Bagian 38. One Fine Day

704 75 7
                                        

"Juno, Juno.." Juno masih berada di alam mimpinya ketika usapan halus dan panggilan bernada lembut membuyarkan mimpi indahnya membuat mata sipit itu sedikit terbuka.

"Nak.."

"Eung?"

"Bangun dulu sayang."

Juno mengerjapkan matanya, berusaha melihat seseorang yang duduk di pinggir kasurnya. Dan ketika semuanya terlihat jelas, anak itu buru-buru menyibakkan selimut yang membungkus tubuhnya berbarengan dengan suara nyanyian di tengah malem yang hangat itu.

"Happy birthday to you..
Happy birthday to you..
Happy birthday, happy birthday..
Happy birthday to you.."

Juno tersenyum, menatap daddy, Cello, dan Papa yang tengah bernyanyi dengan membawa kue dengan lilin angka 18 di atasnya.

"Yeayy happy birthday kakak!" Cello bertepuk tangan heboh lalu naik ke kasur dan memeluk tubuh Juno dengan erat membuat Juno langsung membalas pelukannya tak kalah erat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yeayy happy birthday kakak!" Cello bertepuk tangan heboh lalu naik ke kasur dan memeluk tubuh Juno dengan erat membuat Juno langsung membalas pelukannya tak kalah erat.

"Makasih ya adek.." Juno ngusapin punggung si bungsu lalu mengusak rambutnya ketika Cello mengecup pipinya.

"Selamat ulang tahun ya kak." Setelah Cello melepaskan pelukannya, Jeno maju, memeluk anak sulungnya dengan erat. Memberikan doa-doa seraya mengusap punggungnya yang hanya diangguki dan oleh Juno. Tak lupa Jeno juga memberikan harapan-harapannya kepada si sulung lalu diakhiri dengan kecupan di puncak kepalanya.

Diam-diam Renjun menatap keduanya dengan haru, dia bahkan harus sedikit membalikan badannya untuk menghapus air mata yang tiba-tiba saja ke luar. Si dokter itu tersenyum, masih menatap suaminya yang tak henti memberikan banyak doa kepada si sulung.

Setelah Jeno melepaskan pelukannya, Renjun menyimpan kue yang sedari tadi dia pegang di atas meja lalu duduk di pinggir kasur, langsung memeluk Juno.

"Selamat ulang tahun ya sayangnya, Papa."

"Makasih ya, Pa.." Juno mengeratkan pelukannya, memejamkan matanya ketika sang Papa mengusap punggungnya dengan sangat lembut.

"Hari ini Juno udah 18 tahun, dan bentar lagi Juno masuk kuliah, Juno akan memasuki usia dewasa. Tapi mau sedewasa apapun Juno, Juno tetap anak Papa, Juno jangan sungkan untuk bercerita apapun yang mengganjal di hati Juno. Dan ingat, dimanapun Juno berada, doa Papa pasti selalu nemenin Juno."

"Makasih, pa.." Lagi hanya kalimat itu yang keluar dari bibirnya. Juno gak tau harus membalas dengan apa, dia juga berusaha untuk menahan air matanya ketika Papa kembali memberikan banyak doa di pertambahan usianya.

Tidak ada yang paling Juno syukuri lagi selain kehadiran keluarganya di hari bahagianya. Juno juga mengucapkan syukur sebanyak-banyaknya karena di hari tepat usianya menginjak 18, dia masih diberi kesehatan dan kebahagiaan. Dan yang paling penting, Papa dan daddy masih disini, memberikan doa yang selalu sama setiap tahunnya.

SweetsaltCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang