, dan foto kedua anaknya.

Renjun tersenyum, apalagi ketika melihat sebuah papan kecil bertuliskan Dr. Renjun dengan foto dirinya di sampingnya.

Semua orang pasti tau gak mudah untuk Renjun bisa menempati posisinya yang seperti sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua orang pasti tau gak mudah untuk Renjun bisa menempati posisinya yang seperti sekarang. Apalagi ketika melihat foto pernikahannya dengan Jeno tujuh tahun yang lalu.

Dan sekarang, hidupnya benar-benar sempurna.

***

"Selamat sore dokter Renjun."

"Sore dokter."

"Dokter sudah akan pulang? Hati-hati di jalan."

"Sampai jumpa besok dokter."

"Dokter Renjun hallo."

Dan Renjun hanya membalas semua ucapan itu dengan senyum hangat khasnya. Sudah sepuluh tahun, tapi keberadaannya tetap menjadi sanjungan. Setiap dia melangkah, selalu ada yang menyapa.

Dokter Renjun, dokter kesayangan di rumah sakit itu.

Hari ini Renjun emang sengaja ingin pulang cepat, dia juga sengaja gak bawa mobil karena—

"PAPA!"

Di pintu masuk, sudah ada Juno yang melambaikan tangan dengan heboh. Bocah berumur enam tahun itu tampak sangat bersemangat dengan seragam merah putihnya dan tas gendong berwarna biru. Dan di belakangnya, Jeno berdiri dengan senyum khasnya. Kali ini laki-laki itu menggendong Cello, anak bungsu mereka.

SweetsaltCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang