✧༺ 𝓜𝔂 𝓭𝓮𝓪𝓻𝓮𝓼𝓽 𝓶𝓪𝓵𝓯𝓸𝔂 ༻✧
( ᶜʰᵃᵖᵗᵉʳ ⁷ )
Previously
Draco hanya memutar bola matanya, namun senyum puas tak bisa ia sembunyikan. Ia membawaku duduk di sofa utama, lengannya langsung melingkar protektif di bahuku, memamerkan kalung perak yang kini melingkar di leherku pada semua orang.
Astoria tersenyum lembut dari seberang ruangan. "Jadi, kalian resmi berkencan sekarang?"
Aku menatap Draco, lalu menatap teman-temanku. Rasa hangat menjalar di dadaku. "Ya," jawabku mantap. "Kami resmi."
.....
(The Next Day)
Pagi itu, koridor batu Hogwarts terasa lebih dingin dari biasanya, seolah kastil tua ini sedang menahan napas menyambut sesuatu yang buruk. Langkah kakiku bergema pelan saat aku berjalan menuju Courtyard, tempat di mana sebagian besar siswa menghabiskan waktu istirahat mereka.
Namun, ada yang berbeda hari ini.
Mataku menangkap kilatan cahaya yang mengganggu dari jubah para murid. Lencana. Hampir setiap siswa Hufflepuff dan Slytherin mengenakan lencana besar yang berkedip-kedip. Tulisan merah menyala "Cedric Champion" berganti menjadi tulisan hijau beracun "Potter Stinks".
Aku menghela napas panjang. Sekolah ini resmi terbelah menjadi dua kubu.
Sesampainya di Courtyard, kerumunan siswa sudah menumpuk di bawah pohon oak besar. Tawa riuh, ejekan kasar, dan bisik-bisik penuh semangat memenuhi udara musim gugur yang tajam. Aku menyibak barisan murid tahun pertama yang menghalangi jalan, berusaha mencari tahu sumber keributan itu.
Di sana, bersandar santai di salah satu pilar batu, aku melihat Cedric.
"Ced?" panggilku, menghampirinya. "Apa yang terjadi? Kenapa semua orang berkumpul di sini?"
Cedric menoleh. Wajahnya terlihat geli bercampur bingung. Ia tidak menjawab, hanya menunjuk ke tengah kerumunan dengan dagunya.
Aku mengikuti arah pandangnya, dan mataku melebar.
Di udara, melayang tanpa daya, seekor ferret putih mungil sedang dipermainkan. Hewan itu dilempar ke atas, diputar-putar, dan dibanting-banting secara magis seolah ia hanyalah boneka kain tak bernyawa. Di bawahnya, Profesor Moody berdiri dengan tongkat teracung, wajahnya yang penuh parut menyeringai puas, menikmati penyiksaan kecil itu.
"Apa yang dia lakukan?" tanyaku tak percaya, rasa mual mulai merayap di perutku.
"Dia memberi pelajaran," jawab Cedric pelan, menahan tawa. "Metode yang... unik."
"Itu bukan unik, Ced. Itu kejam," desisku.
Ferret itu mencicit ketakutan. Mata hitam kecilnya berputar liar, mencari pertolongan. Saat hewan itu melayang rendah di dekatku, matanya seolah menatapku. Memohon.
Tanpa berpikir dua kali, instingku mengambil alih. Aku menerobos masuk ke lingkaran itu.
"Hentikan!" seruku.
Tepat saat Moody hendak menghempaskan ferret itu ke tanah batu lagi, aku melompat maju dan menangkap tubuh mungil itu di udara. Tanganku mendekapnya erat ke dadaku. Tubuh ferret itu gemetar hebat, jantung kecilnya berdegup kencang seperti burung yang terperangkap. Bulu putihnya terasa halus namun dingin di telapak tanganku.
"Profesor Moody!" bentakku, menatap mata sihirnya yang berputar gila. "Ini penyiksaan! Dia hanya hewan tak bersalah!"
Moody berjalan terpincang-pincang mendekatiku, tongkatnya masih terarah padaku. "Dia bukan sekadar hewan, Miss Rosier. Dia perlu diajarkan sopan santun—"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dearest Malfoy
Fanfic"I want to make u mine in front of the world" -Draco Lucius Malfoy "And one day ur name didn't make me smile anymore" -Genevieve Eudora rosier- "to my dearest, draco malfoy" #1:mattheoriddle (20/05/2022) #1:Williamfranklynmiller(30...
