Father's Plan

563 43 0
                                        

✧༺ 𝓜𝔂 𝓭𝓮𝓪𝓻𝓮𝓼𝓽 𝓶𝓪𝓵𝓯𝓸𝔂 ༻✧
(ᶜʰᵃᵖᵗᵉʳ ¹³)

Previously

Draco menunduk, mengecup kening Genevieve lama, lalu mengecup punggung tangannya. Ia melipat lengannya di sisi ranjang, menjadikan itu sebagai bantal, sementara tangan kanannya tetap menautkan jari-jarinya dengan jari-jari Gene.

"Aku tidak akan pergi ke mana-mana," bisik Draco, matanya mulai terpejam karena kelelahan yang akhirnya menang. "Aku akan menjagamu. Selalu."

Genevieve tersenyum, hatinya menghangat lebih dari efek ramuan apa pun. Di tengah bahaya turnamen yang semakin meningkat, ia tahu ia memiliki pelindung yang akan melakukan apa saja untuknya. Dan dengan pikiran itu, ia pun terlelap kembali, aman dalam genggaman Draco.

...........

(Rosier's Manor)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Rosier's Manor)

Sore itu, ruang keluarga Manor Rosier tenggelam dalam keheningan yang menyesakkan. Cahaya matahari senja yang menembus jendela kaca patri membiaskan warna merah dan emas di atas karpet Persia kuno. Di dinding, puluhan potret leluhur Rosier menatap ke bawah dengan mata yang dilukis sempurna, memancarkan arogansi abadi dari balik bingkai emas berukir.

Nolan Caspian Rosier duduk di kursi bersayapnya, menyesap wine elf tua dengan gerakan lambat dan terukur. Di seberangnya, Vivienne Edeline Rosier sedang menyulam, jarum peraknya bergerak sendiri dengan ritme yang menghipnotis.

Kedamaian semu itu pecah ketika pintu ganda ruangan terbuka.

William, kepala pelayan setia sekaligus mata-mata tak resmi keluarga, melangkah masuk dengan wajah tegang. Setelan hitamnya tampak sedikit berdebu, tanda ia baru saja melakukan perjalanan jauh dengan Apparition.

"Tuan... Nyonya..." suaranya rendah, sarat akan beban berita buruk.

Nolan meletakkan gelas kristalnya tanpa suara. "Katakan, William."

William menunduk hormat, namun matanya menyiratkan ketakutan. "Rumor yang beredar di kalangan elit itu benar, Tuan. Putri Anda, Genevieve... dia telah menjalin hubungan romantis dengan putra bungsu Malfoy."

Hening.

Jarum perak Vivienne berhenti bergerak di udara. Ia menghela napas panjang, jemarinya yang lentik menyentuh liontin di lehernya dengan gugup.

Sementara itu, wajah Nolan mengeras. Rahangnya mengetat, mengubah ekspresi tenangnya menjadi topeng kemarahan yang dingin dan mematikan.

"Sudah kuduga," ucap Nolan, suaranya sedingin es di kutub. "Anak itu selalu menjadi bayang-bayang di sekeliling putriku. Malfoy. Keluarga pengkhianat yang memilih menyelamatkan kulit mereka sendiri saat Pangeran Kegelapan jatuh."

Nolan berdiri, berjalan menuju perapian. "Lucius Malfoy adalah ular bermuka dua. Dan putranya... aku tidak akan membiarkan darah Rosier tercemar oleh keturunan pengecut."

My Dearest MalfoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang