Destiny 3rd book (disarankan baca destiny dan destiny 2.0 dulu biar nyambung)
Yang Rengga inginkan hanyalah sekolah dengan tenang sampai hari kelulusannya nanti tapi semuanya berubah ketika seorang siswa paling berpengaruh di sekolah tiba-tiba mengh...
Disarankan baca 2 part terakhir ya biar inget hehe.
Enjoyy!💚💚
***
Sudah lebih dari satu jam lamanya Alvaro Juno Rajendra duduk di sebuah sofa dengan ditemani oleh musik yang memekik telinga, lampu kelap-kelip serta asap rokok yang berterbangan di udara.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam ini kelab terlihat lebih ramai dari biasanya, cowok itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru sambil menikmati alunan musik.
Di depan sana, Gavin dan Ezra melambaikan tangannya, mengajaknya bergabung ke lantai dansa namun cowok itu hanya tersenyum kecil sambil menggeleng, menolak ajakan dua sobathya itu.
"Emang kagak tobat-tobat itu bocah." Juno menoleh, kembali menggeleng ketika Cakra menawarinya segelas anggur. Dia udah cukup minum tadi.
"Gak akan tobat sebelum punya pacar yang bener." Vito disamping kanannya menyahut. Juno menyetujui, sudah tidak heran dengan kelakuan Gavin serta Ezra yang senang bermain dengan cewek-cewek di kelab.
Kalo Ezra mungkin Juno sudah tidak heran mengingat cowok itu lahir dan besar di Amerika. Sedangkan Gavin? Entahlah, Juno tidak tau apa uncle Lucas dulunya juga senang bermain dengan cewek.
Mengabaikan Cakra yang izin keluar untuk mengangkat telepon yang sudah jelas pasti dari Abel, Juno mengambil bungkus rokok di atas meja lalu mengeluarkan satu. Menyelipkan diantara bibirnya sebelum menyalakan korek gas dan membakarnya. itu adalah rokok kelimanya malam ini.
Dia hisap dalam-dalam rokok itu sebelum dia hembuskan sehingga asap putih mulai berterbangan di sekitarnya. .
"Lo udah izin uncle Renjun, Jun?" Tiba-tiba Vito bertanya membuat gerakan Juno yang hendak mengangkat rokoknya terhenti. Cowok dengan kaos putih dengan jaket hitam itu menekan rokok yang baru habis setengah di asbak dan membiarkannya mati begitu saja. Dia kehilangan mood merokoknya setelah pertanyaan Vito barusan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Belum ya?"
"Menurut lo, gue izin apa enggak?" Bukannya menjawab, Juno malah balik bertanya. Dia bahkan harus sedikit memiringkan tubuhnya agar berhadapan dengan Vito.